5 Hal dalam Film Love For Sale Ini Mirip dengan Film Her. Kebetulan?

25 Maret 2018
|Reza Pratama
332SHARES

Richard (Gading Marten), merupakan bujang lapuk berusia 41 tahun berpenampilan culun yang hidup bersama seekor kura-kura bernama Kelun. Kehidupan seorang jomlo akut diperlihatkan dengan sangat gamblang pada awal cerita. Terlihat di pembukaan film, Richard terbangun dari tidurnya yang hanya menggunakan kolor lusuh dan asik menggaruk selangkangan sambil menguap. Lalu menjadikan kura-kura berusia 17 tahun sebagai teman bercerita, mengisyaratkan jika Richard benar-benar seorang pria kesepian.

Sampai akhirnya beban ‘jomlo’ di pundaknya hilang saat bertemu seorang wanita -yang dikemas dengan sempurna- benama Arini (Della Dartyan). Lewat sosok Arini yang ia kenal lewat aplikasi biro jodoh, senyum dari raut wajah Richard perlahan-lahan mulai melebar. Menandai jika inilah hidup yang selama ini ia cari. Namun, momen manis ini terbilang cukup singkat hingga Richard terpaksa harus kembali gigit jari.

Sulit rasanya menemukan film yang benar-benar tak mengingatkan kita pada film lain. Ini juga terjadi pada film Love for Sale, yang sering mengingatkan kita kepada film pemenang Golden Globe Award, Her. Setidaknya ada 5 hal yang terasa familiar di antara keduanya. 

1. Sama-sama bercerita tentang pria paruh baya yang kesepian dan pemurung

Baik Richard dan Theodore (Joaquin Phoenix), keduanya sama-sama merupakan karakter utama pria yang sudah tidak remaja lagi namun masih terikat dengan kesendiriannya. Namun bedanya, Theodore merupakan sosok anti sosial yang memang terbiasa melakukan segalanya sendiri, sedangkan Richard justru dikelilingi oleh para sahabatnya yang rese dan memiliki anak buah yang juga tak kalah ngeselin.

2. Sosok bujang lapuk yang juga sama-sama berkumis

Selain sama-sama jomlo akut, pemeran utama di film Love for Sale dan Her sama-sama memiliki kumis yang terbilang cukup tebal. Mungkin yang membedakan di antara keduanya hanya dari gaya rambut. Jika Theodore memiliki rambut yang terlihat sedikit berantakan, sedangkan Richard memilih gaya kelimis -dengan sedikit uban- yang mencirikan jika dirinya tak peduli dengan fashion. 

3. Sama-sama memasukkan sosok wanita ‘sempurna’ di dalamnya

Jika sebuah film hanya memperlihatkan kehidupan seorang jomlo tanpa ada sosok wanita di dalamnya, mungkin terasa kurang menarik. Di film Love for Sale dan Her, keduanya sama-sama menyisipkan sosok wanita dambaan semua pria yang serba sempurna dan membuat kehidupan para pemeran utamanya membaik. Bedanya jika di film Her, sosok wanita bernama Samantha (Scarlett Johanson) hanya digambarkan lewat suara yang merupakan program sebuah komputer.

Sebenarnya sosok perempuan serba sempurna seperti Arini ini sudah dikenal dalam dunia perfilman sebagai karakter Manic Pixie Dream Girl. Yaitu tokoh perempuan yang digambarkan hanya satu dimensi saja sehingga tampak sempurna namun 'tugasnya' dalam film hanya untuk menjadi pelajaran hidup dan membangkitkan tokoh utama pria dari keterpurukan. Selain tugasnya itu, tokoh perempuan ini tidak memiliki signifikansi apa pun dalam film.

4. Sosok wanita ‘sempurna’ yang menghilang di akhir

Walau membuat hidup Richard dan Theodore membaik, sosok wanita idaman yang muncul di kedua film tersebut seperti sengaja dihilangkan secara mendadak tanpa sebab. Dan keduanya sama-sama membuat penonton penasaran akan ke mana perginya sosok wanita tersebut.

5. Menjalani hidup dengan berbeda setelah kehilangan sosok wanita yang dicintai

Perubahan hidup yang kelam setelah mengenal wanita idaman, membuat keduanya seperti menemukan oase di tengah gurun. Namun sayangnya oase tersebut hanya sebuah persinggahan untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Sempat menemukan puncak kebahagiaan dalam hidup, keduanya terpaksa harus kembali kepada status awal namun dengan gaya hidup yang berbeda. 

Walau banyak mengingatkan kita akan film Her, secara keseluruhan film Love for Sale dengan beraninya memberikan nuansa berbeda dari film-film romansa Indonesia lainnya. Menjadikan film ini layak ditonton bagi jomlo yang butuh hiburan seraya berkata “gue banget nih filmnya”. Jadi, yuk segera tonton film Love for Sale di bioskop terdekat!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Drangan Trakioiot"
332SHARES