Pasca Pernyataan Trump tentang Yerusalem, Begini Panasnya Konflik Palestina dan Israel Sekarang! Tragis!

14 Desember 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil langkah ekstrem dengan memberikan pernyataan kontroversial bahwa Yerusalem diakui oleh Amerika Serikat sebagai ibu kota Israel. Pernyataan ini mungkin tidak akan begitu meresahkan jika tidak datang dari mulut seorang pemimpin negara adikuasa. Sayangnya, pernyataan ini lahir dari sosok Donald Trump yang bisa dikatakan sebagai sosok pemimpin yang setiap langkahnya akan memengaruhi seluruh dunia.

Tentu saja pernyataan ini menuai respon dari seluruh masyarakat internasional. Mayoritas pemimpin dunia, termasuk Presiden Jokowi, mengecam pernyataan Trump tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, Yerusalem menjadi inti persoalan dari konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung begitu lama dan begitu sengit. Konflik yang terjebak dalam status quo ini lantas kembali terpicu oleh pernyataan Donald Trump tersebut. Lalu, bagaimana keadaan konflik Palestina dan Israel kini? Bagaimana keadaan di Yerusalem yang merupakan tanah sengketa antara Palestina dan Israel? Yuk kita simak perkembangannya!

1. Tepat pasca pernyataan Donald Trump, protes merebak di Gerbang Damaskus di Palestina dan mengakibatkan bentrokan antara massa Palestina dengan tentara Israel

2. Palestina menyuarakan “Day of Rage” yang berarti tiga hari untuk memprotes kebijakan Trump tersebut dan menunjukkan bahwa mereka tidak akan mengalah begitu saja

3. Sehari setelah pernyataan Trump, 3 roket yang disinyalir datang dari Gaza, mendarat di sekitar dan di dalam kota Israel, Sderot. Namun tidak ada korban dari serangan ini

4. Merespon peluncuran roket yang diduga datang dari Gaza tersebut, Israel meluncurkan serangan udara ke Gaza dan melukai 14 orang warga sipil Palestina termasuk perempuan dan anak-anak
5. Protes dan demonstrasi terus terjadi di beberapa titik di sekitar Yerusalem, sebagai bagian dari “Day of Rage”

6. Setidaknya 2 orang warga Palestina meninggal dan kurang lebih 800 orang mengalami luka-luka dalam demontrasi di hari Jumat (7/12) lalu

7. Organisasi kemanusiaan Red Crescent mengatakan mereka telah menangani 767 orang yang terluka akibat demonstrasi penolakan pernyataan Donald Trump di Yerusalem timur, West Bank, dan wilayah Gaza

8. Jumlah korban luka-luka bertambah hingga 1.795 orang berdasarkan laporan Red Crescent pada hari Selasa (12/12)

9. Konflik Israel dan Palestina pun terus memanas. Israel menghancurkan salah satu terowongan bawah tanah yang diduga menjadi jalan bagi organisasi militan Palestina, Hamas
10. Rabu (13/12), Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina sebagai balasan dari serangan roket yang diduga merupakan aksi Hamas pada Selasa (12/12) lalu. Belum ada laporan terkait jumlah korban dari serangan lanjutan tersebut

Konflik Palestina dan Israel terus memanas pasca pernyataan Trump tersebut. Tidak hanya di Gaza dan Yerusalem, aksi protes terhadap pernyataan Trump pun terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Bahkan, beberapa waktu lalu terjadi serangan bom di New York yang diduga merupakan salah satu bentuk kecaman terhadap pernyataan Trump terkait Yerusalem. Tidak hanya berimbas pada konflik dan kekerasan, proses perdamaian antara Palestina dan Israel pun turut terdampak oleh pernyataan Trump ini.

Dari kasus di atas, kita dapat menyadari kebenaran peribahasa “mulutmu harimaumu”. Dengan pernyataan seorang tokoh dunia seperti Donald Trump, dapat menimbulkan kekacauan di berbagai negara dan bahkan sampai menjatuhkan korban jiwa. Mungkin jika pernyataan itu datang dari warga sipil biasa seperti kita, memang tidak akan berdampak dalam skala besar, namun tentu akan berdampak bagi kehidupan kita sendiri. Karena itu, jaga selalu omongan dan tindak tandukmu, ya. Supaya kita tidak menimbulkan penderitaan bagi orang lain dan diri sendiri.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES