Lawakannya Masih Terasa Melempem, Kredibilitas Zombie di ‘Reuni Z’ Jadi Penyelamat Film

hiburan.metrotvnews.com

Salut mungkin menjadi kata yang tepat untuk mengapresiasi keberanian Soleh Solihun dalam menghadirkan sosok makhluk kebarat-baratan dalam film garapannya berjudul Reuni Z.  Di saat film-film horor Indonesia lain masih loyal dengan mempromosikan eksistensi dedemit asli bumi pertiwi, Reuni Z dengan mantapnya menjadikan zombie sebagai aktor utama di dalam cerita. Walau bukan film zombie pertama, sosok makhluk berliur dan bersuara tidak jelas ini dibuat se-mirip mungkin demi menciptakan suasana mencekam. 

Terlepas dari keberanian Soleh Solihun dan Monty Tiwa dalam merekrut zombie ke dalam filmnya, tak ada hal istimewa dari film Reuni Z. Selain ceritanya yang gampang diterka, iringan musik serta sinematografinya pun masih terasa biasa saja. Karena mungkin dari awalnya film ini diperkenalkan hanya sebagai film horor yang kental akan bumbu komedi. Tapi komedi yang disuguhkan pun kurang kuat.

Bagaimanapun, film ini masih bisa menjadi hiburan untuk kamu saksikan. Mungkin beberapa hal di bawah ini bisa jadi pertimbangan buat kamu yang mau nonton filmnya. 

1. Komedi yang ditawarkan hanya sekadar membuat kesan senyum pada penonton

www.instagram.com

Walau dari awal sudah dipromosikan sebagai film yang mengusung ‘horor tapi bodor’, ternyata film ini masih sulit untuk bisa memantik tawa penonton. Beberapa punch-line komedi masih terasa hambar dan diletakkan di adegan yang kurang tepat. Entah karena ekspektasi yang tinggi mengingat sang sutradara adalah seorang komika ternama, atau memang sengaja tidak ingin merusak suasana horor dengan lawakan yang terlalu kuat. 

Namun masalahnya, suasana horor dan adegan komedinya jadi terasa nanggung. Padahal pemeran-pemeran seperti Tora Sudiro, Soleh Solihun, Dinda Kanya Dewi adalah segelintir pemeran yang terkenal akan sisi humornya. 

2. Sosok zombie yang menyeramkan ternyata masih bisa tumbang hanya dengan tonjokan

hiburan.metrotvnews.com

Suasana tegang yang sudah dibangun dengan baik tiba-tiba buyar begitu saja saat tahu jika zombie menyeramkan bisa ditumbangkan dengan dua kali tonjokan. Berbeda dengan zombie-zombie di luar yang butuh ditembak atau dipenggal di bagian kepala sampai akhirnya bisa tumbang. 

Uniknya, zombie-zombie ini seperti menjadi makhluk pemilih. Bisa tumbang ditonjok oleh pemeran utama, tapi bisa tetap kuat saat dihantam oleh pemeran pembantu. Seperti ada keberpihakan antara tokoh utama dan tokoh cameo

3. Lebih memilih berlari dan bersembunyi dibanding meminta bala bantuan

id.bookmyshow.com

Mengambil setting tahun 2017, yang mana di tahun tersebut semua orang sudah sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Apalagi di ajang reuni yang hanya diadakan setiap tahun, bisa dipastikan smartphone adalah benda yang tak akan bisa dilepas begitu saja. Inilah yang membuat Reuni Z lagi-lagi meninggalkan lubang besar yang kurang tertata rapi untuk film zaman sekarang. 

Anehnya, tak ada satu pun yang berusaha untuk meminta bala bantuan lewat ponselnya masing-masing. Hanya sosok Jeffri lah satu-satunya yang berusaha meminta bantuan kepada polisi. Itu pun kedatangan aparat hanya berujung mati konyol. Mungkin orang-orang yang terjebak di sekolah ini memang menikmati dikejar-kejar zombie. 

4. Meski nggak banyak ngagetin, tapi suasana terasa mencekam
hiburan.metrotvnews.com

Iringan musik mendebarkan serta pengambilan gambar yang tepat menjadi racikan andalan yang selalu sukses dalam pembuatan film horor. Namun, di film Reuni Z kedua ramuan tersebut tidak begitu ditonjolkan dengan mantap. Meski minim iringan musik khas horor, adegan-adegan di Reuni Z tetap terasa mendebarkan karena suasana sekolah serta kepekaan zombie bikin aura film terasa mencekam.  

5. Akting serta riasan zombie terlihat meyakinkan
www.teen.co.id

Berbeda dengan dedemit asli Indonesia yang memang dari sananya udah serem, zombie sendiri membutuhkan riasan wajah serta akting yang bagus untuk menciptakan kesan menyeramkan sekaligus menjijikan. Untungnya, zombie-zombie di film Reuni Z benar-benar dibuat dengan niat. Mulai dari gaya berjalan, ngoceh nggak jelas, sampai air liur hijau pun dibuat seolah-olah makhluk ini memang mesti dimusnahkan. 

Rasanya Indonesia masih belum bisa untuk menyamai level horor komedi semacam Shaun of the Dead atau Zombieland. Karena selain belum berani menggelontorkan dana lebih untuk membuat set kota mati, dari segi teknologi pun masih belum sampai sana. Tapi dengan kehadiran Reuni Z, semoga sineas Indonesian ke depannya bisa terpacu untuk menciptakan horor komedi yang nggak sekadar hiburan receh, tetapi juga benar-benar ‘niat’ dalam segi visual efek dan cerita.   

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Jangan Remehkan Millenials, Jumlahnya Terus Meningkat dan Kelak Akan Mencapai Setengah Jumlah Penduduk Indonesia - Keepodotme

Jangan Remehkan Millenials, Jumlahnya Terus Meningkat dan Kelak Akan Mencapai Setengah Jumlah Penduduk Indonesia - Keepodotme

Teman Tapi Menikah: Kisahnya Viral dan Sukses di Pasaran, Tapi Bagaimana dengan Filmnya?

Teman Tapi Menikah: Kisahnya Viral dan Sukses di Pasaran, Tapi Bagaimana dengan Filmnya?

Sah! Kini Merpati Bisa Mengudara Lagi - Keepodotme

Sah! Kini Merpati Bisa Mengudara Lagi - Keepodotme

12 Perbedaan Wajah Karakter Utama di Serial Anime dan Live-Action, Mirip Nggak?

12 Perbedaan Wajah Karakter Utama di Serial Anime dan Live-Action, Mirip Nggak?

Demam ”Bohemian Rhapsody”, WargaNet Berkolaborasi Ciptakan Lyric Video Unik - Keepodotme

Demam ”Bohemian Rhapsody”, WargaNet Berkolaborasi Ciptakan Lyric Video Unik - Keepodotme

Tajirnya Melebihi Pangeran Arab, Inilah 10 Karakter Kartun Terkaya di Dunia. Gokil!

Tajirnya Melebihi Pangeran Arab, Inilah 10 Karakter Kartun Terkaya di Dunia. Gokil!

loading