Dukun Mozambique Sedang Beraksi, Kamu yang Berkepala Botak Harus Hati-hati !

15 Juni 2017
|Romlah Sundari
87SHARES

Praktik dukun atau sihir merupakan budaya kuno yang terdapat di berbagai negara. Meski kini sudah banyak ditinggalkan, namun praktik sihir masih dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Terlebih di negara-negara yang masih berkembang, praktik sihir masih sering ditemukan. Salah satunya adalah di Mozambique.

Di negara ini, masyarakat masih sangat percaya kepada ilmu hitam dan sihir. Praktik sihir masih banyak ditemukan di Mozambique. Tidak hanya untuk menyembuhkan orang, para dukun ini juga melakukan hal-hal lain seperti membuat jimat, menolak bala, melakukan upacara ‘pembersihan’, hingga pesugihan. Praktik sihir sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat di Mozambique. Bahkan dukun atau dokter tradisional diakui oleh pemerintah dan memiliki organisasinya sendiri.

Pasalnya, praktik sihir di Mozambique tidak selalu dilakukan dengan aman. Mereka dikenal suka menggunakan organ tubuh manusia sebagai bagian dari ritual sihirnya. Karena itu, Mozambique dikenal sebagai negara dimana perdagangan organ sangat marak. Korban yang diambil organnya seringkali merupakan pengungsi dari negara-negara lain di Afrika. Mereka dibunuh dan diambil organnya untuk dijadikan bagian dari ritual penyembuhan.

Belakangan ini, dukun Mozambique kembali beraksi. Kali ini target mereka adalah laki-laki dengan kepala botak, menurut polisi setempat. Hal ini dinyatakan oleh pihak kepolisian Mozambique karena telah terjadi 5 pembunuhan terhadap laki-laki dengan kepala botak yang terjadi di Mozambique beberapa minggu terakhir. Kelima korban tidak hanya dibunuh, namun juga dimutilasi dan beberapa organ tubuhnya menghilang.

Pembunuhan terhadap laki-laki botak di Mozambique dilakukan berdasarkan kepercayaan lokal bahwa kepala laki-laki botak mengandung emas dan dapat mendatangkan kekayaan bagi orang lain. Diduga, organ tubuh kelima korban pembunuhan ini digunakan dalam ritual pesugihan untuk mengundang kekayaan. Kepercayaan yang berbahaya ini kini menjadi ancaman bagi setiap laki-laki botak di Mozambique.

Pembunuhan tertarget seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Mozambique. Beberapa tahun sebelumnya, warga albino menjadi target pembunuhan para dukun dan praktisi sihir di Mozambique. Tercatat, sudah terjadi 18 pembunuhan terhadap warga albino dan 5 orang lainnya dinyatakan menghilang. Diduga pembunuhan warga albino ini juga dilakukan sebagai bagian dari ritual sihir.

Ternyata takhayul dan kepercayaan yang tidak tepat dapat menimbulkan tragedi kemanusiaan. Mozambique bukan satu-satunya negara yang melakukan pembunuhan berbasis kepercayaan. Jerman adalah contoh negara yang pernah melakukan pembantaian terhadap satu etnis secara besar-besaran dengan hanya berdasar pada kepercayaan pemimpinnya bahwa etnis tersebut membawa pengaruh buruk. Indonesia pun tidak terhindar dari kesalahan yang sama, beberapa kali di Indonesia, sentimen antar ras, etnis, dan agama memicu konflik dan peperangan. Padahal stigma negatif yang kita sematkan pada kelompok lain sebenarnya hanyalah bagian dari kepercayaan kita semata. Sudah saatnya hal-hal konyol seperti ini berakhir. Sudah saatnya kita sebagai anak muda untuk menebarkan pesan perdamaian.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
87SHARES