Mengerikan! Inilah Suku Korowai, Suku Kanibal dari Timur Papua yang Memakan Warganya Sendiri!

07 Oktober 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Papua merupakan kawasan Indonesia yang masih kaya akan tempat-tempat eksotis. Tak sedikit pula pesona keindahan alam di Papua selalu menarik perhatian wisatawan untuk mengunjunginya. Namun akses kesana masih terbilang cukup sulit. Papua juga masih jauh dari modernisasi meskipun saat ini pemerintah melakukan beragam upaya untuk bisa membuat Papua menjadi kawasan yang lebih modern.

Seakan-akan terasingkan, Papua pun masih memiliki sebuah suku yang konon masih menerapkan tradisi kanibalisme. Suku ini disebut dengan Suku Korowai yang kabarnya sudah ada sejak era 80-an. Bahasa yang digunakan suku Korowai pun cukup unik yakni Bahasa Awyu-Damut. Nah, berikut ini sekilas tentang suku Korowai yang masih ada di Papua.

Suku Korowai ini berada di sebuah pedalaman hutan yang tak jauh dari Laut Arafuru. Ciri khas masyarakat ini pun sama dengan masyarakat Papua pada umunnya, namun mereka tidak menggunakan koteka sebagai pakaian. Kehidupan suku ini pun bisa dibilang sangat ketinggalan zaman. Mata pencaharian mereka pun hanya berburu dan memanfaatkan tumbuhan sekitar untuk mempertahankan hidup. Alat-alat yang digunakan juga masih tradisional dengan memanfaatkan benda-benda disekitar hutan. Populasi suku Korowai tercatat sekitar 3.000 kepala.

Mendengar kanibalisme mungkin kita akan beranggapan suku ini seperti sosok Sumanto atau kegiatan sadis lainnya seperti adegan dalam film. Namun, anggapan kanibalisme dalam suku ini berbeda dengan kondisi stereotip kanibal pada umumnya. Suku Korowai ternyata memiliki pemahaman tersendiri yang cukup sakral dalam tradisi kanibalisme yang mereka anut. 

Berdasarkan pernyataan seorang jurnalis bernama Paul Raffaele yang pernah menetap beberapa hari bersama suku Korowai, suku ini nggak sembarangan membunuh dan memakan daging orang hanya untuk kebutuhan perut atau saling membunuh untuk sebuah ritual khusus. Suku Korowai hanya membunuh dan menyantap orang yang telah melanggar aturan dan kepercayaan.

Selanjutnya, orang-orang yang melanggar aturan itu disebut dengan Khakua yang berarti dukun atau penyihir. Nah, mereka yang tertangkap basah sebagai Khakua akan diadili terlebih dahulu sebelum kemudian dibunuh dan disantap. Namun, bila setelah diadili Khakua dianggap tak bersalah maka target bisa kembali bebas. Namun bila terbukti bersalah jangan harap bisa lepas dari jeratan hukum kanibalisme suku ini. Entah mengerikan atau menjijikkan, namun setiap warga yang tinggal sudah pasti akan mendapatkan daging beserta organ dalam tubuh manusia yang terbukti bersalah. Otak, tulang-belulang dari target Khakua yang bersalah ini pun menjadi santapan para warga setempat.

Selain target kanibalisme dari Khakua, kanibalisme juga berlaku pada warga yang mengidap penyakit atau terluka parah hingga tak dapat diobati. Oleh karena itu, bila ada warga yang sakit atau terluka parah maka akan dibunuh dan menjadi santapan suku Korowai. Sangat mengerikan, suku ini seakan-akan memakan bangkai manusia yang menderita penyakit. Namun di sisi lain, suku ini tak ingin melihat warga mereka sakit dan menderita terlalu lama. 

Itulah sekilas mengenai kanibalisme dari suku Korowai yang berada di pedalaman Papua. Meski terkesan mengerikan, namun itu merupakan warisan dan tradisi dari zaman dahulu. Kini, suku Korowai sudah mulai membuka diri untuk bisa bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat di luar suku dan mulai menerima modernisasi.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES