Inilah Misteri Mengerikan di Balik Upacara Gunung di Indonesia

31 Mei 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Gunung sebagai salah satu dataran tertinggi saat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk olahraga ekstrem. Terutama para anak muda yang memang mengaku sebagai pencinta alam dan hobi hiking. Gunung sudah pasti menjadi salah satu tempat wajib yang akan mereka kunjungi saat butuh refreshing. Namun sayangnya gunung sering kali dikaitkan dengan hal mistis karena memang banyak kejanggalan yang terjadi di gunung.

Nah, percaya atau nggak ternyata banyak mitos di dataran tinggi ini yang beredar. Yuk langsung aja dibaca ulasannya yang udah YuKepo rangkum dari berbagai sumber khusus buat kamu yang suka hilir mudik di gunung. Check this out!

1. Kenduri Pusaka dan Sko di Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan salah satu gunung impian oleh seluruh pendaki untuk menginjakan kaki mereka berada di puncak gunung tersebut. Namun ternyata masyarakat setempat selalu memiliki upacara khusus yaitu Kenduri Pusaka dan Sko. Upacara ini merupakan salah satu acara adat yang sudah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang.

Kenduri Pusaka itu sendiri merupakan salah satu cara menyucikan pusaka warisan yang dilakukan oleh ketua suku yang telah dikukuhkan sebelumnya. Kenduri Sko inilah acara untuk pengukuhan gelar menjadi kepala suku. Kepala suku yang terpilih akan mendapat gelar Sko mamak kelebu yang akan dipakai seumur hidup.

2. Upacara Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata di danau Gunung Kelimutu

Bukan hanya Pulau Jawa yang kental dengan klenik ternyata Gunung Kelimutu yang berada di Nusa Tenggara Timur ini juga percaya dengan hal-hal yang mirip dengan tradisi adat Jawa. Salah satunya adalah upacara Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata yang berarti upacara untuk memberi makan arwah. Upacara ini berlangsung setiap tanggal 14 Agustus tiap tahunnya. Lokasinya berada di pinggir kawaasan danau Gunung Kelimutu. Danau nan eksotis yang diketahui memiliki tiga warna yang bisa berubah sewaktu-waktu ini dapat memukau mata. Konon, warna yang dimiliki oleh danau ini ditunggu oleh banyak arwah sehingga masyarakat setempat selalu melakukan upacara ini. Ragam atraksi juga selalu ditampilkan untuk meramaikan upacara ini.

3. Upacara Labuhan di Gunung Merapi

Salah satu gunung yang juga dikenal sebagai kawasan yang memiliki kerajaan setan ini tiap tahunnya selalu mengadakan upacara. Upacara tersebut merupakan rasa syukur atas keberkahan dari sang pencipta atau disebut dengan upacara Labuhan. Upacara ini konon berawal dari perjanjian antara Kyai Sapu Jagad yang dipercaya sebagai penunggu Gunung Merapi dan Keraton Yogyakarta. Kemudian Kyai Sapu Jagad menyetujui perjanjian yang akan selalu mempersembahkan sesaji tiap tahun, bila sesaji ini tidak dilaksanakan maka akan terjadi bencana.

Oleh karena itu upacara sesaji yang diberikan pada upacara Labuhan ini menjadi sebuah kepercayaan dan juga pelajaran dalam kehidupan. Masyarakat setempat memang mempercayai bahwa hidup telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Gunung Merapi yang masih aktif ini juga sewaktu-waktu bisa saja mengancam banyak nyawa. Namun upacara ini juga merupakan sebuah keharusan sebagai wujud menjaga keseimbangan alam.

4. Daun perubah kehidupan di Gunung Kawi

Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat di Indonesia sebagian besar masih percaya dengan hal gaib termasuk juga pesugihan. Cara ini banyak diminati oleh kalangan yang ingin hidup mewah dengan cara instan. Oleh karena itu Gunung Kawi dikenal sebagai salah satu gunung di Jawa Timur yang dijadikan tempat betapa untuk bisa menjadi kaya raya. 

Sayangnya cara ini tidaklah mudah dan kadang harus merelakan nyawa keluarga untuk dijadikan tumbal pesugihan. Seseorang yang melakukan melakukan pesugihan ini harus bertapa selama tiga hari dan melakukan ritual khusus untuk mendapatkan daun pohon Dewandaru. Daun yang telah didapatkan ini disimpan di balik bantal. Kemudian kekayaan itu akan datang menghampiri. Duh, tapi yang begini jangan ditiru deh ya daripada nanti keluarga kesayangan kamu jadi korbannya.

5. Keinginan anak gimbal di Dataran Tinggi Dieng

Dalam masyarakat Dieng ada sebuah misteri mengenai anak berambut gimbal atau disebut gembel. Rambut gembel ini bukan sembarangan atau sengaja dibuat tapi ini dianggap sebagai anugerah. Konon sekitar 600-an tahun silam Dieng dihuni oleh banyak dewa dewi Hindu dari kerajaan Mataram Kuno. Dewa dewi ini mendapatkan perintah dari Nyi Roro Kidul untuk menyejahterakan masyarakat setempat. Kemudian muncul anak berambut gembel yang selalu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dieng.

Saat anak berambut gembel ini tumbuh dan bisa berbicara kemudian memiliki permintaan yang terkesan aneh tapi konsisten, maka saat itulah rambut anak tersebut dipotong. Namun sebelum dipotong permintaan dari anak itu harus dituruti. Dan pemotongan rambut anak gembel ini akan diadakan pada ritual khusus bernama Dieng Culture Festival. Acara ini juga terbuka untuk umum yang dapat disaksikan setiap bulan Agustus.

Kalian boleh percaya atau pun nggak untuk kisah legenda di atas. Namun ini merupakan bukti sebagai keberagaman budaya dan adat yang ada di Indonesia salah satunya dalam menghargai alam. Benar nggak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES