Wow, Sepi Penonton di Negara Sendiri, Film “Turah” Justru Berhasil Ikuti Ajang Oscar

02 Oktober 2017
|Reza Pratama
380SHARES

Perfilman Indonesia memang sering dilihat sebelah mata di negeri sendiri. Pamor film-film Indonesia masih berada jauh di bawah film-film luar negeri. Tak bisa kita pungkiri, orang-orang masih lebih tertarik untuk menonton film Hollywood dibandingkan film karya negeri sendiri. Padahal kualitas film tanah air tak kalah bagus dari film-film luar negeri. Tentu jangan kita bandingkan dengan film-film horor Indonesia yang bernuansa 'esek-esek'. Masih banyak film karya anak bangsa yang memiliki cerita tak kalah bagus dengan film-film Hollywood, lho. Justru film-film dengan cerita apik ini seperti tak pernah memiliki kesempatan untuk berjaya di tanah sendiri. Salah satunya adalah film “Turah” yang belum lama ini diikutsertakan oleh PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) ke ajang Oscar.

Pasti kebanyakan orang masih asing dengan film besutan Wicaksono Wismu Legowo ini. Siapa sangka film besutannya yang bernuansa 'ndeso' ini mampu mewakili film Indonesia untuk mengikuti ajang bergengsi sekelas Oscar. PPFI sendiri telah menyeleksi 130 film tanah air, dan film yang dipilih dari 130 film tersebut adalah film Turah. Aktris senior Christine Hakim pun sekalu ketua penyeleksi sepakat memilih film Turah sebagai film yang layak diikutsertakan mengikuti ajang Oscar. Tentunya film Turah sendiri harus bersaing dengan film-film luar negeri dengan kategori Film Bahasa Asing.

Christine Hakim sendiri mengungkapkan film Turah memang bukan film dengan cerita terbaik, namun film ini sangat layak untuk masuk dan diikutseratakan ke dalam kategori Film Bahasa Asing di ajang Oscar. Film ini sendiri mengangkat kisah tentang problematika warga Kampung Tirang, Tegal, yang hampir kebanyakan warganya tak mengenal arti 'mimpi'. Mereka hanya mengharapkan belas kasihan dari para juragan kaya agar bisa menutupi kehidupannya sehari-hari.

Cerita film ini dianggap sesuai dengan krisis yang sedang hangat-hangatnya terjadi di berbagai belahan dunia. Walaupun memiliki cerita yang cukup sederhana, namun pesan di dalamnya sangatlah kuat. Para pemerannya sendiri sebagian besar warga lokal penduduk Kampung Tirang. Tentu saja apa yang mereka rasakan, bisa tersampaikan langsung kepada para penonton.

Namun, sayangnya film ini masih belum begitu diketahui oleh banyak orang, khususnya di Indonesia sendiri. Kenyataannya, film Turah sendiri hanya diputar di 16 layar di seluruh Indonesia. Itupun hanya dalam kurun waktu dua pekan saja. Tentu saja tak perlu kita tanyakan lagi animo masyarakat tentang film ini. Mungkin masih banyak yang lebih tertarik untuk menonton film luar negeri dibanding film berbahasa daerah sendiri. Walaupun begitu, semoga saja film Turah mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang Piala Oscar.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Drangan Trakioiot"
380SHARES