Nggak Perlu Pakai Kulkas, Begini Cara Bangsa Persia Simpan Es Sejak 400 SM!

22 April 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Saat ini, kulkas telah dimiliki banyak orang. Bisa dikatakan, kulkas bukanlah barang mewah lagi. Kulkas memang bermanfaat bagi manusia. Dengan perangkat ini, kita dapat menyimpan berbagai makanan serta bisa juga menyimpan es serta air dingin. Kalian pernah nggak sih berpikir sebelum ada kulkas, gimana ya caranya menyimpan es?

Jauh sebelum kulkas diciptakan, ternyata di tahun 400 SM es sudah bisa disimpan. Hal itu dibuktikan dengan peninggalan Imperium Persia. Peninggalan tersebut dinamakan yakhchal. Bisa dikatakan yakhchal adalah cikal bakal dari kulkas.

Yakhchal berasal dari kata yakh yang berarti ‘es’ dan chal yang berarti ‘lubang’. Yakhchal pertama kali dibuat tahun 400 SM oleh insinyur Persia. Yakhchal berbentuk kubah lancip yang dilengkapi dengan ruang penyimpanan bawah tanah. Luas bangunan bawah tanah tersebut bisa mencapai lebih dari 5.000 meter kubik.

Ruang bawah tanah tersebut biasanya digunakan untuk menyimpan makanan dan es. Bisa digunakan untuk menyimpan es karena ruangan tersebut dilengkapi dengan penyekat tebal yang antipanas. Ketebalan penyekat bisa mencapai 2 meter di bagian dasarnya. Tak hanya tebal, material yang digunakan pun berbeda. Bahan khusus yang digunakan untuk membuat penyekat tersebut dinamakan sarooj.

Sarooj merupakan campuran dari pasir, tanah lempung, putih telur, kapur, bulu domba, dan abu dengan perbandingan tertentu. Campuran bahan-bahan tersebut dianggap sebagai tidak dapat dirembesi oleh air sehingga aman untuk menyimpan es.

Es yang disimpan dalam yakhchal diambil pegunungan sekitar. Namun, es lebih sering dipanen menggunakan sistem qanat. Qanat adalah sistem pengairan dengan memanfaatkan air pegunungan.

Es yang disimpan di yakhchal akan sulit mencair karena isolasi raksasa dan pendinginan yang terjadi secara terus-menerus. Selain itu, di bagian terbawah yakhchal terdapat parit yang menampung es yang mencair yang kemudian akan dibekukan lagi oleh udara gurun malam hari yang dingin.

Dengan berhasil disimpannya es, sajian dingin pun bisa dihidangkan kepada keluarga bangsawan. Salah satu sajian dingin yang digemari oleh bangsawan Persia adalah faludeh, salah satu makanan pencuci mulut ala Persia. Hmm, cukup inovatif juga ya!

 

Orang zaman dulu memang keren ya, bisa nyimpen es dan makanan dalam jumlah banyak. Saat ini, yakhchal masih bisa dijumpai di Keman, Iran. Namun, yakhchal sudah tidak digunakan lagi karena kulkas dianggap lebih murah dan lebih praktis. Selain itu, bentuknya yang terbuka rentan terkontaminasi debu sehingga berbahaya bagi kesehatan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES