Dianggap Terlalu Pintar dan Sulit Dimengerti, Film Annihilation Batal Tayang di Indonesia. Kzl!

23 April 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Di Indonesia, film bergenre fiksi sains memiliki penggemar tersendiri. Hadirnya film fiksi sains baru pasti telah ditunggu-tunggu oleh penikmatnya. Salah satunya adalah film berjudul Annihilation. Sayangnya, film tersebut batal tayang di Indonesia. Alasannya, film Annihilation dinilai terlalu pintar untuk penonton awam. Kok gitu ya?

Annihilation dijadwalkan tayang pada 23 Februari 2018 secara internasional. Film ini juga dijadwalkan akan hadir di bioskop di Indonesia.

Film bergenre fiksi sains ini disutradarai oleh Alex Garland. Garland sebelumnya telah sukses menyutradarai film indie berjudul Ex Machine yang dirilis pada tahun 2014. Annihilation berkisah tentang ilmuwan biologi yang memasuki wilayah asing yang bernama X. Terdapat suatu hal yang misterius dan tidak masuk akal di teritori tersebut.

Studio di balik produksi film Annihilation, Paramount, mengambil langkah yang mengejutkan. Paramount menjual hak rilis internasional film Annihilation kepada Netflix. Dengan demikian, film bergenre fiksi sains ini batal tayang secara internasional, termasuk di Indonesia. Akan tetapi, film ini masih dirilis di pasar film terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat dan Cina.

Padahal, sebelumnya Paramount telah merilis film bertema mirip dengan judul Arrival. Film yang tayang tahun 2016 tersebut nyatanya mampu menarik minat masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan pendapatan kasar yang mencapai 203 juta dollar atau setara 2,9 triliun rupiah. Tak hanya itu, 8 nominasi Oscar, termasuk kategori best picture dan best director.

Paramount menjual hak rilis internasional film Annihilation karena hasil test screening yang buruk. Menurut Paramount, film ini terlalu pintar untuk penonton awam.

Sebenarnya, kualitas film garapan Garland baik. Film Ex Machine adalah buktinya. Film tersebut berhasil meraup untung sekitar 357 miliar rupiah. Nominasi best original screenplay di Oscar pun berhasil diraihnya.

Penjualan hak rilis ke Netflix memunculkan anggapan bahwa Paramount kurang percaya dengan para pembuat film pilihan mereka sendiri. Memang ada selentingan bahwa David Elison, ahli keuangan Paramount, berselisih paham dengan Garland, sutradara, dan Scott Rudin, produser. Dalam perjanjian awal, Rudin diberikan hak tunggal untuk menentukan hasil akhir film. Namun, hak itu diberikan kepada Garland dan Garland menolak untuk mengubah ending film. Sayangnya, David melalukan pergantian di akhir film.

 

Wah, sayang sekali ya kalau film yang diproduksi dengan biaya besar, yakni 785 miliar rupiah, harus batal tayang di bioskop internasional. Padahal, film itu juga dibintangi aktor top sekelas Natalie Portman. Hmm, jadi penasaran ya ingin nonton filmnya dan mengetes apakah kita cukup pintar untuk film sekelas Annihilation?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES