Terkenal Pemberani dan Gagah, Inilah 10 Panglima Perang Zaman Kuno yang Kondang Jaya!

03 April 2018
|Median
0SHARES

Selain kekuatan fisik, ketangkasan, keahlian menggunakan senjata, dan jiwa juang yang tinggi, perang membutuhkan sosok pemimpin yang berpengaruh, tangguh, dan ahli strategi. Di zaman dulu ketika perang adalah untuk hidup dan hidup adalah untuk perang, tentu saja pemimpin atau panglima perang adalah jabatan yang sangat disegani bagi setiap bangsa. Nggak cuma kemampuannya saja yang mumpuni, keahlian strategi perangnya juga mumpuni. Beberapa di antara panglima perang bahkan sampai terkenal sepanjang masa karena saking hebatnya, seperti 10 panglima perang di dunia kuno berikut ini nih.

1. Leonidas (540—480 SM), Yunani

Raja Sparta ke-17 ini terkenal sebagai pemimpin pasukan perang yang sangat berani. Dia menjadi sangat terkenal karena perannya di Perang Thermopylae, perang antara negara-kota Yunani Kuno dan Kekaisaran Persia. Bersama 7.000 orang pasukannya, Leonidas berperang melawan pasukan Persia yang jumlahnya sekitar 100.000—150.000 orang. Meskipun jumlahnya kalah banyak, Leonidas berhasil memimpin pasukan Sparta hingga membunuh 20.000 pasukan Persia di hari kelima dan keenam perang. Leonidas dan sejumlah besar pasukannya akhirnya tewas di medan perang ini.

 

2. Hammurabi (1810—1750 SM), Babilonia

Raja Babilonia dari Dinasti Amorite ini terkenal sebagai ahli strategi perang yang brilian. Untuk mengalahkan Elamites (sekarang Irak) yang menginvasi Mesopotamia, Hammurabi bersekutu dengan Larsa. Tak lama setelah itu, Hammurabi berbalik merebut kota Lysin dan Uruk yang dikuasai Larsa dengan bekerja sama dengan Nippur dan Lagash. Pada akhirnya Hammurabi dan pasukannya menaklukkan Larsa, Nippur, dan Lagash. Strateginya adalah dengan memblokir sumber-sumber air kota hingga akhirnya mereka menyerah. Selain ahli strategi perang, Hammurabi dikenal sebagai lawgiver di zaman kuno.  

3. Ramses II (1303—1213 SM), Mesir

Meskipun raja paling terkenal di Mesir Kuno ini lebih berfokus dalam pembangunan kota, candi, dan monumen, Ramses II juga dikenal kengeriannya dalam hal keberanian dan strategi perang. Selama pemerintahannya, sebanyak 100.000 pasukannya berhasil mengambil alih kembali wilayah yang telah dikuasai Nubian dan Hittite. Strategi perang, formasi, dan penggunaan taktiknya yang berbeda ditemukan pertama kali dalam Perang Kadesh (1247 SM). Meskipun beberapa teknik perang cetusannya mengalami eror di medan perang, Ramses II dikenal dengan luas karena strategi perang dan jumlah pasukan yang dimilikinya.

4. Khalid bin Walid (585—642 M), Arab Saudi

Salah satu sahabat Nabi Muhammad ini mengingatkan kita pada kemenangannya di lebih dari seratus perang. Dalam Perang Uhud dan Perang Riddah misalnya, panglima perang ini memegang komando yang sangat penting bagi pasukannya. Khalid bahkan menaklukkan Arab tengah dan suku-suku Arab. Keahlian dan kewibawaannya sebagai panglima perang benar-benar menakjubkan .

5. Trajan (53 —117 M), Italia

Trajan dikenal luas sebagai penakluk Dacia (Rumania dan Moldova). Setelah menguasai Dacia, Kaisar Romawi ini memulai perang dengan Kekaisaran Parthia dan akhirnya berhasil menaklukkan mereka. Tak cukup sampai di situ, Trajan juga menaklukkan Mesopotamia dan membuat sebuah provinsi baru. Hidupnya benar-benar didedikasikan untuk dunia perang, ya.

6. Sun Tzu (544—496 SM), Cina

Panglima perang sekaligus ahli strategi ini mengubah cara berperang di dunia kuno dari beradu fisik menjadi mengutamakan strategi. Buku yang ditulisnya, “The Art of War”, telah menginspirasi banyak negara, komando militer, dan kaum intelektual. Kerennya lagi, pada abad ke-20, buku Sun Tzu tersebut telah mulai memengaruhi Eropa dan Amerika dalam segala bidang, seperti budaya, politik, ekonomi, olahraga, dan tentu saja perang modern.  

7. Julius Caesar (100—44 SM), Italia

salah satu figur terkenal dari zaman kuno ini dulu telah menaklukkan Galia (sekarang Perancis, Swiss bagian barat, Belgia, dan Italia bagian utara). Julius Caesar juga menjadi Kaisar Romawi pertama yang memimpin ekspedisi militer ke Britania. Selain sebagai kaisar sekaligus panglima perang, Julius Caesar juga seorang lawgiver, ahli bangunan, dan ahli politik. Tokoh satu ini tidak hanya memiliki pengaruh penting di dunia kuno, tetapi juga di dunia modern.

8. Koresh yang Agung (576—530 SM), Persia

Raja pertama Kekaisaran Persia ini adalah pemimpin yang mempersatukan seluruh Iran di bawah kepemimpinan tunggal untuk pertama kalinya dalam sejarah. Koresh menaklukkan Medes dan  berambisi untuk membangun salah satu kekaisaran terbesar di dunia. Koresh tak melulu ambisius. Dirinya bahkan menggagas konsep hak asasi manusia pertama di dunia kuno. Beberapa bentuk perbudakan tidak dilegalkan dan perampasan tanah milik petani juga dilarang oleh Koresh.

9. Hannibal Barca (247—183 SM), Kartago

Hannibal ini dikenal keberaniannya atas kegigihannya dalam melintasi Pegunungan Alpen bersama 50.000 pasukan infanteri, 9000 pasukan kavaleri, dan 37 gajah, yang pada waktu itu dirasa tidak mungkin. Hannibal berhasil mengalahkan pasukan Romawi dalam beberapa perang selama invasinya di Italia sebelum akhirnya kalah dalam sebuah pertempuran dan terpaksa kembali ke Kartago. Ketika kalah lagi dalam perang melawan Romawi di Kartago, panglima perang ini pada akhirnya memilih untuk bunuh diri daripada harus menyerah kepada Romawi. Meskipun berakhir tragis, Hannibal tetap dikenal sebagai ahli strategi perang yang mumpuni.

10. Aleksander Agung (356—323 SM), Yunani

Alexander Agung atau Alexander the Great adalah Raja Makedonia yang menjadi salah satu pemimpin perang paling disegani sepanjang sejarah. Di usia 20 tahun, Aleksander telah melanjutkan misi ayahnya untuk memperluas kekuasaan kerajaan. Dirinya memimpin 50.000 orang pasukan selama 12 tahun dalam menjalankan misinya. Meskipun hanya memerintah selama 13 tahun, Aleksander telah berhasil menguasai wilayah yang sangat luas dan mencakup tiga benua, yaitu Eropa, Afrika, dan Asia. Bayangkan saja, di usia yang masih muda, Aleksander telah berhasil membangun kekaisaran paling besar dari yang pernah ada sebelumnya.

 

Nggak diragukan lagi, peran pemimpin memang menjadi salah satu hal yang sangat menentukan menang-kalahnya sebuah pasukan di medan perang. Nggak cuma di peperangan, di segala sendi kehidupan sosial, pemimpin juga sangat diperlukan. Gimana kita bisa hidup dalam perbedaan kalau nggak ada persatuan dan nggak ada sosok yang dapat menyatukan dalam satu komando?

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
SHARES