7 Film Indonesia ini Mengisahkan Perjuangan Kaum Perempuan, Sudah Nonton Belum?

22 Oktober 2017
|Lulu Lukyani
0SHARES

Ngomongin soal perjuangan perempuan, harusnya gak hanya ketika Hari Kartini aja lho. Setiap harinya perempuan-perempuan di berbagai penjuru dunia berjuang untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, untuk masyarakatnya, untuk setiap hal yang patut diperjuangkan. Setiap perempuan tentunya mempunyai cara berjuang yang berbeda-beda. Menjadi seorang ibu, menjadi perempuan pekerja, menjadi abdi untuk masyarakatnya, bahkan menjadi pejuang yang berdiri di garis depan. Serba bisa deh!

 

Kali ini Tim Yukepo punya informasi tentang film-film Indonesia yang menceritakan perjuangan perempuan lho! Film-film ini pastinya bakal bikin kalian berdecak kagum dan gak akan lagi memandang rendah perempuan. Nah, sebelum nonton film-filmnya, yuk kita kepoin dulu ulasannya!

1. Tjoet Nja' Dhien (1988)

Tjoet Nja' Dhien adalah film garapan Eros Djarot yang rilis pada tahun 1988. Film ini menggandeng aktris senior Christine Hakim untuk memerankan tokoh pahlawan Cut Nyak Dhien. Film yang berhasil memboyong piala citra ini mengisahkan perjuangan Cut Nyak Dhien, pahlawan perempuan asal Aceh, memimpin pasukannya mengusir tentara Belanda dari tanah Rencong. Film ini mengingatkan kita bahwa pada masa penjajahan, perempuan tidak hanya berperan di belakang barisan, tetapi juga mampu berdiri di garda depan, memimpin laki-laki dan perempuan untuk berjuang bersama. Merdeka!

2. R.A. Kartini (1984)

Pasti kalian udah familiar banget dengan pahlawan kita yang hari lahirnya selalu kita peringati setiap tanggal 21 April. Yup! R.A. Kartini. Film yang berjudul sama dengan nama tokoh utamanya ini dirilis pada tahun 1984. Disutradarai oleh Sjuman Djaja, film ini mengisahkan kehidupan Kartini yang berjuang untuk kesetaraan kaum perempuan terutama di bidang pendidikan. Film yang dibintangi Yenny Rachman ini diadaptasi dari buku Biografi Kartini yang ditulis oleh  Sitisoemandari Soeroto. Pada tahun 2017 film tentang perjuangan Kartini kembali dirilis dengan menggandeng Dian Sastrowardoyo sebagai bintang utamanya.

3. Ibunda (1986)

Ibunda adalah film drama yang rilis pada tahun 1986 karya sutradara ternama, Teguh Karya. Film yang berlatar kota Jakarta ini mengisahkan konflik keluarga Ibu Rakhim yang diperankan oleh Tuti Indra Malaon. Film ini menunjukkan gejolak psikologis seorang ibu ketika ia berjuang menyelesaikan berbagai masalah dalam keluarganya. Gak hanya itu, film ini juga menunjukkan hubungan moral seorang ibu dengan anak-anaknya, dan juga mengingatkan bagaimana pentingnya peran ibu dalam keluarga. Di bagian akhir film Ibunda ini ada sebuah kalimat yang pasti bakal berkesan banget buat setiap penontonnya, "Ibu, buku yang habis kau baca, kini mulai ku baca, baru halaman pertama". Dijamin bikin terharu!

4. Marsinah: Cry Justice (2001)

Film karya Slamet Rahardjo Djarot ini merupakan film drama yang diangkat dari kisah nyata seorang aktivis dan buruh perempuan, Marsinah. Marsinah yang diculik dan ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 ini sebelumnya mengikuti aksi demonstrasi antara buruh PT. Catur Putra Surya dengan pihak manajemen pabrik yang melibatkan anggota polisi dan militer. Perjuangan Marsinah dan teman-temannya yang menuntut hak mereka sebagai pekerja dianggap sebagai tindakan yang mengganggu keamanan nasional hingga akhirnya peristiwa tragis pun menimpa Marsinah. Film ini menunjukkan bagaimana nasib perempuan pekerja yang memperjuangkan hak-haknya. 

5. Sokola Rimba (2013)

Film garapan Riri Riza ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan, Butet Manurung, yang berjuang untuk pendidikan suku Anak Dalam yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan Bukit Duabelas. Butet yang bekerja di lembaga konservasi wilayah Jambi akhirnya menemukan kehidupan yang diinginkannya ketika ia mulai mengajar baca tulis pada anak-anak masyarakat Anak Dalam. Sokola Rimba menunjukkan bagaimana perempuan menghadapi berbagai permasalahan dalam perjuangannya memberikan pendidikan untuk anak-anak Indonesia. 

6. Ola Sita Inawae (2016)

Ola Sita Inawae adalah film dokumenter yang rilis pada tahun 2016. Film ini diproduksi oleh PEKKA Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga bekerjasama dengan Yayasan Biru Terong Indonesia dan didukung oleh MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan). Ola Sita Inawae mengisahkan kehidupan para perempuan tanpa suami di pulau Adonara, Flores, NTT. Cerita berfokus pada kisah empat tokoh, Bernadete Deram, Kamsina Palan Bolen, Mardiah Madinah, dan Petronela Peni. Dengan segala keterbatasannya, keempat perempuan ini tetap mau belajar dan berjuang. Mereka tidak meratapi nasib, mereka memandang permasalahan sebagai bagian hidup yang harus diterima. Tidak berhenti di penerimaan, keempat perempuan ini juga bangkit untuk memperbaiki nasib dan membantu sesama perempuan. Salut banget!

7. Siti (2014)

Siti adalah film independen yang digarap oleh Eddie Cahyono. Film drama ini pertama kali tayang pada tahun 2014. Siti berasal dari keluarga miskin yang terlilit hutang. Suaminya yang lumpuh tidak bisa lagi memberikan nafkah untuk keluarganya. Keadaan ini membuat Siti menggantikan posisi suaminya sebagai kepala keluarga. Siti bekerja berjualan peyek jingking di Parangtritis dan menjadi pemandu karaoke pada malam hari. Menonton film ini kalian akan disuguhkan kisah yang benar-benar terkesan nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penghargaan dari dalam dan luar negeri pun berhasil disabet film ini.

Gimana, guys? Keren-keren banget kan filmnya? Wajib banget nonton deh! Walaupun beberapa di antaranya film lama, tapi dijamin masih nyambung banget sama perjuangan perempuan di era sekarang. Ayo cari-cari filmnya, dan selamat nonton! Panjang umur perjuangan! 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES