Inilah Kisah Angker dari Gunung Ciremai yang Membangunkan Bulu Kudukmu

02 Agustus 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 meter dari permukaan laut ini merupakan atap tertinggi di Jawa Barat. Selain menjadi incaran bagi para pendaki karena keindahan panoramanya, gunung ini juga punya jalur yang menantang sehingga meninggalkan pengalaman tersendiri bagi setiap orang yang pernah menapaki kakinya di gunung ini. Namun, di balik itu semua, Gunung Ciremai yang tergolong gunung merapi ini menyimpan banyak kisah mistis yang menyelimuti gunung ini. Terutama kisah keangkerannya yang semakin santer dibicarakan karena banyaknya kaum urban yang tertarik untuk menjelajah gunung.

Nah, buat kamu yang akan mendaki Gunung Ciremai, cek dulu yuk kisah mistis yang telah beredar, supaya kamu bisa siapin mental untuk mendaki ke sana. Langsung aja yuk simak ulasan keangkeran Gunung Ciremai di bawah ini!

1. Sosok Nyi Lingga

Nyi Lingga merupakan salah satu sosok yang dianggap sebagai penunggu kawasan Batu Lingga di Gunung Ciremai. Nyi Lingga juga berkaitan dengan salah satu sosok Wali Songo, Sunan Gunung Jati. Konon, Nyi Lingga ini adalah sosok yang meneruskan persemedian Sunan Gunung Jati di batu besar yang disebut dengan Batu Lingga. Ia juga ditemani oleh dua macan tutul untuk mendapatkan ilmu kanuragan. Namun, di tengah persemediannya tersebut ia gagal dan meninggal. Anehnya macan tutul yang selalu menemaninya ini tak ada dan menjadi salah satu kejanggalan yang misterius. Sehingga muncul mitos bila ada sosok nenek tua dan macan tutul di kawasan Batu Lingga ini merupakan sosok gaib dari Nyi Lingga dan hewan buas kesayangannya.

2. Suara gamelan yang misterius

Terdengar sedikit tak logis kalau kita berada di gunung dan mendengar suara gamelan. Namun, hal ini sering dialami oleh para pendaki. Mitosnya, suara gamelan ini merupakan ucapan selamat datang yang berasal dari penghuni gunung. Di sisi lain ada juga yang berpendapat suara tersebut merupakan bunyi yang berasal dari makhluk halus yang ingin mengecoh konsentrasi pendaki agar mereka tersesat dan keluar dari jalur pendakian. So, guys tetap fokus dan perhatikan jalur ya karena banyak kejadian pendaki hilang dari jalur yang telah ditentukan.

3. Tanjakan Bapa Tere

Tanjakan Bapa Tere ini merupakan salah satu tanjakan yang sangat terjal hingga sering disebut sebagai tanjakan penyiksaan. Kamu akan melewati jalur ini saat akan menuju puncak melalui jalur Linggarjati kawasan Kuningan, Jawa Barat. Di sini kekuatan fisik akan sangat diuji karena kamu harus menanjak dengan cara merangkak. Konon, jalur tanjakan ini disebut sebagai Bapa Tere karena cerita zaman dulu pernah ada sosok ayah tiri yang mengajak anaknya mendaki gunung ini. Namun, anak ini dibunuh persis saat berada di tanjakan tersebut.

4. Tradisi menghindari makhluk gaib

Salah satu tradisi yang unik ini dibenarkan oleh seorang juru kunci Gunung Ciremai bernama Maman. Ia sering kali memberikan wejangan kepada para pendaki agar menghentakkan kaki ke bumi sebanyak tiga kali dan mengucapkan salam agar bisa terhindar dari makhluk gaib. Hal ini terjadi karena mitosnya dulu banyak manusia yang mengendarai kuda meninggal karena tidak kuat menerima tugas dari para penjajah Belanda.

5. Jalak dan tawon hitam

Keberadaan jalak dan tawon hitam ini semakin menambah keangkeran Gunung Ciremai. Biasanya binatang ini akan kamu temui saat berada di pos VI atau pos pengalap. Keberadaannya menjadi sangat misterius karena dua binatang tersebut seakan-akan mengantarkan para pendaki saat akan melintasi Pos Pengalap menuju Pos Seruni. Masyarakat setempat percaya binatang tersebut tidak akan mengganggu para pendaki selama para pendaki tidak mengusik kedatangan binatang tersebut.

Nah, itulah kisah misterius yang membuat Gunung Ciremai semakin angker. Hal ini merupakan sebuah peringatan untuk kita agar tetap menjaga sikap, perbuatan, dan juga ucapan di mana pun kita berada. Terutama saat berada di alam bebas seperti hutan dan gunung yang masih kental dengan aura mistis. Hal penting lainnya, kita juga tetap harus menjaga kebersihan dan tidak melakukan aksi vandalisme agar anak cucu kita kelak masih bisa merasakan indahnya alam semesta ini, guys! 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES