Kenalan Yuk Sama Eddie Redmayne, Aktor Film Harry Potter Universe!

28 November 2016
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Eddie Redmayne adalah aktor kelahiran London tahun 1982 yang saat ini sedang mengalami naik daun (lagi) karena perannya dalam film Fantastic Beast and Where To Find Them yang dirilis baru-baru ini. Karirnya dalam dunia akting melonjak ketika doi sempat memerankan tokoh Colin Clark dalam film My Weeks With Marilyn (2011) dan tokoh Marius Pontmercy dalam film Les Miserables (2012). Setelah itu, nampaknya doi mengalami puncak karir saat memenangkan penghargaan aktor terbaik dalam ajang Academy Award, Golden Globe Award, dan BAFTA Award ketika memerankan Stephen Hawking dalam The Theory of Everything (2014). Tapi jangan salah lho, ternyata doi juga pernah jatuh namanya ketika sedang menggeluti karirnya sebagai aktor. Kira-kira apa tuh kasusnya? Kepoin aja dulu kisah-kisah seputar hidup doi di bawah sini!

1. Satu sekolah sama Pangeran William.

Ternyata, aktor yang dilahirkan dari pasangan Richard dan Patricia Redmayne ini pernah satu sekolah yang sama dengan Pangeran William, yaitu sekolah independen Eton College yang dibangun oleh King Henry VI. Mereka juga ternyata pernah satu tim rugby bareng lho. Dan kocaknya, Redmayne pernah bercerita bahwa dulunya Pangeran William sempet diperlakukan kasar dalam permainan rugby oleh teman-temannya karena doi bakalan ditakdirkan sebagai raja Inggris nantinya. Meskipun mereka akrab di masa sekolah, entah kenapa mereka jarang bertemu satu sama lain lagi semenjak Redmayne meninggalkan Eton.

2. Debutnya sebagai aktor adalah dalam film serial berjudul Animal Ark

Saat usianya menginjak 16 tahun, doi pertama kali tampil di layar kaca dalam serial Animal Ark yang diadaptasi dari buku serial untuk anak-anak dengan judul yang sama. Dalam serial tersebut, Redmayne berperan sebagai John Hardy yang hanya tampil dalam satu episode. Hardy adalah seorang anak yang mengalami stress saat dia mengetahui bahwa ayahnya diam-diam telah bertunangan dengan seseorang meskipun ibunya baru meninggal tiga tahun sebelumnya. Aktingnya dalam episode tersebut menarik simpati bagi para penonton sehingga namanya perlahan-lahan mulai populer di masyarakat film.

3. Pernah bohong demi dapet peran.

Dalam miniseries Elizabeth I yang dirilis pada tahun 2005, sutradara Tom Hopper mencari aktor untuk tokoh Southampton. Kebetulan tokoh tersebut nantinya akan diambil adegan saat sedang menunggangi kuda sehingga biar gak usah repot-repot lagi mencari stuntman dan sebagainya, Hopper mencari aktor yang bisa mengendalikan kuda di bawah tunggangannya. Redmayne yang saat itu ditawari peran tersebut tentunya ditanya terlebih dahulu mengenai kemampuannya dalam menunggangi kuda, dan ternyata doi menyanggupinya. Ternyata, pada saat syuting, adegan-adegan saat Southampton menunggangi kuda malah menjadi gagal berkali-kali karena pada kenyataannya Redmayne gak bisa mengendalikan kuda yang ditungganginya. Saking keselnya, Tom Hopper lantas meneriaki Redmayne lewat megaphone, ngomel-ngomel tentang kebohongan Redmayne dan menyuruh Redmayne mengikuti “sekolah kuda”. Hahaha.

4. Menjadi Duta Besar untuk British Film Educational Charity.

Meskipun Redmayne sempet mengecewakan orang-orang perfilman karena kebohongannya dalam penggarapan Elizabeth I, pada kenyataannya doi juga orang yang peduli sama perkembangan para sineas muda di Britania. Di Britania Raya, ada suatu program khusus yang mengikutsertakan anak-anak dari umur lima sampai sembilan tahun untuk memperoleh edukasi melalui film. Kesuksesan program ini dibuktikan dengan diadakannya berbagai festival film untuk anak muda di seantero Britania, dan Redmayne ditunjuk sebagai Duta Besar Inggris dalam program ini pada tahun 2014 karena dedikasinya dalam menyumbangkan dana dan tenaganya untuk kelancaran program.

5. Buta warna.

Penyakit yang satu ini emang penyakit yang sebenernya udah lumrah dengan tingkat yang berbeda-beda. Tapi, saking buta warnanya, doi bahkan sering kesulitan untuk memilih pakaian yang hendak dipakainya lho. Makanya, setiap dia mau bepergian, istrinya selalu memilih pakaian untuknya. Anehnya, doi pernah nulis disertasi yang membahas tentang warna lho. Kok bisa ya? Untung juga sih aktor setingkat dia bajunya bakal dipilihin sama tim produksi ketika syuting. Jadinya gak bakal amburadul.

6. Selain aktor, doi juga adalah seorang model.

Jadi aktor emang gak bakalan selalu dapet proyekan film setiap saat. Karena itu, Redmayne mengisi waktu luang dan mencari penghasilan alternatif dengan menjadi model fashion untuk pria-pria Inggris. Bahkan, pada tahun 2015, Redmayne tercatat sebagai salah satu dari 50 pria dengan setelan terbaik di majalah GQ. Padahal baju sehari-harinya dipilihan sama istrinya.

7. Dipuji secara personal oleh Stephen Hawking karena aktingnya.

Aktingnya dalam The Theory of Everything (2014) memang bisa dikatakan sebagai puncak karirnya sebagai aktor. Selain memborong beberapa penghargaan untuk aktor terbaik yang telah dicantumkan di atas, doi juga dipuji langsung sama Stephen Hawking yang tokohnya diperankan oleh Redmayne dalam film ini lho. Hawking mengatakan bahwa saat dirinya menonton film ini, dia benar-benar merasa seperti menonton dirinya sendiri. Mantap kan?

8. Dia sadar kalo dirinya terkenal saat orang memperhatikan dia ketika sedang tidur.

Jadi aktor yang memerankan film sekelas Hollywood emang otomatis bakal bikin dirinya jadi terkenal. Momen di mana Redmayne sadar bahwa dirinya udah terkenal tuh pada saat dirinya tertidur di pesawat saat sedang melakukan perjalanan. Ketika terbangun, orang yang duduk di sebelahnya bertanya kepada Redmayne apakah dirinya adalah orang penting atau bukan. Soalnya, saat Redmayne sedang tidur, orang di sebelahnya itu memperhatikan pramugari yang selalu terlihat secara sengaja menghampiri kursi Redmayne dan memperhatikan dirinya saat sedang tidur. Entah itu terjadi karena dirinya emang terkenal atau bisa aja pramugarinya yang emang aneh kelakuannya.

9. Mendapat penghargaan pemeran pembantu terburuk bersamaan dengan didapatkannya nominasi aktor terbaik.

Temen-temen udah pada nonton Jupiter Ascending (2015)? Film yang digarap sama sutradara dari trilogi The Matrix ini emang banyak mendapat kritik buruk dan termasuk film yang dianggap gagal. Eddie Redmayne yang turut bermain dalam film itu pun tidak luput dari celaan. Doi memenangkan penghargaan Raspberry Awards sebagai pemeran pembantu terburuk dalam film itu. Kocaknya, masih di tahun yang sama, Redmayne masuk ke dalam nominasi aktor terbaik dalam film yang dibintanginya bersama Alicia Vikander, yaitu The Danish Girl.

Jadi aktor emang harus siap ngerasain pahit manis dalam perjalanan karirnya. Kayak Eddie Redmayne nih. Diejekin sutradara gara-gara bohong, dapet penghargaan akting terburuk, tapi terkadang juga bisa dapet penghargaan sebagai aktor terbaik. Kalo sekarang sih kayaknya lagi naik daun nih gara-gara peran Newt Scamander. Hehehe.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES