Kirimkan Ratusan Senjata Misil ke Suriah, Apa Tujuan dan Langkah Amerika Serikat Selanjutnya?

01 Mei 2018
|M.A
178SHARES

Serangan 105 misil yang menyerang Suriah bagian barat sabtu pagi ditujukan untuk menghalangi presiden Bashar Al-Assad menggunakan senjata kimia untuk membunuh penduduknya sendiri. Namun, muncul pertanyaan baru, yaitu apa yang akan dilakukan oleh pihak Amerika Serikat (AS) setelah mengirim 105 misil ke negara yang sedang dilanda konflik hebat ini?

Menurut majalah Times, keputusan presiden Donald Trump memperumit masalah perang saudara Suriah yang sudah berjalan selama 8 tahun. AS, Rusia, Iran, Turki, Israel, dan negara lain sudah terlibat dengan perang berdarah Suriah dalam berbagai tingkatan. Keterlibatan mereka sendiri sudah mencapai perang proxy atau 'kepanjangan' untuk berbagai macam kepentingan. Serangan dari pesawat jet AS, kapal perang dan kapal selam dari Perancis serta jet Inggris meningkatkan ketegangan secara berlapis. Sementara itu, Suriah yang didukung oleh Iran dan Rusia mengutuk serangan ketiga negara itu dan berpotensi untuk membalas serangan mereka.

Pemerintahan Donald Trump sendiri menyatakan aksi selanjutnya adalah menyerang Suriah kembali jika mereka menggunakan senjata kimia untuk menyerang warganya. “Tujuan dari aksi kami adalah mencegah produksi, penggunaan, dan penyebaran senjata kimia.”, kata Donald Trump. “Melakukan aksi ini adalah hal yang vital untuk tujuan keamanan nasional Amerika Serikat.”

Letnan Jendral Kenneth McKenzie, pemimpin yang dipilih untuk menghentikan program serangan senjata kimia, mengakui bahwa serangan yang dilakukan AS tidak berarti mampu menghentikan produksi senjata kimia Suriah secara total.

“Sangat jelas, sistem senjata kimia Suriah lebih besar daripada yang kita kira. Namun, daerah tersebut (daerah yang diserang 105 misil) adalah yang terbaik untuk meminimalisasi kerusakan tambahan, kematian penduduk, dan memberikan pesan yang kuat (untuk Suriah). Kami bisa menyerang di tempat lain tapi berdasarkan diskusi dengan sekutu kami, diputuskan daerah tersebut yang paling sesuai dengan kriteria.”

Berdasarkan informasi Mckenzie, lokasi produksi senjata kimia terlihat kosong pada jam 4 pagi saat misil menghancurkan tempat tersebut. Dia juga mengatakan bahwa tidak penduduk yang mati dalam penyerangan itu tapi ada kemungkinan ada penduduk yang mati karena sistem pertahanan udara Suriah yang menembak secara acak dan meleset menembak misil AS. Mckenzie menghiraukan pernyataan pemerintah Suriah bahwa 70 misil AS mampu ditembak dengan sistem pertahanan negara itu.

Jadi, hal selanjutnya yang akan dilakukan AS sejauh ini adalah menunggu dan mencari pusat produksi senjata kimia yang dimiliki oleh Suriah. Jika sampai Suriah menyerang dengan senjata kimia lagi, AS akan beraksi dengan menyerang mereka karena senjata kimia tidak boleh digunakan untuk perang sesuai dengan aturan CWC (Chemical Weapon Convention) pada tahun 1997. Tapi benarkah motif Amerika hanyalah untuk memusnahkan senjata kimia? Atau ada maksud dan kepentingan lain di baliknya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
178SHARES