Sering Dibandingkan Dengan Soeharto, Presiden Mugabe Akhirnya Dikudeta Militer. Ini 10 Fakta Mirisnya!

17 November 2017
|Romlah Sundari
4.4 KSHARES

Sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, seorang presiden memang memiliki kuasa yang begitu besar. Dan layaknya manusia biasa, dengan bertambahnya kekuasaan, maka dorongan keserakahan dan ketamakan pun akan bertambah pula. Karena itu, penyalahgunaan kekuasaan merupakan narasi yang kerap kita temui dalam pemerintah baik di negara manapun. Termasuk pula Indonesia yang dulu pernah mencicipi berada di bawah rezim diktator di masa Orde Baru. 30 tahun masa pemerintahan Presiden Soeharto telah meninggalkan berbagai trauma yang menggigit di benak masyarakat Indonesia. Hingga kini pun kita masih kerap bersedih saat mendengar kisah-kisah mengenai keadaan Indonesia di masa Orde Baru.

Bukan hanya Indonesia saja yang pernah berada di bawah rezim seorang pemimpin diktator. Zimbabwe pun mengalami hal yang sama selama lebih dari 3 dekade terakhir. Presiden Robert Mugabe yang telah duduk di tampuk kekuasaan sejak tahun 1987 ini memang dikenal sebagai pemimpin yang diktator dan bahkan kerap dibandingkan dengan sosok Presiden Soeharto. Pemerintahan otoriter ala Presiden Mugabe namun akhirnya berhasil diakhiri lewat kudeta militer yang dilakukan pada hari Rabu (15/11) kemarin. Pihak militer Zimbabwe berhasil menyandera Presiden Mugabe dan keluarganya di rumahnya dan mengambil alih kuasa di kota Harare, Ibu kota Zimbabwe. Penasaran seperti apa kudeta militer yang sedang berlangsung di Zimbabwe? Yuk kepo foto dan faktanya di bawah ini!

1. Robert Mugabe adalah pemimpin pertama dan satu-satunya di Zimbabwe sejak kemerdekaan negara tersebut pada tahun 1980 silam

2. Pemerintahannya selama 37 tahun banyak menyisakan kekecewaan bagi masyarakat Zimbabwe yang tampaknya tidak kunjung berhasil keluar dari jerat kemiskinan

3. 72 persen rakyat Zimbabwe terjebak dalam kemiskinan, dengan akses pendidikan dan kesehatan yang begitu buruk. Berbanding terbalik dengan kondisi Mugabe dan keluarganya yang hidup dalam kemewahan

4. Usia Presiden Mugabe yang sudah sangat tua, membuat pergerakan tokoh yang berebut tempat untuk menggantikan kedudukan Mugabe makin terasa agresif. Salah satu calon pengganti Mugabe adalah istrinya sendiri Grace Mugabe

5. Sikap agresif ini ditunjukkan dengan menyingkirkan saingan terbesar Grace Mugabe dalam meraih kursi kekuasaan, Emmerson Mnangagwa, yang tiba-tiba disingkirkan begitu saja. Penyingkiran Mnangagwa ini menjadi pemantik terjadinya kudeta militer di Zimbabwe

6. Kudeta militer dilangsungkan sejak Selasa Malam (14/11) lalu. Tentara memenuhi jalanan kota Harare dan mengepung berbagai bangunan penting di Harare termasuk kediaman Presiden Mugabe

7. Pihak militer menyatakan telah menjadikan Mugabe dan keluarganya sebagai tahanan rumah sejak Rabu (15/11) pagi. Suasana Zimbabwe pun sempat tegang dan masyarakat diperingatkan untuk tidak keluar rumah.

8. Pemerintahan transisi di Zimbabwe ini rencananya akan diisi oleh pihak lawan politik Mugabe, termasuk Mnangagwa yang diduga kuat dapat menjadi pengganti Presiden Mugabe

9. Suasana tegang mulai mereda setelah Presiden Mugabe menyatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri, dan saat ini sedang dibentuk pemerintahan transisi untuk mengisi kekosongan kekuasaan di Zimbabwe

10. Hingga saat ini kendaraan militer dan tentara masih memenuhi jalanan kota Harare, akan tetapi belum tampak terjadi keributan atau bentrokan senjata dan tidak ada korban jiwa yang jatuh sejauh ini.

Foto-foto di atas membuktikan bahwa kudeta tidak melulu harus menumpahkan darah. Kudeta militer di Zimbabwe yang telah berlangsung sejak Selasa Malam memang membuat suasana kota jadi lebih tegang dan masyarakat khawatir. Akan tetapi setidaknya kehidupan masyarakat masih dapat berlangsung dengan cukup normal meskipun jalanan kota Harare dipenuhi oleh tentara dan tank besar. Bagaimanapun, kudeta militer ini terjadi akibat kekecewaan rakyat dan militer khususnya terhadap pemerintahan Presiden Mugabe yang dinilai otoriter. Padahal Presiden sebenarnya merupakan ‘abdi’ rakyat yang semestinya melayani masyarakat alih-alih bertindak sewenang-wenang. Semoga pemimpin Zimbabwe selanjutnya mengerti betul apa maknanya menjadi seorang pemimpin ya, agar tidak lagi menjelma sebagai sosok pemimpin diktator. Dan semoga kudeta atas Presiden Mugabe ini tidak memakan korban jiwa, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
4.4 KSHARES