Begini Nuansa Mistis Ritual Saulak, Tradisi Pranikah Suku Mandar di Banyuwangi. Berani Datang?

17 Desember 2017
|Lulu Lukyani
0SHARES

Buat kamu yang masih memegang teguh adat istiadat, pasti tahu dong rentetan ritual yang harus dilaksanakan ketika merayakan sesuatu misalnya menikah. Gak seperti orang-orang yang gak peduli dengan adat istiadat kesukuannya, nikah ya tinggal ke KUA dan salaman di resepsi. Nah buat orang yang masih menaati adat, menikah harus melewati berbagai ritual yang kalau gak tulus menjalaninya, pasti terasa rumit. Tapi demi menghormati leluhur, ritual-ritual itu harus tetap dilaksanakan.

Seperti yang dijaga oleh Suku Mandar di daerah Banyuwangi ini. Ketika salah satu anggotanya menikah, mereka harus melakukan ritual Saulak yang sudah diturunkan dari pendahulunya. Emang gak mudah, tapi bagi mereka selain merawat tradisi, melakukan ritual Saulak ketika menikah juga dianggap mampu menenangkan hati mereka yang akan menikah beserta keluarga-keluarganya. Mau tahu kayak gimana ritual Saulak di Banyuwangi? Yuk  langsung aja kepoin!

Ritual Saulak adalah tradisi jelang pernikahan yang dikenal kental dengan nuansa mistis. Saulak biasanya dipimpin oleh seorang Passali yang memandu jalannya adat ritual Saulak dari awal hingga akhir. Seperti upacara adat lainnya, upacara Saulak juga memerlukan beberapa sesaji. Biasanya sesaji yang dihadirkan ketika ritual Saulak adalah bunga tiga rupa, pisang, tumpukan baju, tumpeng kecil, dan beberapa colok yang dibakar.

Setelah persiapan lengkap, anggota keluarga akan membentuk lingkaran sebelum upacara dimulai. Ketika upacara sudah dimulai, calon mempelai wanita masuk ke tempat acara, dan menempati tengah lingkaran yang dibuat oleh keluarga. Payung kemudian dibuka di atas calon pengantin wanita dengan ditemani tombak. Passali yang bertugas akan merapal doa sambil melumuri sebutir telur dengan minyak untuk dioleskan ke tubuh calon pengantin perempuan. Sementara itu, tumpukan kain dan baju diletakkan di atas wajah calon mempelai sebelum dipegang oleh anggota keluarga hingga tiga kali putaran. 

Upacara dilanjutkan dengan meletakkan tumpeng dan pisang di atas perut calon pengantin perempuan. Tumpeng dan pisang tersebut kemudian diputar dan di sinilah nuansa mistis mulai terasa. Mistisnya, nampan yang berisi tumpeng dan pisang seperti menempel pada perut dan sangat sulit diangkat. Passali kemudian memastikan apakah nampan tersebut menempel dengan baik atau tidak. 

Anggota keluarga pun bergiliran untuk menarik nampan. Mulai dari ayah calon mempelai, yang jika tidak berhasil menarik nampan akan dilanjutkan oleh ibu calon mempelai. Nampan tersebut memang tidak bisa ditarik begitu saja. Konon, nampan baru bisa ditarik setelah meminta syarat-syarat tertentu seperti cincin atau benda lainnya.

Bahkan, pernah juga baru bisa lepas ketika ditarik oleh orang yang kebetulan lewat di depan rumah. Mistis tapi unik juga ya? Selama ritual Saulak berlangsung, ada laki-laki yang bertugas bagian bawah dua gelas agar keluar bunyi-bunyian. Ini adalah syarat agar ritual Saulak berjalan lancar dari awal hingga akhir. Ketika nampan sudah berhasil ditarik dari perut calon mempelai perempuan, upacara dilanjutkan dengan ritual serupa yang akan dilakukan oleh calon mempelai laki-laki. 

Itu dia ritual Saulak yang ada di banyuwangi. Gimana? Seru kan? Pernikahan menjadi sesuatu yang benar-benar sakral, yang dateng juga gak cuma orang, tapi makhluk gaib juga dateng dan meramaikan. Hmm, kira-kira kamu mau nggak nih menjalani ritual seperti ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES