Katanya Terlalu Sadis, 8 Film Ini Dilarang Tayang di Indonesia. Bikin Makin Penasaran!

17 September 2017
|Chandra W.
0SHARES

Sebagai salah satu bentuk karya seni kontemporer, film memikat penikmatnya melalui sebuah tayangan audiovisual yang memanjakan mata, telinga, dan pikiran serta perasaan. Ada banyak orang lebih suka menonton film ketimbang membaca buku. Alasannya: waktu yang dibutuhkan untuk memahami seluruh inti ceritanya lebih singkat. Karya seni mestinya dibiarkan bebas tayang di ruang publik.

Namun, pada kenyataannya, tak hanya satu-dua film yang dilarang tayang. Alasannya bermacam-macam. Mulai dari terlalu sadis, vulgar, tidak sesuai dengan sejarah bangsa, dan lain-lain. Di Indonesia, kuasa yang menentukan sebuah film boleh tayang atau tidak ada di tangan Lembaga Sensor Film (LSF). Apa saja film-film yang pernah dilarang tayang di Indonesia dan mengapa? Simak daftar berikut ini.

1. Senyap (The Look of Silence)

Sejarah adalah milik sang pemenang. Agaknya, kalimat tersebut dapat mewakili pelarangan pemutaran film Senyap. Jangankan di bioskop, di pemutaran umum pun -di ruang diskusi, kampus, dan lain-lain, berkali-kali film ini gagal tayang. Film karya Joshua Oppenheimer ini berkisah tentang adik dari salah satu korban pembantaian G 30 S mencari siapa yang dulu membunuh kakaknya dengan mendatangi algojo-algojo dan menanyai satu per satu lalu membuka identitasnya di akhir percakapan. Komunisme adalah pemantik keributan terbaik di negeri ini, selain agama. Maka, dengan alasan menghindari tumbuhnya paham komunisme, aparat negara ini selalu melarang film ini ditayangkan di manapun.

2. Jagal (The Act of Killing)

Film ini lebih dulu diproduksi oleh Oppenheimer di Indonesia. "Senyap" adalah sekuel atau perpanjangan dari film Jagal. Film ini juga mencoba mengungkap tragedi G 30 S/PKI melalui wawancara dengan mantan-mantan preman yang kala itu membantai terduga PKI dan antek-anteknya. Dituturkan langsung dari Anwar Congo, sang jagal, penonton akan dibawa ke tahun 1965, membunuh orang-orang tanpa ampun. Lagi, menyoal PKI adalah hal tabu untuk dibicarakan di Indonesia -selain seks. Maka film ini tidak boleh tayang. Oppenheimer bahkan tidak lagi diizinkan untuk membuat film di negeri ini. Barang kali, penulis sejarah yang menang kala itu, takut jika nantinya sejarah bukan lagi milik sang pemenang, melainkan milik kebenaran.

3. Schindler's List

Film besutan sutradara Steven Spielberg ini mengisahkan pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Faktor agama tentu menjadi pertimbangan bagi Indonesia untuk tidak menayangkannya, terlepas dari kekejian pembantaian yang tertuang di film ini.

4. Balibo 5

Kematian lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) diselidiki oleh jurnalis Roger East. Pemerintah Indonesia saat itu telah memberikan pernyataan bahwa tidak ada pembunuhan terhadap lima wartawan tersebut. Entah mengapa, oleh LSF film ini dilarang tayang.

5. Irreversible

Film Irreversible ini berkisah tentang pemerkosaan dan penganiayaan yang brutal terhadap tokoh utamanya, Alex (Monica Belucci). Sutradaranya, Gaspar Noe, juga bertindak langsung sebagai operator kamera, menjadikan film ini tontonan yang tidak akan kamu saksikan dua kali. Sekali menonton saja kamu bisa trauma. Film ini dilarang tayang di Indonesia dan Selandia Baru.

6. Fifty Shades of Grey

Kalau yang ini sih pasti diam-diam pada udah nonton kan? Film ini dilarang tayang karena sangat eksplisit menampilkan konten seksual. Bercerita tentang Mr. Grey dan Anastasia Steel dalam balutan sadomasochism, sudah menjadi alasan yang kuat untuk tidak menayangkan film ini di Indonesia.

7. Cannibal Holocaust

Film Cannibal Holocaust ini disebut-sebut sebagai film paling kontroversial sepanjang masa. Diproduksi tahun 1980 oleh sutradara Italia, Ruggero Deodato, film ini dcurigai sebagai snuff film atau film di mana aktornya mati sesuai jalan cerita. Cerita dalam film ini berlatar di hutan Amazon di mana sekelompok kru film bertemu dengan suku kanibal. Konten-konten kekerasan eksplisit ditunjukkan dalam film ini membuatnya dilarang tayang di banyak negara termasuk Indonesia.

8. The Human Centipede

Banyak film Hollywood yang berangkat dari ide ilmuwan gila, salah satunya The Human Centipede di mana seorang ilmuwan menjahit bagian mulut dengan rektum untuk merangkai tubuh manusia menjadi centipede atau kaki seribu. Kebayang kan gimana ngerinya?

Ada yang pernah mengatakan bahwa seni yang sebenar-benarnya adalah yang berhasil menggelitik pikiranmu, mungkin sedikit mengubah pola pikirmu, dan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman setelah kamu menyaksikannya. Jika benar begitu, seharusnya film-film dalam daftar di ataslah yang boleh beredar di pasaran. Tapi, mau bagaimana lagi. LSF yang memegang kendali atas penayangan film di Indonesia. Lagipula, kalau boleh tayang, memangnya kamu kuat?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES