Al Gharabeeb Al Soud, Sinetron Arab Saudi Tentang ISIS yang Penuh Cerita Dramatis

05 Juni 2017
|Faizah Pratama
33SHARES

Selama bulan Ramadan salah satu stasiun TV Arab Saudi akan menayangkan sebuah sinetron yang bercerita tentang kekejaman ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Sinetron tersebut berjudul Black Crows atau Al Gharabeeb Al Soud yang dalam Bahasa Indonesia berarti ‘Gagak HItam. Sinetron ini ditayangkan dengan tujuan untuk mengatasi propaganda ISIS terutama terhadap anak muda. Sinetron ini juga dibuat dengan penyampaian sangat ringan agar dapat mudah diterima masyarakat Arab. Apa saja bentuk kekejaman ISIS yang diangkat dalam sinetron tersebut?

Sinetron ini kaya akan cerita, tidak hanya berfokus pada suatu cerita saja dan pada satu tokoh saja. Dimulai dengan cerita seorang ibu yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk mencari anaknya yang telah bergabung dengan ISIS hingga cerita tentang keberanian seorang perempuan melawan ISIS. Awalnya perempuan itu bergabung dengan ISIS. Ia membunuh suaminya karena telah berbuat kecurangan. Lalu ia melarikan diri dengan kedua anaknya ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Namun, pada suatu saat ia melihat kekejaman ISIS, seperti pelecehan seksual yang diakukan tantara-tentara ISIS. Dia berjuang untuk melarikan diri.

Sinetron ini juga mengungkapkan fakta bahwa banyak orang-orang yang dipaksa untuk masuk ke dalam kelompok tersebut. Doktrinasi terhadap anak-anak pun diangkat dalam sinetron ini. Dalam suatu episode diceritakan pula bahwa seorang pimpinan ISIS mendoktrin anak-anak agar menjadi tentara masa depan mereka. Adegan tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak diperintahkan untuk menembak orang-orang yang ada di depan mereka.

Ada juga sebuah cerita tentang seorang jurnalis perempuan yang tunangannya menjadi salah satu tersangka pemboman yang didalangi oleh ISIS. Lalu ia menyamar menjadi anggota ISIS dan akan murtad dari agama Kristen yang dianutnya. Ia juga berjanji akan melakukan pemboman pada sebuah gereja.

Pemerkosaan yang dilakukan oleh tentara-tentara ISIS juga diangkat dalam sinetron ini. Dalam salah satu episodenya, Black Crows menggambarkan kekejaman tentara ISIS yang menjadikan wanita-wanita sanderaan mereka sebagai pemuas nafsu. Hal inilah yang menjadikan tokoh wanita dalam sinetron ini menjadi pemberontak.

Itulah sederet potret kekejaman ISIS yang dituangkan dalam sebuah sinetron Al Gharabeeb Al SoudBlack Crows. Mungkin kalian heran mengapa sinetron ini banyak menonjolkan tokoh perempuan. Hal tersebut berkaitan dengan anggapan bahwa cerita perempuan dianggap lebih dramatis dan menyentuh. Sinetron ini juga diharapkan menjadi upaya untuk menekan propaganda ISIS. Kalian tertarik untuk menyaksikannya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
33SHARES