Dari Bulu Ketek sampai Efek Seadanya, Inilah 9 Ciri Khas Film Jadul Indonesia

28 Februari 2018
|Reza Pratama
73SHARES

Semakin tahun, perfilman Indonesia semakin mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tak hanya dalam segi kualitas cerita, tetapi dalam visual effect sampai genre-nya pun makin beragam. Mungkin kalo film-film Indonesia zaman dulu yang paling popular di kalangan masyarakat hanyalah horor, komedi, dan film laga. Di setiap genrenya memiliki sosok ikon yang tak tergantikan. Genre horor misalnya yang begitu ikonik dengan sosok Suzzanna. Sedangkan di film bela diri, ada Barry Prima yang aksi bertarungnya selalu dinantikan. 

Walaupun beberapa dari kita tak pernah menonton film jadul Indonesia langsung di bioskop, akan tetapi beberapa film jadul populer masih seringkali ditayangkan di stasiun TV Indonesia. Biasanya film-film jadul ditayangkan hanya saat libur panjang saja. Dari banyaknya film-film jadul populer Indonesia, ada beberapa ciri khas yang bikin kita selalu terkenang. Kira-kira apa aja ya? 

1. Berani menonjolkan adegan vulgar tanpa takut kena teguran KPI

2. Adegan berdarah yang nggak nanggung-nanggung, film SAW sama Final Destination mah lewat

3. Percaya diri dengan memperlihatkan bulu ketiak pada tokoh-tokoh perempuan seksinya. Ikonnya sih tetep Eva Arnaz!

5. Dukun hampir selalu ada di setiap film bela diri maupun horor. Mungkin dukun memang kearifan lokal yang harus selalu ada

6. Di film komedi jadul, selalu ada adegan di mana becak nggak seimbang dan selalu berujung kecebur di sungai

7. Film horor yang selalu menampilkan adegan pemakaman dan tahlilan. Kenapa gitu ya?

8. Suara para pemain di film jadul Indonesia selalu mendesah-desah, bahkan ketika menjerit ketakutan sekalipun

9. Make up hantu di film jadul Indonesia pun sangat khas, yaitu dempul putih, darah buatan, dan mata yang dibuat lebam hitam. Hmmm kenapa gitu ya?

Itulah beberapa ciri khas yang seringkali muncul di film-film Indonesia era 70-80an. Mungkin ciri khas ini kini sudah tak banyak digunakan lagi di film Indonesia zaman sekarang. Semakin berkembangnya zaman, semakin canggih pula peralatan yang digunakan dalam membuat film. Ada beberapa adegan juga yang memang disesuaikan dengan budaya yang pada saat itu memang sedang sering dilakukan. Biaya membuat film pun sudah mencapai miliaran rupiah. Terlepas dari hal itu, film-film jadul tetap akan selalu menjadi tontonan favorit masyarakat Indonesia di kala libur panjang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Drangan Trakioiot"
73SHARES