Inilah Fakta Film "Banda: The Dark Forgotten Trail" yang Membahas Sejarah Jalur Rempah di Maluku

www.instagram.com

Ada yang pernah tau mengenai Kepulauan Banda? Hmmm rasanya belum banyak yang mengetahuinya, ya? Padahal, dulunya Kepulauan Banda di Maluku ini menjadi salah satu kawasan terpenting dalam sejarah jalur rempah dunia, lho. Apalagi dulunya daerah ini pernah diperebutkan oleh Belanda dan Inggris karena harga rempah-rempah, terutama pala bisa lebih mahal daripada emas. Tapi, kenapa sekarang seperti hilang begitu saja, ya? Kini Kepulauan Banda memang menjadi begitu sepi dan tak terjamah. Bahkan, gak semua orang Indonesia mengetahui keberadaan daerah ini.

Disebabkan sejarah mengenai Kepulauan Banda berikut kisahnya menjadi jalur rempah dunialah yang mendorong Sheila Timothy dengan Lifelike Picture berinisiatif untuk membuat sebuah film dokumenter mengenai sejarah Kepulauan Banda berikut dengan komoditi dan keadaannya sekarang. Film tersebut diberi judul “Banda: The Dark Forgotten Trail”. Film ini sudah tayang di sekitar 40 bioskop tanah air sejak tanggal 3 Agustus 2017 kemarin. Penasaran dengan fakta-fakta film dokumenter ini? Yuk, langsung aja kita kepoin!

1. Banda didaulat sebagai film dokumenter yang berbeda dari yang lain

youtu.be

Film dokumenter memang bisa dibilang tidak begitu laku di Indonesia. Hal tersebutlah yang membuat para sineas ragu untuk membuat film dokumenter karena takut sepi penonton. Namun, tentu saja hal tersebut tidak membuat Sheila Timothy sebagai produser dan Jay Subiakto sebagai sutradara ragu untuk menggarap sebuah film dokumenter.

2. Akan dibuat versi komik dari film Banda

kumparan.com

Tidak hanya dikemas dalam bentuk audio-visual, film “Banda: The Dark Forgotten Trail” akan dibuat pula versi komiknya berkolaborasi dengan Kosmik.id. Produser film ini, Sheila Timoty, menyadari bahwa film dokumenter memang sekomersil film lainnya. Makanya, ia membutuhkan banyak pihak untuk ikut serta dan salah satunya adalah Kosmik. Kosmik berisi para komikus muda yang kreatif yang dianggap mampu mencetuskan ide lain dari film ini.

3. Banda akan dibawa ke festival internasional

www.thejakartapost.com

Film “Banda: The Dark Forgotten Trail” ini sengaja dibuat bukan hanya untuk pasaran domestik, melainkan akan dibawa ke beberapa festival film internasional. Makanya, dibuat pula narasi dengan bahasa Inggris. Sejak awal sang produser sudah yakin untuk menjadikan pasar luar negeri sebagai targetnya. 

4. Banda merupakan film dokumenter pertama Jay Subiakto
id.bookmyshow.com

Nama Jay Subiakto memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sineas Indonesia ini sudah sering menunjukkan kiprahnya sebagai produser, sutradara, pagelaran seni, pameran fotografi, dan karya lainnya. Awalnya Jay Subiakto memang sempat takut menerima tawaran untuk menjadi sutradara di film ini. Namun baginya, ini adalah suatu kesempatan langka yang tidak akan datang dua kali. Apalagi belum banyak film dokumenter yang bisa tembus ke bioskop-bioskop.

5. Ide cerita ditemukan tak sengaja oleh produser
id.bookmyshow.com

Ide dasar film “Banda: The Dark Forgotten Trail” ini memang ditemukan tidak sengaja oleh sang produser. Suatu hari Sheila Timothy beserta suami sedang menghadiri sebuah pameran mengenai jalur rempah. Kemudian ia mendapatkan fakta bahwa jalur rempah ini merupakan cikal bakal terbentuknya jalur sutra. Selanjutnya Sheila Timothy mengembangkan ide cerita ini dan menawarkan Jay Subiakto untuk menggarap bersama film dokumenter ini.

6. Film ini menggandeng 6 sinematograf handal

www.bintang.com

Jay Subiakto yang menyutradarai film dokumenter ini rupanya tidak tanggung-tanggung dengan menggandeng enam ahli sinematografi demi membuat film yang layak ditonton. Para sinematograf yang beruntung tersebut di antaranya adalah Davy Linggar, Oscar Matuloh, serta Ipung Rahmat Syaiful. Jay memiliki anggapan bahwa sejarah itu seperti kumpulan cinta. Maka dari itu, ia mengumpulkan beberapa temannya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

7. Kehadiran Reza Rahadian dan Ario Bayu sebagai narator

showbiz.liputan6.com

Film ini juga mengusung dua nama besar dalam kancah perfilman Indonesia. Mereka adalah Reza Rahadian dan Ario Bayu. Dalam film ini, mereka dipercaya bertindak sebagai narator. Wah, pengalaman baru nih, ya. Reza Rahadian bertugas sebagai narator berbahasa Indonesia, sedangkan Ario Bayu bertugas sebagai narator berbahasa Inggris.

Nah, itulah tadi beberapa fakta unik film “Banda: The Dark Forgotten Trail” yang sedang tayang di bioskop-bioskop kesayangan. Film tentang sejarah ini memang cukup dianggap wajib untuk ditonton. Dengan kehadiran film dokumenter ini, rasanya cukup membantu dalam hal meyakinkan kita semua bahwa belajar sejarah itu menyenangkan. Hayoo, udah pada nonton filmnya belum?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Penjual Ombus-ombus di Pasar Medan Ini Nyanyiin Lagu Jokowi, Beritanya Langsung Viral!  - Keepodotme

Penjual Ombus-ombus di Pasar Medan Ini Nyanyiin Lagu Jokowi, Beritanya Langsung Viral! - Keepodotme

Inilah Deretan Film Indonesia Berlatar Masa SMA yang Bisa Bikin Nostalgia

Inilah Deretan Film Indonesia Berlatar Masa SMA yang Bisa Bikin Nostalgia

Permohonan Amnesti Untuk Kepiluan Baiq Nuril - Keepodotme

Permohonan Amnesti Untuk Kepiluan Baiq Nuril - Keepodotme

Inilah 10 Kesalahan Visual di Film "Titanic" yang Belum Pernah Kamu Sadari

Inilah 10 Kesalahan Visual di Film "Titanic" yang Belum Pernah Kamu Sadari

5 Tempat Wisata Favorit Saat Berkunjung ke Malaysia - Keepodotme

5 Tempat Wisata Favorit Saat Berkunjung ke Malaysia - Keepodotme

Inilah Potret Joi "SJ" Harris, Stuntman Wanita yang Tewas Saat Proses Syuting Deadpool 2

Inilah Potret Joi "SJ" Harris, Stuntman Wanita yang Tewas Saat Proses Syuting Deadpool 2

loading