Keangkeran Rumah Sakit Geriatri di Purwokerto Ini Bikin Merinding!

10 Agustus 2017
|Idham Nur Indrajaya
618SHARES

Di Jalan Dr. Angka, Purwokerto, terdapat sebuah bangunan Rumah Sakit Geriatri yang dikhususkan untuk pasien lansia. Rumah sakit ini sebenarnya adalah paviliun yang masih merupakan bagian dari Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo. Bangunan paviliun Geriatri dulunya adalah bangunan Rumah Sakit Umum Margono yang merupakan peninggalan Belanda, namun bangunan itu sempat terbengkalai selama 11 tahun dan dirombak kembali menjadi paviliun. Bangunan utama Rumah Sakit Margono pun dipindahkan ke Jalan Dr. Gumbreg.

Sebelum dirombak menjadi paviliun Geriatri, bangunan RS Margono sudah dikenal dengan keangkerannya. Oleh karena itu, sebelum dimulainya perombakan pun pihak rumah sakit meminta bantuan para dukun sakti agar perombakan bangunan bisa berjalan dengan lancar. Meskipun begitu, pada kenyataannya hal itu tidak mengurangi keangkeran yang dipancarkan oleh bangunan Rumah Sakit Geriatri.

 

Konon, para pasien dan pengunjung di rumah sakit ini seringkali melaporkan adanya gangguan dari hal-hal gaib. Biasanya para pelapor itu akan menuturkan peristiwa ganjil yang mereka alami di kamar pasien, lorong, dan lift. Saking seringnya terjadi kejadian aneh di lift, para pihak keamanan pun seringkali mengingatkan para klien mereka agar tidak memasuki lift sendirian, terutama di malam hari.

Dilansir dari kompasiana.com, salah satu kisah mistis yang terkenal di paviliun ini adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh keempat anak dari seorang wanita yang dirawat di Geriatri. Keempat anak dari ibu itu bernama Linda, Shinta, Rudy, dan Melvin. Mereka semua mengalami peristiwa-peristiwa menyeramkan saat mereka sedang menjaga ibunya di rumah sakit.

Baru hari pertama, Linda sudah mengalami peristiwa yang sangat menyeramkan. Dia sempat bertemu dengan sosok bayangan hitam yang tiba-tiba muncul di kamar mandi. Dia pun langsung pingsan saking terkejutnya. Di hari kedua, Shinta sempat mendengar suara tangisan saat dirinya tengah berjalan sendirian di lorong. Dia yakin bahwa suara yang didengarnya bukan berasal dari kamar pasien yang dilewatinya, melainkan dari lorong yang pada saat itu tengah kosong.

Shinta mengalami peristiwa ganjil saat dirinya tertidur di samping ranjang ibunya. Saat tengah terlelap, tiba-tiba ada bisikan keras yang memanggil namanya di telinganya. Dia pun langsung terbangun karena terkejut. Anehnya, di kamar itu tidak ada siapapun kecuali ibunya yang tengah tidur. Selain itu, peristiwa yang menimpa Shinta pun sempat terjadi saat dirinya tengah asik membaca novel di kamar ibunya. Saat menjelang magrib, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seorang suster langsung masuk menuju kamar mandi pasien. Sempat terdengar ada air yang disiram ke kloset, namun setelah itu tidak ada suara apa-apa lagi.

Tidak lama setelah itu, Rudy yang baru saja datang pun masuk ke kamar mandi. Shinta pun terheran-heran karena di dalam kamar mandi yang dimasuki kakaknya itu tidak ada siapapun. Rudy pun ikut merasa heran setelah diceritakan oleh Shinta mengenai apa yang terjadi sebelumnya.

Jika Shinta sempat mengalami kejadian ganjil di kamar pasien, Rudy mengalami peristiwa  semacam itu saat dirinya tengah menaiki lift. Ketika dia baru memasuki lift, dia pun langsung menekan tombol untuk naik ke lantai 4. Anehnya, tiba-tiba lift berhenti di lantai 3 dan kembali lagi ke lantai 1. Lift pun sempat tertahan di lantai 1 selama beberapa saat sebelum akhirnya bisa naik kembali ke lantai 4.

Di antara keempat bersaudara itu, Melvin lah yang mengalami peristiwa paling menyeramkan. Saat dia baru datang untuk membesuk ibunya, dia pun memasuki lift dan naik menuju lantai 4. Anehnya, saat lift sedang bergerak, dinding lift digedor-gedor dari luar. Melvin pun kebingungan karena pada saat itu lift sedang bergerak, dan mustahil ada orang yang bisa menggedor-gedor dari luar.

Selain peristiwa itu, Melvin pernah mengalami peristiwa lainnya di hari kelima setelah ibunya masuk rumah sakit. Dari jauh, dia sudah berpapasan dengan suster berwajah cantik yang nampak sedang tersenyum. Namun, saat mereka sudah berdekatan, wajah suster itu terlihat muram dan dia pun menangis. Melvin yang kebingungan pun langsung menoleh ke belakang setelah mereka saling melewati, namun di lorong yang dilewatinya ternyata tidak ada siapa-siapa.

Berhubung peristiwa-peristiwa ganjil itu membuat keempat bersaudara itu khawatir, akhirnya mereka pun memindahkan ibunya ke bangunan pusat yang terletak di Jalan Dr. Gumbreg. Menurut kesaksian para pegawai rumah sakit, peristiwa-peristiwa seperti yang dialami oleh keempat bersaudara itu adalah hal yang sudah biasa di RS Geriatri. Kabarnya, yang paling sering dilaporkan oleh pengunjung dan pasien adalah perawat-perawat yang terlihat seperti bukan manusia, dan lift yang sering kali digedor-gedor dari luar.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
618SHARES