Cerita Mistis di Balik Keanggunan Jembatan Cincin yang Bisa Membuatmu Merinding

24 September 2017
|Mohammad Syahrial
513SHARES

Beratus tahun Belanda menjajah bangsa kita. Ada banyak bangunan peninggalan belanda yang hingga kini masih berdiri di tanah air kita. Sayangnya, banyak dari bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang kini sudah tidak terawat dan hanya menyisakan kesan mengagumkan sekaligus menyeramkan. Seperti yang terjadi pada Jembatan Cincin. Sebuah jembatan yang menjadi penghubung antara desa Cikuda dengan desa Cisaladah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Jembatan ini dibangun tahun 1918 oleh Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf, perusahaan kereta api milik pemerintahan Belanda. 

Jembatan ini dulunya berfungsi sebagai lintasan kereta api yang membawa hasil perkebunan dari Jatinangor menuju Bandung. Awalnya pembangunan jembatan ini ditolak oleh masyarakat setempat namun karena ketakutan akhirnya masyarakat sekitar dengan terpaksa menyepakati pembangunan jembatan ini asalkan tidak mengganggu komplek pemakaman di bawahnya tempat Mbah Jambrong, tokok ulama setempat, dimakamkan. Namun semenjak kedatangan Jepang ke Indonesia, jembatan ini tidak dipakai lagi, dan besi-besi relnya pun dicabut.

Kini Jembatan Cincin masih digunakan sebagai akses yang menghubungkan dua desa, Cikuda dan Cisaladah. Selain sejarahnya, Jembatan Cincin memiliki banyak kisah mistis yang berkembang di masyarakat. Berikut cerita-cerita mistis yang telah YuKepo rangkum buat kamu. bacanya sambil tetep liat sekitar kamu ya.

Pada suatu malam seorang mahasiswa yang kos di wilayah Cikuda berjalan pulang dari kampus menuju kosannya. Mahasiswa ini sebenarnya sudah biasa melewati Jembatan Cincin, karena memang ini jalan terdekat yang menghubungkan tempat kosnya dengan kampus. Namun malam itu mahasiswa tersebut merasa merinding ketika hendak melewati Jembatan Cincin yang saat itu belum memiliki penerangan. Ketika kakinya telah melangkah di atas jembatan cincin, langkahnya semakin ragu. Dan sesampainya di tengah jembatan, ia melihat sosok wanita yang sedang jongkok sendirian mengenakan daster berwarna putih kecoklatan. Sempat ketakutan, mahasiswa itu memutuskan untuk jalan terus. Ketika ia berada tepat di samping wanita itu, mahasiswa itu terkejut karena langkahnya ditahan oleh wanita misterius tersebut. sambil menangis, wanita itu menanyakan tentang seseorang yang bernama Kang Darman.

Mahasiswa tersebut sambil terkejut campur takut menjawab bahwa dirinya tidak tau keberadaan Kang Darman. Namun wanita itu justru semakin kencang tangisannya. Setelah melepaskan pegangan tangannya, wanita tersebut berlari lalu kemudian menjatuhkan dirinya ke bawah jembatan. Mahasiswa yang pandangannya terus mengikuti wanita tersebut terkaget-kaget karena ketika wanita itu melompat sosoknya langsung hilang sebelum menyentuh tanah. Keesokan harinya mahasiswa itu, menceritakan kejadian tersebut pada warga sekitar dan menurut warga sekitar sosok yang dilihatnya ialah Neng Asih, penunggu jembatan cincin. Konon kabarnya dulu Neng Asih ini bunuh diri melompat dari Jembatan Cincin karena tidak jadi dinikahi oleh Kang Darman, seorang mandor, padahal ketika itu Neng Asih sedang mengandung anak dari Kang Darman. Duh, jadi merinding...

Malam telah larut, dua orang mahasiswa baru pulang dari kegiatan di kampusnya. Jembatan Cincin ini memang berada dekat dengan salah satu universitas negeri di Jatinangor. Dua orang ini memang sudah biasa melewati Jembatan Cincin dan sebelumnya belum pernah terjadi hal-hal mistis yang menimpa mereka ketika melewati jembatan ini. Ketika mereka berdua melewati jembatan ini sambil melihat pemandangan malam di sekitarnya, tiba-tiba salah seorang dari mereka menunjuk satu titik sambil memberi tau temannya.

Titik berwarna merah yang semakin lama semakin mendekat dan membentuk sesosok tubuh yang melayang dengan jubah merah. Sosok tersebut melayang lewat di depan mereka berdua yang kian terpaku. Ketika melayang tepat di depan mereka berdua, sosok tersebut melihat ke arah mereka berdua sambil menyeringai lalu kemudian terus melayang sampai akhirnya menghilang. Sosok tersebut berambut panjang, dan wajahnya putih pucat. Kedua mahasiswa itu terdiam tidak bergerak untuk beberapa saat lalu dengan cepat berlari sekencang-kencangnya. Coba lihat di atas kamu, guys!

Wilayahnya yang sangat dekat dengan sebuah universitas membuat daerah sekitar Jembatan Cincin ini dipenuhi oleh kos-kosan, Dan tidak jarang para mahasiswa penghuni kos-kosan di sekitar jembatan cincin ini mengalami kejadian-kejadian mistis bahkan melihat makhluk-makhluk halus. Seperti yang dialami oleh seorang mahasiswa yang tinggal di kos-kosan yang berada tepat di ujung jembatan cincin. Ceritanya pada dini hari, dirinya keluar kamar karena kebelet pipis. Kamar mandi kosannya memang berada di luar kamarnya sehingga jika dia ingin buang air kecil pada larut malam, dirinya harus melawan dingin dan rasa takut untuk ke kamar mandi.

Pada hari-hari sebelumnya, penghuni kamar lain banyak yang bercerita bahwa pintu kamarnya diketuk pada tengah malam dan ketika pintu dibuka tidak ada seorangpun di luar kamar. Nah, setelah mahasiswa tadi keluar dari kamar mandi, dirinya menyempatkan diri untuk melihat keadaan di lantai 1 (kamarnya berada di lantai 2). Namun dirinya begitu terkejut ketika dia melihat ke bawah, dia melihat Mr. Popo sedang mengetuk pintu kamar di lantai satu dengan membentur-benturkan kepalanya ke pintu, lalu menghilang kemudian muncul kembali ke pintu lain dan membentur-benturkan kepalanya lagi ke pintu di depannya. Karena ketakutan, mahasiswa tersebut langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya, mengunci pintu dan masuk ke dalam selimut. Hati-hati dengan ketukan pintu ya, guys!

Itu dia beberapa cerita mistis di balik keanggunan Jembatan Cincin di Jatinangor. Sebenarnya masih banyak cerita mistis yang beredar di masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan ini. nanti kita lanjut lagi ya, guys. Tetap waspada ya. Ingat, dia ada di sekitarmu!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
513SHARES