Rush Money, Gerakan Menarik Uang Secara Serempak Ini Punya Efek Bahaya!

22 November 2016
|Iswara Aji Pratama
372SHARES

Belakangan ini beredar isu mengenai rush money di media sosial. Rush money? Apa itu? Jadi rush money ini adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk menarik seluruh uang tabungan yang ada di bank secara bersama-sama. Sebenarnya hadirnya isu ini berkembang beriringan dengan kekisruhan yang terjadi terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Seperti yang dilansir oleh Kompas.com (21/11) mengenai hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk tidak terprovokasi dengan isu rush money yang akan diadakan pada tanggal 25 November 2016. Gerakan rush money tersebut dinilai hanya memperkeruh suasana dan hanya untuk kepentingan suatu kelompok saja. Kelompok itu tuh gak puas dengan keputusan pemerintah terhadap kasus Ahok dan akhirnya bikin deh gerakan ini. Jadi buat kamu yang udah punya niat buat narik seluruh tabungan yang ada di bank mending urungkan niat deh. Coba lebih seksama lagi baca keseluruhan berita yang ada biar bisa menyerap informasi gak setengah-setengah. Soalnya nih yah dampak yang muncul jika gerakan rush money ini terjadi tuh besar banget!

Karena banyak warga yang menarik uangnya di bank secara serentak, otomatis simpanan uang di bank kosong dong? Nah kondisi ini membuat bank-bank di Indonesia mengalami krisis. Soalnya gini, uang-uang yang kita tabung itu kan diputer sama bank buat kasih pinjaman ke warga lain yang ingin buat usaha. Nah kalo tiba-tiba semua orang ngambil duitnya di bank, stok uangnya mana? Para warga yang meminjam duit kan punya perjanjian dengan bank untuk sistem pembayarannya, jadi gak bisa langsung lunas. Kalo udah begini kondisinya, wah fiks banyak karyawan bank yang di PHK dan menyebabkan kepanikan publik.

Karena kondisi perbankan yang carut marut, ya otomatis publik pun panik. Bahaya banget nih kalo udah sampe kondisi ini! Kerusuhan bisa jadi di mana-mana, penjarahan, dan tindakan anarkis dilakukan oleh para warga. Contoh yang paling bisa menggambarkannya adalah era reformasi deh. Kacau banget kan itu? Seperti yang dilansir oleh bbc.com (18/11), Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berkomentar terkait isu ini bahwa jika gerakan ini terjadi maka yang akan menderita untuk pertama kalinya adalah masyarakat paling kecil dan masyarakat miskin. Oleh sebab itu, ia mengimbau untuk berhati-hati dalam melakukan tindakan yang bisa saja melukai dan memengaruhi kepentingan masyarakat itu sendiri.

 

Dan akhirnya pun krisis ekonomi terjadi! Kamu emangnya mau mengulang peristiwa 98? Rupiah anjlok! Dan untuk membalikkan keadaan seperti semula itu susah banget. Perlu waktu tahunan kan hingga akhirnya kita sampai di sini. Negara lain yang mengalami krisis ekonomi misalnya Brazil deh. Kalo kamu pernah baca berita mengenai Brazil pasti kamu liat kalo kerusuhan terus-terusan terjadi di sana akibat masalah krisis ini. Gak cuma itu, orang miskin pun bertambah. Contoh paling parahnya adalah negara Yunani, yang diberitakan bangkrut karena mengalami krisis ekonomi dan punya utang kebanyakan.

Sebenarnya rush money ini biasa dilakukan masyarakat ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi atau kondisi perbankan yang tidak sehat, dan mengakibatkan masyarakat khawatir menyimpan uangnya di bank. Oleh karena itu, masyarakat memutuskan untuk narik simpanan uang mereka dari bank. Tapi untuk saat ini kamu bisa mikirlah, masa masalah politik jadi masalah ekonomi sih? Soal kasus Ahok mah yaudah serahin aja ke pemerintah. Sambil kita awasi aja proses hukumnya. 

Tapi buat kamu yang mau narik duit buat beli keperluan rumah tangga mah gak dilarang asal ada uangnya aja ya, hahahaha. Semoga isu ini gak kejadian ya, dan masyarakat tetap dalam kondisi stabil! Di saat-saat seperti ini, ingat, jangan gampang terprovokasi ya, guys!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Iswara Aji Pratama
Gak Punya Quote Nih!
372SHARES