Inilah Mitos Pohon Beringin Kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta yang Banyak Dipercaya Orang

04 Juni 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Yogyakarta menjadi salah satu kota yang amat dirindukan dengan nuansa kental Jawa yang bersahabat. Namun seiring perkembangan zaman yang semakin modern, Yogyakarta juga masih memiliki beragam mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat setempat. Salah satunya adalah Pohon Beringin kembar yang berada di Alun-alun kidul kota ini.

Mungkin bagi kamu yang pernah berkunjung ke Yogyakarta, pernah mendengar beragam mitos mengenai pohon ini. Salah satunya yang paling terkenal di kalangan anak muda adalah mitos mengenai siapun orang yang bisa melewati Pohon Beringin ini dengan mata tertutup, maka permintaannya akan terkabul. Ada yang pernah coba hal ini? Benar atau nggak nih yang udah pernah coba?

Nah, ternyata Pohon Beringin kembar di Yogyakarta ini punya beberapa mitos lainnya lho. Berikut ini rangkumannya yang berhasil YuKepo rangkum dari beberapa sumber. Penasaran? Yuk kepoin!

Mitos pertama berawal dari kisah perjodohan sang putri sultan di zaman Sultan Hamengkubuwono I bertakhta. Sang Sultan ingin sang putri menikah dengan salah satu pria pilihannya. Putri merasa tidak cocok dengan pria tersebut kemudian memberikan satu syarat. Syaratnya adalah setiap pria yang ingin melamar sang putri harus bisa melewati pohon kembar tersebut dari pendopo menuju utara Alun-alun, kemudian harus melewati dua pohon beringin dan selesai di pendopo Alun-alun Selatan dengan mata tertutup.

Pria tersebut gagal melakukan persyaratan tersebut. Sehingga Sultan HB I seakan-akan bersabda, suatu saat hanya pria yang berhati tulus dan bersih yang mampu melewati persyaratan dari sang putri. Sampai akhirnya ada seorang pria yang berasal dari Siliwangi mampu melewati syarat terebut. Putri pun menikah dengan pria yang mitosnya seorang yang memiliki sifat baik dan tulus mencintai sang putri.

Selanjutnya pohon kembar ini dikaitkan sebagai gerbang dari segoro kidul atau laut selatan. Mitos ini beredar sejak zaman Sultan Hamengubuwono VI. Khususnya warga lokal setempat percaya bahwa pohon beringin ini merupakan salah satu tempat khusus yang juga berkaitan dengan Nyi Roro Kidul. Sehingga muncul rumor bahwa setiap orang atau siapa pun yang memiliki niat jahat kepada Keraton Yogyakarta itu nggak akan berhasil. Kesaktian orang tersebut jika mitosnya akan menghilang setelah melewati pohon ini. Wah, jangan coba-coba jahat deh. Taubat!

Hampir sama dengan mitos pertama, namun kali ini sedikit berbeda hanya terjadi saat diadakannya tradisi masangin yang berlangsung di Alun-alun Kidul. Biasanya saat tradisi ini berlangsung banyak warga yang sengaja berbondong-bondong datang mengikuti tradisi masangin. Tradisi ini dilakukan setiap malam 1 Suro yang sengaja dilakukan untuk memohon ketenteraman dan keselamatan keraton. Kemudian muncul mitos bagi setiap orang yang pada malam itu berhasil melewati pohon kembar ini dengan mata tertutup, maka orang tersebut akan terkabul hajatnya. Dari sinilah banyak warga atau para pelancong yang mencoba mitos ini. Kamu mau coba?

Meskipun mitos ini belum bisa dipastikan kebenarannya, tapi tetap saja kisah mengenai pohon beringin ini sudah menjadi legenda di Yogyakarta. Selain itu keberadaan pohon ini juga menarik banyak wisatawan yang penasaran untuk mencoba melewati ini. Nah, Yogyakarta memang punya banyak kisah terlepas dari ragam mitos yang beredar. Duh, yang pernah ke Yogyakarta pasti kangen nih langsung pengen kesana. Atau kamu mau ajak teman kamu kesini buat kasih tantangan ke mereka untuk ngelewatin pohon beringin ini? Silahkan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES