Dari Bulan Sakit Hingga Diserang, Inilah 7 Mitos Gerhana Bulan yang Dipercaya. Aneh!

www.space.com

Sebelum adanya sains, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini termasuk fenomena-fenomena alam, ditafsirkan sebisa mungkin menurut kepercayaan, tradisi, dan alam sekitar oleh masing-masing kelompok masyarakat. Setelah adanya sains, banyak juga yang ternyata cara pandang mereka terbukti tidak benar dan tak lebih dari mitos belaka. Meskipun demikian, banyak juga mitos yang terus bertahan turun-temurun hingga masih dikenal hingga sekarang.

Salah satunya adalah mitos-mitos tentang gerhana bulan. Kalau di Indonesia, kita tahu mitos merakyat terjadinya gerhana bulan adalah karena bulan dimakan raksasa. Wah, kalau di negara-negara lain apa saja ya mitosnya? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tujuh dari banyak mitos gerhana bulan yang ada di luar negeri sana.

1. Menghindari makanan (India)

gadgets.ndtv.com

Di India, salah satu mitos yang populer ketika terjadi gerhana, baik bulan maupun matahari, adalah menghindari makan, minum, dan memasak. Hal itu didasari dari kepercayaan bahwa makanan akan lebih cepat membusuk dan basi ketika tidak ada sinar matahari. Jadi, dengan tidak makan ketika terjadi gerhana, mereka akan terhindar dari gangguan pencernaan.

2. Bulan sedang sakit (Amerika Serikat)

commons.wikimedia.org

Bagi masyarakat suku Luiseño di California Selatan, gerhana bulan berarti menandakan bahwa bulan sedang sakit. Kepercayaan itu pun kemudian menggerakkan mereka untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu keagamaan atau doa agar bulan segera sehat alias muncul kembali.

Mitos itu hampir mirip dengan yang ada di masyarakat suku Hupa, penduduk asli Amerika dari California Utara. Suku Hupa mempercayai bahwa bulan memiliki 20 istri dan banyak hewan peliharaan. Nah,  ketika bulan “menghilang”, itu berarti bulan sedang terluka karena diserang oleh hewan-hewan peliharaan yang tidak dibawakannya cukup makanan. Setelah istri bulan datang untuk melindungi dan memulihkan kesehatannya, berakhirlah gerhana dan bulan pun muncul lagi.

3. Setiap perbuatan akan mendapatkan berlipat-lipat balasan (Cina)

www.scmp.com

Masyarakat umat Buddha di Tibet, Cina, percaya bahwa perbuatan baik dan buruk yang dilakukan ketika terjadi gerhana bulan akan mendapatkan berlipat-lipat balasan. Ya bisa dibilang waktu selama terjadi gerhana itu adalah salah satu momen berharga bagi mereka untuk meningkatkan amal kebaikan.

4. Bulan dimakan jaguar (Amerika Selatan)
news.nationalgeographic.com

Mitos yang ada di masyarakat suku Inka ini mirip dengan mitos gerhana bulan yang populer di negara kita, beda di pelaku yang memakan bulan saja. Ketika gerhana terjadi, mereka percaya bahwa bulan sedang diserang dan dimakan jaguar sehingga mereka pun lalu akan membuat anjing-anjing menggonggong dan suara keributan lainnya untuk mengusir dan menghentikan aksi jaguar sekaligus mencegahnya agar tidak turun ke bumi untuk memakan manusia.

5. Bulan dimakan naga (Cina)
curiosity.com

Mitos bulan “dimakan” kayanya emang populer deh ya di mana-mana. Menurut mitologi Cina, gerhana bulan terjadi karena bulan sedang dimakan oleh naga, sang “energi matahari”. Untuk menyudahi aksi naga tersebut, orang-orang Cina dulu biasanya membuat suara-suara berisik, seperti memukuli genderang. Konon, Angkatan Laut Cina juga pernah menembakkan meriam selama berlangsungnya gerhana bulan karena kepercayaan tersebut.  

6. Serangan iblis (Mesopotamia)

www.atlasobscura.com

Bagi bangsa Mesopotamia kuno atau sekarang Irak, gerhana bulan dipercaya sebagai momen bahwa bulan sedang diserang oleh tujuh iblis. Mereka juga percaya bahwa serangan juga akan terjadi pada raja (raja melambangkan bumi bagi bangsa Mesopotamia). Untuk menyiasatinya, raja pengganti selalu disiapkan di setiap waktu yang telah mereka prediksi akan terjadi gerhana bulan. Raja asli menyamar sebagai rakyat biasa. Setelah gerhana berakhir, raja asli akan kembali ke takhtanya, sedangkan raja penggantinya akan dibuang, bahkan konon mereka dibunuh dengan diracun.

7. Perseteruan antara bulan dan matahari (Togo dan Benin)

habitatio000.blogspot.co.id

Perseteruan antara bulan dan matahari adalah mitos terjadinya gerhana bulan yang hidup hingga kini di masyarakat Batammaliba di Togo dan Benin, Afrika Barat. Ketika gerhana berlangsung, warga akan menghentikan perseteruan yang terjadi antara bulan dan matahari, yaitu dengan cara mereka berkumpul, saling memaafkan kesalahan satu sama lain, dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada dengan cara damai. Wah, positif juga tuh.

 

Asyik juga kan menyimak mitos-mitos gerhana bulan? Meskipun mitos, bukan berarti kita tidak perlu untuk mengetahuinya. Pengetahuan tentang mitos nggak kalah penting juga kok. Kita dapat mengetahui alam pikir masyarakat setempat dan menjelaskan berbagai fenomena sosial yang ada dalam masyarakat tersebut. Hanya saja, kita harus pandai dalam menyikapinya, ya. Jangan semuanya diterima mentah-mentah sebagai sebuah kebenaran.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Punya Banyak Istri, Pria ini Jago Urus Kebutuhan Batin, Sampai Istri Lainnya Ikut Lakukan ini - Keepodotme

Punya Banyak Istri, Pria ini Jago Urus Kebutuhan Batin, Sampai Istri Lainnya Ikut Lakukan ini - Keepodotme

Zaman Modern tapi 7 Benda Berbau Mistis Ini Masih Dijual Online, Emang Laku?

Zaman Modern tapi 7 Benda Berbau Mistis Ini Masih Dijual Online, Emang Laku?

6 Cara Melangsingkan Badan Dengan Cerdas Dalam Seminggu - Keepodotme

6 Cara Melangsingkan Badan Dengan Cerdas Dalam Seminggu - Keepodotme

Untuk Dianggap Dewasa, Wanita di 7 Suku Ini Harus Melalui Tradisi yang Sadis!

Untuk Dianggap Dewasa, Wanita di 7 Suku Ini Harus Melalui Tradisi yang Sadis!

Hebatnya Media Sosial, Pencuri Motor ini Mendadak Insyaf dan Mengembalikan Motor yang Telah Dia Curi - Keepodotme

Hebatnya Media Sosial, Pencuri Motor ini Mendadak Insyaf dan Mengembalikan Motor yang Telah Dia Curi - Keepodotme

Dari Pemuja Setan Hingga Elit Global, Inilah 7 Perkumpulan Rahasia Mengerikan di Dunia!

Dari Pemuja Setan Hingga Elit Global, Inilah 7 Perkumpulan Rahasia Mengerikan di Dunia!

loading