Misteri Codex Gigas, Kitab Suci yang Ditulis dengan Bantuan Iblis. Bener Nggak ya?

www.missedinhistory.com

Setiap agama pastilah mempunyai kitab suci. Kitab suci tersebut berisi firman Tuhan yang berfungsi sebagai tuntunan dan pedoman bagi umatnya. Tapi gimana jika iblis punya kitab suci? Ternyata ada lho. Codex Gigas dianggap sebagai kitab suci milik iblis yang ditulis bagi pemujanya. Lantas benarkah demikian?

agaunews.com

Codex Gigas menjadi manuskrip terbesar dan terberat di dunia. Ukuran panjang Codex Gigas adalah 92 cm, lebar 50 cm, dan ketebalan 22 cm. Beratnya mencapai 75 kg. Saking beratnya, dibutuhkan dua orang untuk mengangkat kitab ini.

Berdasarkan catatan yang ada kitab ini kemungkinan ditulis di tahun 1229 Masehi oleh seorang pendeta. Menurut cerita yang beredar, Codex Gigas ditulis oleh seorang pendeta di Bohemia, sekarang Republik Ceko, yang sedang menjalani hukuman. Pendeta tersebut dihukum karena melanggar aturan gereja.

www.pinterest.com

Untuk menghindari hukuman, sang pendeta berjanji akan membuat sebuah buku ilmu pengetahuan. Tak main-main, ia berjanji untuk menyelesaikan buku tersebut hanya dalam satu hari. Sayangnya, menjelang tengah malam, sang pendeta cemas karena buku yang ditulisnya belum juga selesai. Sang pendeta lantas membuat perjanjian dengan iblis. Ia rela menukar jiwanya agar iblis mau membantu menyelesaikan bukunya tersebut. Untuk itu, ilustrasi iblis pun bertebaran di manuskrip tersebut.

www.soulask.com

Awalnya, Codex Gigas terdiri dari 320 lembar naskah. Namun, 8 lembar naskahnya dibuang. Tidak ketahui pelaku dan alasan dibuangnya 8 lembar naskah tersebut. Diduga naskah yang dibuang berisi aturan-aturan. Misteri naskah ini tak cukup sampai di situ. Ada satu halaman yang tersimpan jauh di dalam makam.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Michael Gullick, ahli kitab kuno, mengatakan bahwa Codex Gigas ditulis hanya oleh satu orang. Untuk membuat semua ilustrasi di kitab tersebut setidaknya dibutuhkan waktu lima tahun tanpa berhenti bekerja. Jika kitab tersebut hanya dikerjakan dalam semalam, sudah tentu ada bantuan dari makhluk lain yang tak kasatmata.

de.dreamstime.com

Namun, banyak ilmuwan yang menolak untuk mempercayai cerita yang beredar. Menurut para ilmuwan tersebut, masyarakat salah mengartikan tanda tangan yang bertuliskan bahasa Latin, Hermanus Inclusus. Kata tersebut bermakna pendeta yang mengasingkan diri dan mengabdikan hidupnya untuk menulis Codex Gigas. Akan tetapi, masyarakat mengartikannya sebagai hukuman.

 

Kamu penasaran ingin mencoba membaca manuskrip yang kabarnya 'dibuat' oleh Iblis ini? Saat ini, Codex Gigas tersimpan di Swedish Royal Library, Swedia. Bagaimanapun, kemungkinan besar memang hanya terjadi kesalahpahaman dan kitab ini tidak dibuat dengan perjanjian antara pendeta dan Iblis. Bukankah itu penjelasan yang paling rasional mengenai keberadaan Codex Gigas ini? Atau kamu lebih percaya pada kisah kitab suci yang dibuat Iblis?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Radio, Teknologi yang Digunakan saat Perang Hingga Penyampai Salam untuk Orang Terkasih - Keepodotme

Radio, Teknologi yang Digunakan saat Perang Hingga Penyampai Salam untuk Orang Terkasih - Keepodotme

Berhasil Bikin Prilly Nggak Tenang, 5 Hal Ini Wajib Kamu Ketahui Tentang Mata Batin!

Berhasil Bikin Prilly Nggak Tenang, 5 Hal Ini Wajib Kamu Ketahui Tentang Mata Batin!

Kesel Karena Gebetan Nggak Peka dengan Kode, Cewek Ini Malah Curhat Ke Driver Ojol yang Cuma Bisa Ngelus Dada - Keepodotme

Kesel Karena Gebetan Nggak Peka dengan Kode, Cewek Ini Malah Curhat Ke Driver Ojol yang Cuma Bisa Ngelus Dada - Keepodotme

Kisah Horor di Sumur Lubang Buaya yang Terkenal Begitu Mistis

Kisah Horor di Sumur Lubang Buaya yang Terkenal Begitu Mistis

Intip Inspirasi Dekorasi Before After Ruang Keluarga Ini. Rapi! - Keepodotme

Intip Inspirasi Dekorasi Before After Ruang Keluarga Ini. Rapi! - Keepodotme

Dari Makan Kembang Sampai Meditasi, Para Selebriti Ini Lakukan Ritual Mistis. Buat Apa ya?

Dari Makan Kembang Sampai Meditasi, Para Selebriti Ini Lakukan Ritual Mistis. Buat Apa ya?

loading