Pascakematian Osama bin Ladin, Kini Hamza bin Ladin, Anaknya, Buat Video Ancaman

02 Agustus 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Osama bin Ladin adalah sosok kontroversial yang mengubah dunia dengan serangan organisasi teroris pimpinannya, Al Qaeda, ke gedung kembar World Trade Centre di Amerika Serikat pada insiden 9/11. Serangan ini tidak hanya menghancurkan gedung kembar di Amerika, namun juga menarik perhatian dunia kepada isu terorisme dan mengubah cara pandang masyarakat dunia terhadap agama islam secara umum. Isu radikalisme, terorisme, dan gerakan politik islam baru menjadi pemberitaan sejak terjadinya serangan yang didalangi oleh Osama bin Ladin.

Serangan 9/11 ini menjadikan Osama bin Ladin  orang yang paling diburu di dunia oleh Amerika Serikat. Invasi Amerika Serikat terhadap Afghanistan, hingga Afghanistan porak poranda seperti saat ini,  juga disebabkan oleh perburuan Amerika terhadap organisasi Al Qaeda dan khususnya Osama bin Ladin. Kematian Osama pada 2011 lalu, meredam aktivitas organisasinya, Al Qaeda, meski tidak benar-benar menghentikan atau menghancurkan keberadaan Al Qaeda.

Setelah lama tidak terdengar gaungnya, kini anak dari Osama bin Ladin, Hamza bin Ladin, kembali muncul menggantikan posisi ayahnya. Pada setahun belakangan ini, Hamza bin Ladin telah mengirimkan dua buah video yang berisikan ancaman bagi keluarga kerajaan Saudi.

Video pertama berisikan pujian terhadap mereka para pemberontak di Arab Saudi dan menghimbau terjadinya kudeta dan aksi pemberontakan terhadap kerajaan Saudi. Selain itu, Hamza bin Ladin juga menuduh pendiri kerajaan Saudi, Abdul-Aziz bin Rahman Al Saud, sebagai agen dari Inggris.

Video kedua baru saja diluncurkan pada beberapa waktu belakangan melalui media milik kelompok teroris ini yang bernama As-Sahab. Dalam video tersebut, Hamza bin Ladin menyatakan bahwa Arab Saudi telah mengkhianati Islam karena bergerak melawan kekhalifahan Utsmaniyah.

Dengan munculnya video-video ini, Hamza bin Ladin yang saat ini diperkirakan sudah berumur 28 tahun kini digadang sebagai pimpinan baru Al Qaeda dan akan membawa organisasi ini kembali ke mata publik. Kebangkitan Al Qaeda ditandai dengan kemunculan Hamza bin Ladin di muka publik. Bahkan dalam salah satu pidato Hamza yang dirilis pada Juli 2016, ia telah menyatakan ancaman terhadap Amerika Serikat untuk pembalasan dendam bagi kematian ayahnya.

Namun kekerasan yang dibalas dengan kekerasan akan menjadi siklus yang tidak berujung. Inilah yang terjadi dengan merebaknya isu terorisme di dunia saat ini. Saat aksi terorisme dibalas dengan penyerangan demi penyerangan, maka organisasi teroris ini justru akan berkembang semakin subur, semakin pesat.

Penjara-penjara yang didirikan Amerika Serikat untuk menahan mereka yang memiliki visi radikal, ternyata justru menjadi tempat munculnya berbagai kader baru organisasi terorisme. Kekerasan dan represi hanya dapat menjadi solusi sementara dan tidak akan menciptakan perdamaian yang diimpikan oleh semua orang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES