Berikan Nuansa Seram yang Berbeda, Titisan Setan Sukses Memenuhi Standar Film Horor Indonesia

08 Maret 2018
|Reza Pratama
41SHARES

Hanya dengan melihat dari judulnya saja, semua orang sudah bisa menebak jika film ini tidak akan jauh dari kehadiran sosok menyeramkan di dalamnya. Judul yang sedikit terdengar familiar pun sedikit mengingatkan kita akan film Pengabdi Setan, yang berhasil mencatatkan namanya menjadi film horor Indonesia tersukses. Walaupun anggapan meniru tak akan bisa dihindari, sang sutradara justru memastikan jika Titisan Setan memiliki cerita yang berbeda dari film horor Indonesia lainnya.

Terdengar seperti pernyataan yang terdengar klise memang, tetapi hal itu memang dibuktikan dengan cerita Titisan Setan yang tak hanya menonjolkan sisi menyeramkan lewat sosok hantunya saja. Namun juga ada sisi lain dari karakter utama di film ini. Walau sukses menghadirkan cerita dan nuansa yang berbeda, ada beberapa hal yang membuat film ini terasa kurang greget. Berikut berbagai hal yang dapat tim Yukepo highlight dari film Titisan Setan.

1. Tak banyak basa-basi, cerita langsung ke inti

Nuansa seram sudah bisa langsung dirasakan sejak awal cerita. Dimulai dengan sosok ibu yang sedang menimang anaknya sambil menyanyikan lagu Jawa kuno sudah cukup membuat bulu kuduk merinding. Setelah itu, setting waktu cerita langsung maju beberapa tahun kemudian. Memperlihatkan sang bayi yang sudah tumbuh dewasa menjadi sosok wanita yang cantik bernama Melisa (Wendy Wilson).

Kejadian menyeramkannya sendiri terjadi suatu hari di sebuah Villa milik orang tua kekasihnya, Bara (Baim Wong). Di Villa inilah kejadian menyeramkan terjadi. Mulai dari hal-hal yang aneh, sampai terkuaknya jati diri dari Bara.

2. Sosok hantu yang berhasil membuat penonton terbayang bahkan setelah ke luar dari gedung bioskop

Jika berbicara soal sosok hantu khas Indonesia, mungkin hampir semuanya terlihat menyeramkan. Begitu pun di film Titisan Setan yang berhasil menyuguhkan sosok kuntilanak meyeramkan khas Indonesia. Sosoknya yang selalu muncul di tempat tak terduga, membuat penonton akan selalu terngiang-ngiang. 

3. Penggunaan musik Jawa dalam film membuat kuping merinding

Alunan musik tradisional Indonesia rasanya masih menjadi andalan para sineas untuk menciptakan suasana menjadi lebih menyeramkan. Inilah mungkin alasan kenapa Titisan Setan memasukkan unsur lagu Jawa di dalamnya. Karena terbukti dengan adanya alunan Jawa yang menandakan akan munculnya sosok setan, membuat hawa film ini bikin perasaan nggak enak. 

4. Ada beberapa adegan yang tidak dijelaskan dengan detail

Walau dengan tegas mengatakan jika film ini memiliki cerita yang berbeda, ternyata masih ada beberapa adegan yang terkesan terburu-buru dan terasa kurang matang. Salah satunya adalah sosok setan yang meneror, masih belum jelas diceritakan dari mana asal usulnya. Belum lagi sosok ibu yang diperankan oleh Diah Permatasari, tidak diceritakan apa sebab meninggalnya hingga ia begitu menghantui.

5. Visual efek yang terlihat monoton

Jumpscare mungkin masih menjadi adegan andalan yang selalu diadakan di setiap film horor. Namun, jumpscare akan terasa menyeramkan jika porsi penempatannya tepat. Di beberapa adegan yang menunjukkan sosok kuntilanak, film ini masih terasa sama dengan film-film horor pada umumnya. Terlalu mudah ditebak kapan sosok setan di film ini akan muncul. Belum lagi efek visual arwah yang masih terlihat kurang rapi membuat kesan seram yang sudah dibangun dengan begitu hati-hati melalui cerita dan penggunaan musik yang tepat, jadi berkurang.  

Beberapa poin plus minus Titisan Setan di atas tidak membuat secara keseluruhan film ini terasa garing dan membosankan. Justru film ini menghadirkan cerita drama keluarga yang dibalut dengan kesan horor khas Indonesia. Di mana ada unsur lagu tradisional di dalamnya, membuat nuansa film ini terasa mencekam. Jadi bisa dikatakan, Titisan Setan berhasil memenuhi kualitas standar film horor Indonesia tanpa menjual unsur porno di dalamnya seperti film horor Indonesia kebanyakan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Drangan Trakioiot"
41SHARES