Penuh dengan Hal Klise, Film The Secret Berhasil Bikin Bulu Kuduk Nggak Jadi Meremang

28 April 2018
|Reza Pratama
0SHARES

Setelah pembuatan film Rafathar yang melempem, kini Raffi Ahmad kembali menjadi produser sekaligus pemain dalam film berjudul 'The Secret: Suster Ngesot Urband Legend'. Di bawah rumah produksi miliknya sendiri yakni RA Film, The Secret berisikan para artis terkenal tanah air. Sebut saja seperti Nagita Slavina, Marshanda, Raffi Ahmad, Roy Marten, Gisella Anastasia sampai Tyas Mirasih. Itupun belum ditambah dengan para pemain pendukung macam Nunung, Dede, Mongol, Caesar, dan masih banyak lagi. 

Mengangkat kisah hantu domestik, The Secret bercerita tentang seorang suster yang meninggal penasaran dan mencoba balas dendam kepada para orang-orang yang terlibat atas kematiannya. Selebihnya hanya berupa jumpscare, jumpscare, dan jumpscare. Itu pun letaknya sangat mudah untuk ditebak. Meskipun Raffi mengklaim jika The Secret berbeda dengan film horor lain, ternyata masih ada beberapa hal klise layaknya film-film horor Indonesia lainnya. 

1. Mengandalkan lagu dan permainan tradisional

Beberapa film horor belakangan ini, lagu tradisional anak-anak sepertinya menjadi ramuan anyar yang dianggap mampu menonjolkan kesan magis di dalam film. Sama seperti halnya Danur dan Kembang Kantil, The Secret pun seperti nggak mau kalah mengikuti trend horor ini. 

Menyisipkan permainan ‘Cing Ciripit’ lengkap beserta lagu berbahasa Sunda di beberapa adegannya, membuat film ini seperti tak punya cara lain untuk membangun suasana mencekam di dalamnya. Yang lebih lucunya, setelah Kanaya (Nagita Slavina), Kemala (Kanaya Gladys), dan Marsha (Marshanda) diganggu oleh kehadiran sosok suster ngesot yang menyeramkan, mereka bertiga dengan polosnya memilih bermain ‘Cing Ciripit’ sebagai pelepas rasa takut. Mungkin mereka bermaksud untuk mengundang suster ngesot untuk main bareng. 

2. Rumah sakit angker

Dilihat dari judulnya yang mengangkat kisah Suster Ngesot, tentu lokasinya pun nggak akan jauh dari rumah sakit. Sebuah rumah sakit angker, yang saat siang-siang pun masih terasa aura kelamnya. Tempat-tempat andalan di rumah sakit seperti kamar jenazah dan lorong rumah sakit, masih menjadi tempat pilihan untuk menakut-nakuti penonton. 

Lagi-lagi ada hal yang sedikit kurang masuk akal yang dibiarkan begitu saja di film ini. Saat Kanaya -anak dari orang kaya dengan deretan mobil-mobil mewah- mengalami kecelakaan, ia dirawat di sebuah rumah sakit dengan bangunan tua, gelap nan angker. Bahkan mungkin kamar pasiennya nggak lebih bagus dari Puskesmas. 

3. Kursi goyang, ayunan, dan piano masih jadi benda yang digunakan untuk menimbulkan kesan horor

Ayunan di bawah pohon besar, pintu menutup dengan sendirinya, piano besar berdebu di tengah ruangan, kursi goyang yang bergerak sendiri menjadi beberapa hal klise yang masih dimunculkan di film ini untuk membangun kesan mencekam. Tapi sayangnya, beberapa poin tersebut sudah terlalu sering kita lihat di banyak film horor. Jadi, tak ada banyak kejutan selain suara kehadiran suster ngesot yang terdengar sedikit aneh.

4. Efek asap di pagi, siang, sore, dan malam

Efek asap di malam hari memang menjadi ciri khas dari film-film horor. Namun jika hampir setiap adegan memunculkan efek asap, bukan kesan horor yang didapat, melainkan lebih terlihat seperti ada upaya dari pemerintah untuk menyebar gas fogging di sekitar lokasi syuting. 

5. Pingsan setelah berhadapan langsung dengan sosok hantu

Di film ini, pingsan seperti menjadi cara ampuh untuk menghindari diri dari serangan hantu. Kenapa? Karena di beberapa adegan memperlihatkan Kanaya (Gigi) dan Tedy (Raffi Ahmad) langsung pingsan begitu sosok suster ngesot berada di depan muka mereka. Anehnya, ini setan kenapa doyan banget bikin orang pingsan? Terus kalau memang dendam, kenapa nggak langsung dibunuh aja pas lagi pingsan?! 

Meski dibintangi artis-artis kondang tanah air, ternyata bukan menjadi tolok ukur bagus atau tidaknya sebuah film. Namun dari segi cerita, sebetulnya film ini sudah cukup bagus dengan plot twist di bagian akhir. Hanya saja, beberapa hal yang digunakan untuk membangun kesan horor terasa terlalu klise dan masih terlalu mengandalkan jumpscare. Selaku produser, Raffi Ahma sendiri berharap film ini bisa tembus sampai 3 juta penonton. 

Namun mengingat nama-nama beken yang ikut bermain di dalamnya, bukan sesuatu yang mustahil jika The Secret bisa mencapai angka tersebut.  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Drangan Trakioiot"
0SHARES