Bangkawan: Rumah Tengkorak Suku Dayak Dusun yang Mengerikan di Kalimantan

31 Juli 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa. Salah satunya adalah suku Dayak yang punya banyak keunikan tersendiri. Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan yang memiliki beragam tradisi dan adat yang mungkin terkesan menyeramkan. Salah satunya adalah tradisi membangun rumah tengkorak yang disebut dengan Bangkawan. Tradisi atau kebiasaan ini tentu memiliki makna tersendiri bagi suku Dayak. Nah, apa maknanya? Langsung aja yuk cek penjelasannya supaya kamu lebih tahu budaya yang ada di tanah air ini.

Kebiasaan yang terkesan mengerikan ini ternyata nggak dijalankan oleh semua suku Dayak. Kebiasaan ini hanya dijalani oleh suku Dayak Dusun yang berada di Kalimantan Utara. Setiap desa di sini memiliki rumah kecil yang dibangun sebagai rumah Bangkawan yang diisi oleh tengkorak dari penduduk setempat. Konon rumah yang terbuka pada bagian depannya ini berisikan tengkorak yang menjadi simbol kehebatan para pahlawan desa.

Asal tengkorak ini bukan berasal dari orang yang sembarangan. Tengkorak ini di dapat dari kegiatan perang, para musuh yang telah gagal kepalanya di penggal dan dibawa ke desa sebagai bukti kemenangan. Kemudian pahlawan yang telah menang ini akan disambut dengan suka cita oleh para gadis desa kemudian dilanjutkan dengan upacara pembersihan sial. Upacara ini bermaksud untuk mengusir roh jahat sehingga para pahlawan yang telah menang ini kembali dalam kondisi suci.

Bangkawan sendiri dianggap sebagai simbol keberkahan dan juga keselamatan bagi suatu desa karena tengkorak dari hasil peperangan ini mitosnya memiliki aura dan kekuatan besar untuk menjaga sebuah desa dari gangguan lawan. Selain itu Bangkawan dianggap sebagai keberkahan karena bisa mendatangkan banyak kemakmuran salah satunya adalah hasil panen yang melimpah ruah.

Selanjutnya, para suku Dayak Dusun ini percaya bahwa para pahlawan yang telah terjun ke medan perang memiliki semangat yang hebat. Hal ini sangatlah penting, konon bila mereka tidak percaya diri ini bisa membahayakan diri mereka karena akan tertimpa musibah bertubi-tubi hingga kematian akan mengancam mereka. Oleh karena itu para pahlawan ini harus tetap menjaga semangatnya meskipun telah berpulang dari medan peperangan.

Itulah sekilas tentang Bangkawan yang masih kental dengan aura magis dan kisah tragis di dalamnya. Apa pun yang menjadi alasan pada suku ini, tradisi dan berburu tengkorak juga sudah berkurang karena peperangan bukanlah hal yang baik karena mereka mulai menjaga kedamaian antarsuku. Nah, hidup damai itu lebih indah dan sejahtera kok.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES