Sedih Banget, 10 Foto Kelaparan di Yaman Ini Bikin Hati Porak-poranda. Nggak Tega!

29 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Kalau kamu lihat foto di atas, kamu mungkin langsung bergidik. Ya, seorang anak laki-laki, matanya terbuka lebar berbaring di ranjang rumah sakit di Houdieda, sebuah kota pelabuhan di Yaman barat. Lengannya yang kurus diletakkan di depan mulutnya, sementara lalat ada di tubuhnya yang bagaikan tinggal kulit pembalut tulang. Ia bertelanjang dada dan garis tulang rusuk terlihat jelas melalui kulitnya. Ia merupakan salah satu korban tak berdosa yang menderita gizi buruk dan terancam mati kelaparan akibat krisis pangan.

Sebenarnya foto-foto dalam artikel ini menunjukkan kondisi buruk Yaman yang terjadi pada tahun 2012. Namun, seluruh foto-foto ini nggak jauh berbeda dengan kondisi Yaman saat ini yang juga menderita bencana kelaparan parah akibat adanya blokade dari Arab Saudi yang berlangsung hingga saat ini. Meski kini Arab Saudi telah memperbolehkan bantuan asing untuk masuk sementara demi menanggulangi bencana kelaparan di Yaman. Dilansir dari qz.com yang mengutip reuters.com, berikut adalah foto-foto penuh derita anak-anak Yaman yang dipotret oleh Abduljabbar Zeyad, Mohamed al-Sayaghi, dan Khaled Abdullah. Siap-siap tisu ya karena menyedihkan banget!

1. Seorang bocah malnutrisi menangis di rumahnya di Sanaa, bertahan hidup di sana sangat sulit

Perang sipil yang berkecamuk di Yaman, salah satu negara termiskin di dunia, seolah menjadi isu yang diabaikan dunia karena banyaknya berita buruk tentang Semenanjung Arab. Banyaknya foto anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi di Yaman semakin menunjukkan krisis negara tersebut.

2. Potret sebuah keluarga dengan anak gizi buruk akibat konflik antar pemimpinnya

Inilah dampak dari perseteruan antara kelompok pendukung mantan presiden Yemen, Abdu Rabbu Mansour Hadi, yang dibawa ke pengasingan Februari lalu, dengan kelompok pemberontak Syiah Houthi yang mendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh. Akibat pertempuran yang terus meningkat, anak-anak turut menjadi korban.

3. Tak banyak yang bisa dilakukan, bahkan memberikan ASI pun bukan solusi

Sejak Maret 2015, sebuah koalisi negara di Semenanjung Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi telah meluncurkan serangan udara dengan target Houthi atas permintaan Hadi. Menurut laporan PBB, lebih dari 10.0000 warga sipil terbunuh dan terluka sejak saat itu.

4. Perawatan intensif bagi bayi malnutrisi tidak dapat memperbaiki kondisi

Serangan udara dan Arab Saudi yang mengimpor lebih dari 90% makanan pokok di Yaman memberlakukan blokade di laut, darat dan udara Yaman. Hal ini menyebabkan harga pangan melambung, sehingga membuat orang-orang Yaman tidak mampu untuk memberi makan keluarga dan diri sendiri. Sedih banget!

5. Anak-anak jatuh sakit, menderita, hingga mati kelaparan

Menurut angka terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 14 juta orang Yaman (sekitar setengah dari populasi negara tersebut) sedang menderita kelaparan dan sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. Terutama anak-anak dan bayi yang membutuhkan nutrisi lebih untuk perlembangannya.

6. Fasilitas kesehatan yang buruk semakin memperparah keadaan

Ali Mohammed al-Tawaari, anak laki-laki malnutrisi berusia enam bulan, menangis saat ditimbang di unit perawatan intensif gizi di Sanaa, Yaman pada 30 Juli 2015. Ali menderita kekurangan gizi dan komplikasi akibat penyunatan yang dilakukan oleh praktisi yang malpraktik. Kasihan banget ya!

7. Gizi buruk menjadi pembunuh balita nomor satu di negara ini

Krisis pangan sangat berdampak buruk bagi anak-anak. Setidaknya ada lebih dari 370.000 anak yang menderita gizi buruk. Malnutrisi akut, sebagaimana dibuktikan pada anak-anak yang lemah yang tercatat dalam foto-foto ini, telah menjadi penyebab utama kematian anak balita di negara ini.

8. Kondisi anak-anak yang menderita akibat gizi buruk tak membuka mata hati sang pemimpin

Perdamaian sulit dicapai. Belakangan ini, perundingan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa berakhir tanpa kesepakatan setelah pemberontak Houthi dan partai Saleh mengumumkan pembentukan badan pemerintahan baru untuk menjalankan negara tersebut. Gila sih, perangnya nggak habis-habis!

9. Serangan demi serangan terus terjadi, membuat warganya terus menderita

Serangan udara sering menargetkan daerah-daerah berpenduduk dan pada 12 September 2012, sebuah serangan udara di sumur air di Yaman Utara pada malam menjelang Idul Adha, dilaporkan menewaskan 30 orang dan melukai 17 lainnya, termasuk anak-anak dan warga sipil lainnya.

10. Pada akhirnya, bayi-bayi Yaman hidup dalam waktu singkat hanya untuk merasakan penderitaan

Setelah bertahun-tahun, konflik Yaman belum menemukan titik terang akan perdamaian. Bahkan saat ini (2017) kondisi Yaman terus memburuk dan diramalkan akan tetap seperti ini jika Arab Saudi masih memblokir arus pangan ke Yaman dan tak ada niatan untuk berdamai. Untungnya kini Arab Saudi mulai tergerak untuk memberi celah blokade dan membiarkan bantuan internasional untuk masuk ke Yaman demi menanggulangi krisis pangan di sana.

Sedih banget kan melihat foto anak-anak Yaman yang sedang bertahan hidup di tengah kondisi Yaman yang kacau? Semoga penderitaan mereka segera berakhir dan bisa hidup damai selama berada di tanah air sendiri. Begitulah konflik sosial di negara miskin, yang berseteru mungkin hanyalah antar segelintir orang, tapi dampaknya bisa membuat semua orang menderita, bahkan bayi-bayi tak berdosa sekalipun.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES