SEA Games 2017, SEA Games Terburuk Sepanjang Keikutsertaan Indonesia

31 Agustus 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

SEA Games 2017 secara resmi telah ditutup pada tanggal 30 Agustus malam kemarin. Acara penutupan dilangsungkan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Perayaan atas penutupan SEA Games kali ini ditandai oleh penyerahan bendera SEA Games dari Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Brigjen Khary Jamaluddin, kepada perwakilan Negara Filipina selaku tuan rumah SEA Games 2019 mendatang. Dengan berakhirnya SEA Games kali ini, maka berakhir pula peluang Indonesia untuk menyodok masuk ke peringkat tiga besar. Pada ajang multi-event dua tahunan ini, Indonesia hanya berhasil meraih 38 emas, 63 perak, serta 90 perunggu sehingga harus puas berada di posisi kelima. Raihan medali emas Indonesia sangat jauh dari harapan. Untuk ajang SEA Games kali ini, tim Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menargetkan Indonesia setidaknya mendulang 55 medali emas. Namun, jangankan meraih 55 medali emas, meraih 40 emas saja sudah sangat sulit. 

Apa yang salah dengan Indonesia pada ajang SEA Games kali ini? Apakah karena faktor dari atlet itu sendiri ataukah karena faktor non-teknis? Mungkin bagi kita sebagai orang awam, melihat faktor kegagalan Indonesia di ajang dua tahunan kali ini adalah karena adanya “kupon emas” yang diberikan untuk tuan rumah, Malaysia. Hal itu wajar terjadi mengingat berbagai kecurangan yang dilakukan oleh tuan rumah dalam ajang SEA Games kali ini. Mulai dari keterlambatan pengangkutan atlet ke venue pertandingan, kualitas penginapan yang buruk, hingga minimnya fasilitas serta sempitnya waktu yang bisa digunakan oleh para atlet untuk melakukan pemanasan. 

Kegagalan Indonesia pada ajang SEA Games kali ini menjadi yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Padahal, dahulu Indonesia merupakan langganan juara umum di ajang ini. Malaysia ataupun negara sekelas Thailand masih jauh tertinggal dari Indonesia. Selama sepuluh kali pergelaran SEA Games dalam rentang waktu 1977 hingga 1997, Indonesia hanya dua kali gagal menjadi juara umum. Sisanya, Indonesia berhasil menjadi raja di Asia Tenggara. Jangankan untuk membandingkan prestasi Indonesia kini dengan zaman dulu. Lebih dekat lagi, yakni pada ajang SEA Games 2015 yang berlangsung di Singapura, Indonesia dinilai lebih sukses karena dapat mendulang 47 medali emas, 61 perak, serta 74 perunggu. Tentu saja hasil yang sekarang ini jauh dari ekpektasi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

Meskipun begitu, kita sebagai masyarakat Indonesia patut berbangga kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia. Tanpa mereka, mungkin Indonesia akan dipandang sebelah mata oleh para tetangga. Semoga Indonesia bisa segera berbenah mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga terakbar se-Asia (Asian Games) pada bulan Agustus tahun depan. Semangat terus Indonesiaquuu!!!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES