Bagaimana ISIS terbentuk? Ini Dia Jawabannya

11 Juni 2017
|Romlah Sundari

Belakangan ini, media seringkali dibanjiri oleh berita mengenai kelompok ekstremis Islam yang bernama ISIS. Kelompok ini meraih kepopularitasannya karena dianggap telah menjadi kelompok teroris paling sukses, bahkan lebih sukses daripada pendahulunya, Al-Qaeda. ISIS memiliki pengaruh dan kaki tangan di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Beberapa ormas Islam di Indonesia telah menyatakan dukungannya terhadap ISIS dan hal ini tentunya membuat khawatir pemerintah. Meski namanya sudah mendunia, tapi tahukah kamu asal-usul terbentuknya kelompok teroris nomor satu di dunia ini? Jika belum, yuk simak ulasan berikut.

Berawal dari invasi Amerika Serikat ke Iraq pada tahun 2003, sebuah kelompok ekstremis Islam di Iraq yang bernama Jama'at al-Tawhid wal-Jihad menyatakan bergabung dengan organisasi teroris yang paling terkenal kala itu, Al-Qaeda. Mereka menyatakan diri sebagai cabang Al-Qaeda di Iraq atau yang kemudian dikenal dengan sebutan "AQI" (Al-Qaeda Iraq). AQI bertujuan untuk mengusir tentara Amerika Serikat dari tanah Irak dan menolak kekuasaan Syiah, salah satu sekte Islam di Irak. Upaya AQI sayangnya tidak berhasil. Kelompok yang berada di bawah pimpinan Al-Zarqawi ini berhasil diredam pengaruhnya oleh pemerintah Irak saat itu. 

Pada tahun 2006, AQI yang telah gagal merebut kekuasaan di Irak bergabung dengan kelompok-kelompok pemberontak di Irak dan membentuk Islamic State of Iraq atau yang disingkat ISI. Kelompok baru ini dipimpin oleh Abu Omar Al-Baghdadi dan memiliki tujuan yang sama dengan AQI. Namun, sekali lagi upaya ISI dalam meraih tampuk kekuasaan di Irak tidak berhasil.

Tahun 2011, fenomena Arab Spring melanda. Arab Spring menandai periode ketidakstabilan di Timur Tengah. Saat itu, hampir seluruh negara di Timur Tengah mengalami perlawanan dari kelompok pemberontak di dalam negaranya, tak terkecuali Suriah. Pemerintahan Bashar Al-Assad di Suriah mendapat perlawanan dari organisasi militan Islam bernama Jabhat Al-Nusra

Melihat kekacauan yang terjadi di Suriah, ISI menganggapnya sebagai kesempatan untuk meraih kejayaan. ISI bergabung dengan Al-Nusra pada tahun 2013 dan membentuk Islamic State of Iraq and Syria atau yang biasa disingkat menjadi ISIS. Seperti namanya, ISIS bertujuan untuk membentuk kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah. Namun, seiring dengan perkembangannya ISIS mulai menetapkan  tujuan yang lebih ambisius, yaitu mendirikan kekhalifahan Islam dunia yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi.

Kali ini, upaya ISIS cukup membuahkan hasil. ISIS berhasil berkuasa di banyak wilayah di Timur Tengah, termasuk kota-kota penting di Irak dan Suriah. Bahkan pengaruh ISIS kini telah mendunia dan memasuki negara-negara di Asia Tenggara, seperti yang terjadi di Indonesia dan Filipina. ISIS telah mendapat pengakuan dari berbagai ulama besar di Indonesia dan diduga telah berhasil merekrut lebih dari lima ratus orang warga Negara Indonesia.

Paham radikal yang dibawa oleh ISIS bertentangan dengan asas Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar bangsa kita. Keberagaman bangsa kita menjadi terancam dengan tersebarnya paham ISIS yang menginginkan satu kekhalifahan Islam di dunia. Untuk itu, kita sebagai anak muda haruslah berhati-hati. Jangan sampai paham radikalisme masuk ke lingkungan kita dan merusak perdamaian antargolongan di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila adalah pemersatu bangsa kita, maka sudah menjadi tugas kita sebagai anak muda Indonesia untuk menjaganya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES