Dari Ahed Tamimi Hingga Aina Gamzatova, Perempuan Pemberani Ini Berdiri Menantang Penguasa. Salut!

07 Januari 2018
|Romlah Sundari
2SHARES

Belakangan ini internet diramaikan dengan nama-nama perempuan yang pernah dengan berani menantang penguasa. Meski perempuan kerap dipandang kurang memiliki kekuatan dan kuasa, namun ternyata ada mereka yang berani melakukan perlawanan. Zaman dulu kita mengenal sosok pahlawan perempuan seperti Joan of Arc dan Cut Nyak Dien yang melawan penjajah dan penguasa. Namun ternyata sekarang juga ada lho sosok perempuan seperti mereka. Penasaran siapa saja? Yuk, simak!

1. Ahed Tamimi

Beberapa waktu lalu media dipenuhi dengan pemberitaan mengenai Ahed Tamimi, seorang perempuan Palestina yang berani menampar tentara Israel. Aksinya ini dipicu oleh insiden penembakan adik sepupunya oleh tentara Israel menggunakan peluru karet dengan jarak dekat. Sepupunya yang malang ini mengalami perdarahan dalam yang hebat akibat tembakan tersebut dan harus mendapatkan penanganan serius. Ahed yang marah lantas menampar dan menendang tentara Israel tersebut. Aksinya ini direkam oleh Ibu Ahed dan lantas menjadi viral. Empat hari setelah kejadian tersebut, Ahed ditangkap dan kini ia sedang menghadapi proses pengadilan atas aksinya.

2. Malala Yousafzai

Siapa yang tidak kenal dengan Malala Yousafzai? Anak perempuan asal Afghanistan ini menjadi terkenal setelah insiden ditembaknya ia oleh tentara Taliban karena memperjuangkan haknya dan para anak-anak perempuan di Afghanistan lainnya untuk menuntut ilmu. Seperti yang kita ketahui, Afghanistan sempat dikuasai oleh kelompok islam radikal, Taliban. Di bawah kuasa Taliban, perempuan dilarang untuk pergi ke sekolah dan menempuh pendidikan formal. Hal inilah yang diprotes oleh Malala hingga kini ia menerima penghargaan Nobel.

3. Leymah Gbowee

Leymah Gbowee adalah aktivis perdamaian perempuan asal Liberia yang berhasil mendorong proses perdamaian perang sipil Liberia kedua. Ia dan organisasi Women of Liberia Mass Action for Peace yang ia kepalai berhasil mendesak Presiden Liberia, Charles Taylor, untuk segera menyelesaikan perjanjian perdamaian Ghana-Accra. Meski Presiden Charles Taylor saat itu terkenal sebagai seorang diktator, akan tetapi Leymah tidak takut dan terus memimpin berbagai aksi demonstrasi yang menuntut berhentinya perang sipil tersebut.

4. Aina Gamzatova

Perempuan cantik berhijab asal Rusia ini namanya belakangan sedang mencuat di berbagai media. Pasalnya, Gamzatova menjadi sosok perempuan yang berani menantang Presiden Rusia saat ini, Putin, dalam pemilihan presiden tahun ini di Rusia. Meski berbagai pihak menyatakan bahwa Gamzatova tidak akan mungkin memenangkan pilpres, akan tetapi kemunculannya ke ranah publik cukup menarik perhatian. Pencalonan ini namun memang bukan ditujukan untuk merebut kursi kekuasaan dari tangan Putin, melainkan untuk menggoyahkan sikap anti-wahabi pemerintah Rusia. Meski Gamzatova bukan satu-satunya perempuan di Rusia yang pernah mencalonkan diri, akan tetapi ia satu-satunya muslim yang pernah mencalonkan diri.

Keempat perempuan di atas sudah menunjukkan keberaniannya melawan ketimpangan dan ketidakadilan yang mereka alami. Bagaimana dengan perempuan Indonesia? Bagaimana dengan kamu? Mampukah kamu berdiri untuk membela ketidakadilan? Yuk, berhenti menjadi abai terhadap sekitar. Mungkin nggak harus dengan bentuk perlawanan seperti yang dilakukan oleh keempat orang di atas. Cukup dengan menjadi sadar dan membantu mereka yang membutuhkan dan mampu kamu bantu. Dengan begitu, kamu juga berarti sudah berkontribusi bagi perubahan positif di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
2SHARES