5 Film Korea Paling Sedih Ini Bisa Bikin Kamu Nangis Sampai Sesak Napas

19 Juli 2017
|Atik Kencana S.

Sudah beberapa tahun ke belakang Indonesia mulai diinvasi oleh karya-karya bangsa Korea. Mulai dari soal teknologi, musik, hingga film. Makanya jadi banyak banget orang yang baik sengaja maupun gak sengaja jadi suka banget sama hal-hal yang berbau Korea. Nah, hal tersebut cukup menguntungkan bagi negara Korea lho. Selain menjaring pendapatan di luar negeri, Negara Gingseng ini juga turut kebanjiran pundi-pundi dari banyaknya total pengunjung mancanegara yang datang ke sana.

Ngomongin soal Korea mungkin gak akan lengkap tanpa bahas deretan filmnya. Film-film Korea memang gak bisa dipandang mata begitu saja. Soalnya bagus-bagus banget. Kamu gak akan pernah tau seberapa bagusnya kualitas film Korea kalau kamu gak menontonnya. Tapi kali ini YuKepo mau ajak kamu review beberapa film Korea paling sedih. Pokoknya siapin segudang tisu sebelum nonton film-film ini. Penasaran? Yuk langsung aja kita kepoin!

1. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Film Korea paling sedih yang pertama adalah Miracle in Cell No. 7. Film ini sukses membuat para penontonnya banjir air mata, dari awal hingga akhir. Film ini menceritakan tentang Lee Yong Gu (Ryu Seung Ryeong), seorang pria paruh baya yang memiliki keterbelakangan mental. Ia tinggal berdua dengan putri kesayangannya, Lee Ye Sung (Kal So Won). Kisah sedih mereka bermula pada saat Lee Yong Gu terdakwa bersalah atas tuduhan pembunuhan yang tidak dilakukannya. Ayah satu anak ini kemudian dipenjara di sebuah sel dengan pengawasan ketat bersama beberapa narapidana lainnya. Tentu saja ia turut mengalami intimidasi oleh para narapidana lainnya, terlebih karena ia seorang keterbelakangan mental.

Lee Ye Sung dititipkan di sebuah panti pengasuhan karena sang ayah mendekam di penjara. Rindu sang ayah terhadap anaknya memang tidak bisa dibendung lagi. Kebaikan Lee Yong Gu memang lambat laun diakui oleh kawan-kawan satu selnya. Mereka mengupayakan untuk menyelundupkan si anak ke dalam penjara, dan berhasil! Cerita ini memang sangat sukses menuai banjir air mata sekalipun sesekali sering dibumbui dengan kesan komedi yang cukup renyah.

2. My Annoying Brother (2016)

Atlet nasional judo, Doo Young (Do Kyung Soo) mengalami cedera pada saraf matanya pada kejuaraan internasional hingga membuatnya kehilangan penglihatan permanen. Sang kakak, Doo Shik (Jo Jung Suk), kerap menjauhkan diri dari adiknya, namun ia mengambil kesempatan atas musibah yang menimpa adiknya untuk mendapatkan kebebasan bersyarat dari penjara. Doo Young memang harus mampu menjaga dirinya sendiri sejak kecil sepeninggalan orang tuanya akibat kecelakaan. Sedangkan berita kepulangan kakaknya dari penjara justru malah menambah bebannya.

Doo Young sudah cukup menderita akibat kebutaannya, malah ditambah lagi dengan harus berurusan dengan kakanya yang seorang penipu. Walaupun sempat ragu, Doo Young perlahan mulai bisa menerima kehadiran kakaknya yang sering membantu untuk menghadapi kesulitannya. Saat mereka mulai akrab, Doo Sik baru mengetahui bahwa ia memiliki penyakit kanker stadium akhir. Doo Sik hanya memiliki waktu yang singkat untuk hidup bahagia bersama adiknya hingga berpisah. Ia juga sempat membantu Doo Young untuk mendapatkan medali emas dalam kejuaraan Rio Paralympics

3. The Way Home (2002)

Film Korea paling sedih selanjutnya datang dari tahun 2002. Film ini menceritakan tentang seorang nenek dengan cucunya. Kisah  tentang bocah usia 7 tahun, Sang Woo, yang terpaksa tinggal bersama neneknya karena sang ibu sedang disibukkan oleh pekerjaannya. Kondisi neneknya yang tuna rungu semakin menyiksa kehidupan Sang Woo setelah berpisah dengan sang ibu. Berbeda dengan sang nenek yang bahagia sekali kedatangan cucunya.

Menyadari kebaikan sang nenek, perlahan Sang Woo mulai menyayanginya. Ia mulai membantu sang nenek mengerjakan pekerjaan rumah. Ibarat ‘ditinggal pas lagi sayang-sayangnya’, Sang Woo harus kembali ke kota karena sang ibu sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum pulang, Sang Woo mengajari si nenek untuk menulis surat. Jadi ketika ada sesuatu yang terjadi, si nenek bisa mengiriminya surat. Tak sanggup meninggalkan si nenek sendirian, Sang Woo hanya menangis sepanjang perjalanan dari desa ke kota.

4. Hello Ghost (2010)

Hayo di sini siapa yang sudah pernah nonton film ini? Film Hello Ghost ini memang lebih banyak menyajikan unsur komedi dibandingkan unsur dramanya. Tapi jangan salah, di 15 menit terakhir kamu harus siap-siap mengusap air mata. Film ini menceritakan tentang seorang pria depresi, Sang Man, yang sudah seringkali melakukan percobaan bunuh diri namun selalu gagal. Hingga pada akhirnya saat sedang dirawat di rumah sakit, ia seperti diberikan anugerah bisa melihat hantu. Melalui seorang cenayang ia harus tetap hidup bersama keempat hantu tersebut. Karena memang hantu-hantu tersebut adalah keluarga Sang Man.

Keempat hantu tersebut seringkali bergantian merasuki tubuh Sang Man, terutama untuk melepaskan tanggungan mereka di dunia. Namun yang terjadi adalah para hantu tersebut adalah anggota keluarganya yang tewas akibat kecelakaan mobil. Hantu-hantu tersebutlah yang menjaga Sang Man agar jauh dari celaka. Mereka coba menunjukkan pada Sang Man bahwa ia tidak sendirian, masih ada ‘mereka’ yang selalu menemani dan menjaga di tiap momen apapun.

5. Wedding Dress (2010)

Film Korea paling sedih yang terakhir adalah Wedding Dress. Wah pasti udah pada tau kan tentang film yang paling mengurai air mata ini? Film ini menceritakan tentang perjuangan, Seo Go Eun, seorang wanita yang menjadi orangtua tunggal dalam membesarkan anaknya, Jang So Ra. Setiap harinya disibukkan dengan membuat baju pernikan sebagai pekerjaan sehari-harinya. Namun musibah menghampiri, Seo Go Eun divonis menderita kanker lambung dan hidupnya diperkirakan tidak akan lama lagi.

Penyakit yang diderita oleh sang ibu lambat laun akhirnya diketahui oleh sang anak. Jang So Ra yang memang kurang pandai bergaul berupaya untuk berteman sebanyak-banyaknya agar sang ibu tak lagi sedih karena Jang So Ra tidak memiliki teman. Ia juga berupaya sekuat tenaga untuk meyakinkan diri bahwa sang ibu tidak sedang sekarat. Sebagai desainer gaun pengantin, sang ibu menyempatkan diri di tengah kesakitannya untuk membuatkan sebuah gaun untuk dipakai anaknya kelak saat menikah. 

Dari segi cerita memang kualitas film Korea hampir bisa disandingkan dengan film-film Hollywood. Apalagi deretan film Korea paling sedih di atas memang cukup sukses membanjiri mata para penontonnya. Pokoknya cocok banget deh buat mancing-mancing air mata kamu buat keluar. Daripada ditahan nanti malah nyesek lho. Keluarin aja, lega deh abis itu. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES