5 Tradisi Menyeramkan di Berbagai Belahan Negara Ini Bikin Badan Ngilu!

07 Februari 2018
|Ani Nur Cholifah
1SHARES

Tradisi dalam setiap negara atau daerah memiliki keunikan yang menjadi khas daerah tersebut. Bukan hanya Indonesia yang terkenal dengan tradisi unik tapi ada negara lain yang juga masih melestarikan keunikan tradisi mereka. Mulai dari tradisi melahirkan, pernikahan, kedewasaan hingga kematian selalu memiliki keunikan dan makna tersendiri. Keunikan yang tercipta sejak zaman dahulu ini juga menjadi daya tarik yang sering membuat orang lain terpukau dan penasaran.

 

Tradisi yang unik dan menakjubkan sudah seringkali kita lihat dan dengar. Namun ada juga tradisi-tradisi yang terlihat mengerikan karena berbahaya. Nah, tradisi menyeramkan apa saja yang ada di berbagai dunia? 

Ritual ini mungkin sering kita tahu ada di Bali, Indonesia. Tradisi menyeramkan yang satu ini disebut dengan tooth filling. Sebenarnya tradisi ini adalah ritual keagamaan bagi para pemeluk agama Hindu. Ritual ini bisa membuat ngilu karena gigi dikikir dengan menggunakan besi yang masih berbentuk batang. Kebayang nggak gimana rasanya gigi yang digesek dengan kikir besi? Duh, merinding!

Tradisi menyeramkan yang satu ini adalah ritual kematian yang dilakukan oleh suku Yanomani di Brasil dan Venezuela. Ritualnya hampir sama dengan ritual di Bali yakni membakar mayat yang meninggal. Namun, para keluarga yang masih hidup akan memakan abu bakar mayat tersebut yang sudah dicampur ke dalam sup pisang. Kebayang nggak sih makan sup yang ada abu dari jasad anggota keluarga kamu sendiri?

Terdengar sangat tidak manusiawi, namun nyatanya tradisi melempar bayi ini sudah ada sejak 500 tahun lalu. Biasanya ada sekitar 200 bayi tiap tahunnya yang dilempar dari Kuil Sri Santeswar yang memiiliki ketinggian 50 kaki atau setara dengan 15 meter. Konon, tradisi yang dilakukan setiap awal bulan Desember ini bertujuan untuk mendatangkan kemakmuran, kesehatan dan keberuntungan bagi bayi yang dilempar. Usia bayi yang dilempar ini biasanya yang masih dalam hitungan bulan.

Tradisi selanjutnya berasal dari suku Lembah Baliem yang berada di Papua Barat, indonesia. Tradisi suku ini mungkin bisa membuat kamu merinding sekujur badan karena suku ini memotong jari mereka bila ada anggota keluarga yang meninggal. Biasanya mereka menggunakan alat yang masih tradisional bahkan ada yang melakukannya dengan cara menggigit hingga ruas jari mereka terputus. Rasanya sudah pasti sangat menyakitkan namun hal ini merupakan simbol kesetian dan rasa kesedihan karena telah kehilangan orang yang mereka sayang. Nah, banyak yang beranggapan bahwa tradisi menyeramkan ini dilakukan oleh seluruh anggota keluarga, nyatanya keluarga yang jarinya dipotong adalah para wanita atau ibu tertua dari keluarga. 

Kali ini tradisi menyeramkan datang dari suku Satere Mawe, Amazon, sebagai penanda kedewasaan seorang anggota suku. Tradisi ini biasa dilakukan oleh anak laki-laki suku tersebut yang beranjak menjadi laki-laki dewasa. Ia pergi ke hutan untuk mencari semut peluru yang konon katanya merupakan semut paling menyakitkan di seluruh dunia bila menggigit. Lalu setelah berhasil mendapatkan, semut ini akan disimpan pada tempat tertutup dan anak laki-laki tersebut memasukan tangannya ke wadah yang sudah berisi semut peluru. Anak laki-laki suku ini lantas akan menari sekitar 10 menit sambil menahan rasa sakit dari gigitan semut tersebut. Bila berhasil, maka dia akan dinyatakan sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang kuat.

Gimana nih, setelah kamu tahu berbagai tradisi menyeramkan di atas? Beruntung ya kamu nggak perlu merasakannya, jadi kamu nggak perlu melewati sakit yang mereka rasakan. Meskipun begitu, para suku dan warga yang masih melakukan tradisi ini juga patut diacungi jempol karena mereka masih memertahankan tradisi nenek moyangnya meskipun mungkin mendengarnya saja badan sudah terasa ngilu. Selain itu, ternyata tradisi di atas juga cukup unik dan punya makna yang mendalam, kok, nggak cuma menyiksa doang!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
1SHARES