Harga Cabe Melonjak Naik, Ibu-ibu Mulai Resah! Lalu Apa Tanggapan Pemerintah?

google.com

Harga cabe yang melonjak membuat ibu-ibu kali ini resah. Disebutkan di sejumlah pasar kawasan Pekalongan, harga cabe rawit mencapai Rp 125 ribu/kg, cabe merah Rp 50 ribu/kg, dan cabe hijau Rp 45-50 ribu/kg. Menanggapi hal ini, menteri pertanian pun merencanakan Gerakan Nasional Penanaman 50 juta bibit cabe. Gerakan ini dimaksudkan pemerintah agar masyarakat mengatasi lonjakan harga produk pedas yang selama ini terjadi.

google.com

Ibu Aninda (27) mengaku resah karena kenaikan harga produk pedas kali ini. Ia hanya membeli produk pedas ini secukupnya saja untuk menyambal di rumah katanya. “Ya, paling saya belinya satu ons atau seperempat, itupun juga dapat 15 biji doang dengan harga Rp 25 ribu.” Ungkapnya.

Sedangkan ibu Rusmiati (37) menyatakan bahwa harga produk pedas kali ini merupakan sesuatu yang wajar, “kalau sudah waktunya naik ya naik. Kita masyarakat mah gak bisa apa-apa.” Kata beliau dengan wajah yang pasrah.  

google.com

Lain halnya bagi Dadang (34), sang penjual produk pedas yang biasa berjualan di pasar ini mengakui bahwa meskipun harga produk pedas ini melonjak naik, ia tetap tidak akan kehilangan pelanggannya. So sweet banget ya, pelanggannya benar-benar setia begitu. Hehehe

google.com

Uniknya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan pembelian cabe secara online lebih murah dibandingkan dengan di pasar tradisional. Hal ini dilansir dari pemberitaan liputan6.com yang juga menyatakan bahwa pembelian secara online memang lebih murah tapi segmentasi penjual online-nya yang kecil dan jarang. Lagipula, dari pantauan di sejumlah situs online, sulit ditemukan situs e-commerce yang menjual produk pedas ini dalam bentuk segar. Kebanyakan yang ditawarkan merupakan benihnya yang dijual secara online dengan harga bervariasi mulai dari Rp 14.900-70 ribu. Hmm, lho kok masih bentuk benih? Kita harus menanam dulu dong. Hadeuh...

Harga produk pedas yang melonjak itu juga hanya dikenakan pada harga cabe rawit, dimana hal itu yang membuat ibu-ibu mulai resah dan agak malas bikin sambal. Produksi cabe rawit mengalami penurunan dan itulah yang membuat harganya melonjak naik. Ya, gimana jadinya kalau makan tanpa sambal, rasanya kurang lezat pastinya di lidah orang Indonesia. Atau adakah ide lain untuk membuat sambal dari bahan lain?

0%
Marah
0%
Gemes
0%
Ngakak
0%
Kaget
0%
Love
0%
Aneh
3
SHARES
loading