Kepala Manusia Sebagai Mas Kawin, Inilah Kehidupan Suku Atayal di Taiwan yang Mencengangkan

15 November 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Suku di Indonesia cukup beragam mulai dari suku yang unik sampai yang dianggap suku gaib pun ada di tanah air ini. Salah satu yang terkenal adalah Suku Dayak yang memiliki keunikan dalam kehidupannya dan terkenal cukup kental dengan hal-hal berbau mistis. Uniknya ternyata kebiasaan Suku Dayak ini konon memiliki kesamaan dengan suku dari Taiwan yakni Suku Atayal.

 

Suku Atayal ini juga sangat disegani oleh suku-suku yang lain karena konon adat dan tradisinya masih sangat kental dengan kekuatan magis. Para warga Suku Atayal pun menato tubuh mereka sama seperti Suku Dayak. Namun ada salah satu tradisi yang cukup mengerikan yakni menjadikan kepala manusia sebagai mas kawinnya. Nah, bagaimana kehidupan Suku Atayal? Berikut ini ulasannya!

Berdasarkan sumber data, Taiwan memiliki 16 suku asli yang tercatat dalam data pemerintah termasuk suku Atayal. Suku Atayal sendiri berasal dari Melayu dan Poliesia. Berdasarkan sejarah dan mitos yang dipercaya oleh maasyarakat setempat suku ini berasal dari retakan batu. Lalu dari retakan batu tersebut munculah tiga manusia yang hidup di bumi. Namun, hanya ada dua orang yang bertahan yakni seorang perempuan dan laki-laki. Hingga akhirnya mereka menjadi pasangan dan melahirkan keturunan. Nah, mereka kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Suku Atayal.

Salah satu yang cukup mencengangkan sekaligus mengerikan dari suku ini adalah persyaratan saat seorang pria akan melamar wanita pilihan hatinya. Bila sering kita dengar mas kawin berupa uang, perhiasan atau barang mewah lainnya. Suku Atayal harus memberikan mas kawin berupa kepala musuh yang sudah terpenggal. Bahkan suku ini mendapat julukan sebaai pemburu kepala atau headhunters. Bagi suku ini kepala merupakan barang berharga dibandingkan dengan emas sehingga kepala pun dijadikan sebagai sebuah penghargaan untuk mempelai wanita. Kalau kamu gimana nih ladies, mau terima mas kawin berupa kepala buntung? Ngeri!

Selanjutnya, untuk membuktikan seorang pria sudah pantas menikahi wanita, pria tersebut harus menjalani sebuah ritual. Ritual ini tidak mengerikan seperti sebelumnya kok, pria yang sudah berhasil membawa penggalan kepala kembali diuji dengan menggendong calon pengantin wanitanya seharian. Hal ini karena masyarakat suku Atayal mempercayai wanita yang akan menikah dilarang menginjakan kakinya ke tanah sehingga calon suaminya harus menggendong calon istrinya bahkan saat ia akan duduk atau pun tidur. Bahkan para pria pun tak diijinkan untuk tidur seharian. Terdengar cukup melelahkan tapi hal ini dilakukan untuk pembuktian bahwa pria tersebut memang bertanggung jawab dan mempunyai tekad untuk menikah. Ritual ini juga menguji kejantanan seorang pria sehingga setelah ia lulus menjalani ritual ini keesokan harinya ia dipersilakan untuk mempersunting wanita pujaan hatinya.

Nah, itulah keunikan dari Suku Atayal sekaligus mengerikan. Beruntunglah tradisi ini sudah tak lagi dilestarikan seiring dengan perkembangan zaman. Jadi, beruntunglah kamu yang dipersunting oleh pria pujaan hati kamu dan nggak dihadiahi kepala manusia sebagai mahar. Kan horor juga kalau harus menyimpan kepala manusia sebagai mas kawin!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES