Miris, Inilah Fakta Tragis Tentang Perburuan Albino di Afrika. Masih Terjadi Sampai Sekarang!

06 Desember 2017
|Idham Nur Indrajaya
1.1 KSHARES

Di benua Afrika, sebagian bersar masyarakatnya masih percaya pada takhayul bahwa orang albino bukanlah manusia. Mereka percaya bahwa orang albino adalah jelmaan dari iblis dan tubuhnya memiliki kesaktian untuk menyembuhkan penyakit apapun. Para dukun di sana masih banyak yang mempraktikkan ritual pengorbanan orang berkulit putih yang dikarenakan kelainan hormon ini, terutama di Tanzania dan Malawi.

Mereka rela membayar uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk mendapatkan bagian tubuh orang albino karena dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Oleh karena itu, hidup para istimewa ini di Afrika sangatlah mengenaskan. Mereka banyak diburu oleh para orang ortodoks yang masih percaya bahwa para albino bukan manusia. Nah, masih ada fakta tragis lainnya yang akan bikin kamu mengelus dada.

1. Kesalahpahaman yang sudah lumrah sejak ribuan tahun yang lalu

Takhayul tentang orang albino di Afrika ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan masih banyak yang percaya sampai sekarang. Pada tahun 1892, seorang antropolog bernama Charles Staniland Wake melakukan perjalanan ke Afrika. Ia dikejutkan saat melihat anak berkulit putih setelah sekian lama di sana.

Saat menanyakan kepada warga lokal, dia diberitahu bahwa orang yang kekurangan pigmen melanin di sana itu dianggap sebagai iblis, dan akan sangat jarang terlihat orang albino dewasa karena biasanya mereka sudah dibunuh sejak bayi. 

2. Bagian tubuh mereka diburu untuk dijual

Di Tanzania, seorang gadis albino bernama Kabula baru saja berjalan menuju rumah dari sekolahnya. Pada saat itu, seorang pria mengikutinya sampai rumah. Beberapa hari kemudian, tiga orang pria datang ke rumah Kabula, memotong tangannya, memasukkan potongan tangan ke dalam karung plastik, dan melarikan diri.

Tidak hanya Kabula yang mengalami hal ini, sudah ratusan anak albino di Tanzania mengalami nasib yang sama. Pasalnya, untuk bagian tubuh saja sudah bisa dijual dengan harga 2.000 dollar. Untuk satu tubuh secara utuh, bisa dijual dengan harga 75.000 dollar. Kecenderungan itu terjadi karena kita tahu bahwa pendapatan kebanyakan orang di Afrika sangat memprihatinkan sehingga nekat melakukan perburuan terhadap anak-anak kecil yang tak berdosa.

3. Penjarahan jenazah untuk dijual

Berhubung satu tubuh utuh seorang albino dapat dijual dengan harga yang tinggi, penjarahan makam orang albino sudah menjadi hal yang lumrah di beberapa wilayah di Afrika.

4. Motif politik

Meskipun orang Afrika kebanyakannya memang terbelakang dalam perihal pendidikan, tentunya orang-orang yang berada di pemerintahan dapat memperoleh pendidikan yang lebih. Meskipun begitu, konon para pejabat sendiri mendukung kegiatan perdukunan ini karena mereka pun masih percaya dengan takhayul bahwa bagian-bagian tubuh orang albino akan menyukseskan karier politik mereka.

Maka dari itu, menurut kesaksian seorang Afrika albino bernama Stephan Ebongue—yang sekarang bekerja sebagai jurnalis di Italia, dia mendapat informasi dari seorang dukun Afrika yang diintegorasinya bahwa para dukun tidak takut mereka akan dihukum karena mereka dapat dengan mudah menyuap para polisi dari uang hasil penjualan anggota tubuh albino yang mereka lakukan.

5. Gadis-gadis diperkosa

Berhubung takhayul yang dipercaya masyarakat Afrika mengatakan bahwa tubuh orang albino memiliki kekuatan penyembuhan, sebagian masyarakat percaya bahwa orang yang menderita AIDS dapat sembuh jika mereka berhubungan seks dengan orang albino. Akibatnya, banyak gadis-gadis albino di bawah umur yang diculik dan diperkosa. Sedihnya, setelah itu, para korban pemerkosaan pun tertular oleh AIDS.

6. Seakan-akan ditakdirkan untuk hidup melarat

Berhubung keberadaan kaum albino sangat didiskriminasi di Afrika, mereka seringkali kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka bahkan sangat sulit mendapat pekerjaan sehingga hidup mereka selalu bergantung kepada keluarga. Hanya orang-orang albino yang beruntung saja—seperti Stephan Ebongue—yang dapat mengenyam pendidikan dan pekerjaan yang layak.  

Tidak semua orang Afrika memperlakukan orang albino dengan tidak layak. Masih ada orang-orang di Afrika sana yang mengenyam pendidikan sehingga mereka akhirnya memberikan perlindungan pada kaum albino. Selain itu, pada tahun 2015 silam akhirnya PBB pun turun tangan dan pemerintah di beberapa negara Afrika sudah mulai melakukan penangkapan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perburuan ini. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
1.1 KSHARES