Masuk Akal tapi Mistis, Inilah Penjelasan Mitos Memotong Kuku Saat Malam di Jepang

08 September 2017
|Ani Nur Cholifah
397SHARES

Negara Sakura atau Jepang adalah satu dari sekian banyak negara maju yang cukup berkembang pesat dan modern. Namun, di tengah kecanggihannya, Jepang juga masih memercayai beragam kisah mistis dan berhantu. Terbukti, salah satu urban legend mengenai keangkeran negara ini adalah kisah Hutan Aikogahara yang sangat menyeramkan dan menjadi tempat para warga Jepang yang depresi lalu bunuh diri di kawasan ini karena kelelahan bekerja.

Nah, kali ini YuKepo bukan akan membahas keangkeran hutan tersebut. YuKepo akan membahas salah satu mitos dari Jepang yang juga dipercaya oleh orang Indonesia, yakni larangan memotong kuku saat malam, atau bahasa Jepangnya disebut dengan “Yonaka ni tsume wo kitte hai ikenai”. Nah, kenapa ada larangan seperti ini di negara yang sudah sangat maju seperti Jepang? Langsung aja yuk kita kepoin bareng penjelasannya di bawah ini!

Di Jepang pada tahun 1603 sampai 1868 atau disebut dengan zaman Edo, memotong kuku itu menggunakan benda-benda tajam yang cukup besar dan mengerikan. Oleh karena itu, muncul mitos bahwa kita akan mencelakai diri kita bila memotong kuku pada malam hari. Ditambah saat itu belum ada penerang yang cukup, mereka biasanya menggunakan cahaya bulan atau api sebagai penerangan. Jadi, bisa dibayangkan, memotong kuku dengan benda tajam misalnya saja golok di malam hari hanya dengan bantuan cahaya bulan, gimana? Yang ada kamu bukan memotong kuku tapi salah fokus hingga memotong bagian jari kamu. 

Alasan selanjutnya ini berkaitan dengan huruf kanji Jepang yang bisa memperpendek nyawa seseorang bila memotong kuku saat malam. Menelusuri sisi lain, istilah memotong kuku saat malam di Jepang ini disingkat menjadi kuku malam yang diartikan menjadi “yo-tsume”. Kata 'yo-tsume' sendiri ternyata memiliki kemiripan ucapan dengan kata-kata “yo wo tsumeru” yang artinya adalah untuk memperpendek.

Nah, alasan ini juga masih berkaitan dengan penjelasan di poin sebelumnya. Kemungkinan besar warga Jepang yang memotong kuku saat malam hari di dekat cahaya api, kemudian melempar kukunya ke api tersebut, maka muncul aroma yang mirip dengan bau kremasi. Inilah kemungkinan yang muncul sebagai pertanda bahwa orang tersebut telah siap nyawanya diambil.

Teori selanjutnya ini berkaitan dengan hal mistis yang diyakini terdapat pada alat pemotong. Konon, bila kamu memotong kuku saat malam, bisa membuat tubuhmu dirasuki roh jahat semacam kesurupan. Sebagian warga Jepang percaya bahwa alat pemotong ini memiliki kekuatan spritual yang bisa melindungi seseorang. Namun, kekuatan itu akan hilang saat digunakan memotong kuku. Hal ini terjadi karena adanya celah bagi roh jahat masuk ke dalam tubuhnmu.

Itulah beberapa penjelasan mengenai mitos memotong kuku saat malam di Jepang yang dilarang. Apapun mitos yang beredar, percaya atau tidak, bila memiliki penjelasan yang masuk akal biasanya akan lebih mudah diterima. Namun, itu semua kembali kepada pemikiran dan kepercayaan seseorang akan suatu kisah atau mitos.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
397SHARES