Inilah Mitos Seputar Pernikahan dari Aceh yang Masih Dipercaya Sebagian Warganya

13 Agustus 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Pernikahan adat identik dengan berbagai macam ritual khusus yang dilakukan. Biasanya pernikahan adat Jawa dikenal paling ribet, walaupun setiap prosesinya memiliki makna yang mendalam. Bukan hanya ribet, dalam adat Jawa juga masih memercayai berbagai mitos dan larangan seputar pernikahan. Ternyata bukan hanya Jawa, mitos tentang pernikahan ini juga berlaku di ujung utara Pulau Sumatera yaitu Aceh. Berikut ini ulasan terkait seputar mitos pernikahan yang masih dipercaya oleh sebagian warga Aceh. YuKepo!

 

 

Seperti yang kita tahu bahwa pesta atau resepsi pernikahan biasa akan dilakukan mulai pukul 8 pagi hingga malam hari. Biasanya siang hari menjadi waktu yang dipilih tamu undangan untuk menghadiri acara tersebut. Namun, sebagian warga Aceh percaya bahwa pernikahan pada siang hari bukanlah waktu yang baik. Konon, acara pernikahan siang hari ini akan mengganggu keharmonisan sebuah rumah tangga karena siang identik dengan terik matahari yang panas. Udara panas ini kemudian dikaitkan dengan kondisi rumah tangga pengantin kelak.

Mitos selanjutnya ini khusus untuk calon pengantin pria. Bagi pria yang akan menikah dilarang untuk bepergian malam hari menjelang hari berbahagianya. Mitos ini dipercaya, karena konon dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Perilaku ini dikaitkan dengan tanggung jawab dan kewibawaan seorang pria yang akan menjadi pemimpin rumah tangga, selain itu menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Meskipun hanya sebuah mitos, ternyata larangan ini juga mengandung maksud yang baik karena resiko buruk bepergian ke luar rumah lebih besar, misalnya saja kecelakaan atau hal buruk lainnya, sehingga kita lebih baik di rumah menjaga diri dari hal yang tak diinginkan.

Kali ini lebih mengarah kepada pengantin wanita, karena biasanya kebanyakan pengantin wanita membuat para tamu undangan pangling. Selain karena make-up biasanya wajah pengantin perempuan terlihat auranya lebih cantik karena adanya beberapa ritual terlebih dahulu menjelang hari pernikahan. Warga Aceh khususnya yang masih berada di daerah pedalaman percaya bahwa pengantin yang berwajah kusam dan terlihat gelap di hari pernikahan ini harus melihat pantat periuk atau wajan dan sebagainya. Entah atas dasar apa tapi tradisi ini masih berlangsung. 

Mitos memang merupakan salah satu kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun membuat Indonesia kaya akan ragam budaya. Nah, terlepas dari mitos seputar pernikahan yang beredar, semoga tak pernah mengurungkan niat kalian untuk menikah ya. Para jomblo yang masih menunggu calonnya mendingan banyakin berdoa daripada galauin mantan dan baper sama teman yang sudah menikah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES