Ramai Kasus Penggerebekan Gudang Beras Maknyus, Inilah Beda Beras Kelas Premium dan Medium

25 Juli 2017
|Romlah Sundari
289SHARES

Beberapa hari ini di Indonesia santer terdengar kasus penggerebekan gudang beras PT. Indo Beras Utama (IBU) yang diduga melakukan penipuan terhadap konsumen. Perusahaan ini menjual beras dengan merk ‘Maknyuss’ yang dibanderol dengan harga Rp 13.700,- per kilonya dan ‘Cap Ayam Jago’ yang dibanderol dengan harga Rp 20.400,- per kilonya. Sedangkan varietas yang digunakan oleh PT IBU diduga merupakan varietas IR64 yang merupakan kelas beras yang disubsidi pemerintah dari sisi pupuk, benih, dan alat mesin pertaniannya. 

PT IBU berdalih bahwa harga tersebut ditetapkan karena beras yang digunakan adalah kelas premium. Menurut Juru Bicara PT IBU, beras yang digunakan oleh mereka adalah kelas premium yang sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Lantas, memang apa bedanya dengan kelas premium? Apa keistimewaan beras yang satu ini hingga harganya dapat dibanderol sampai Rp 20.400 per kilogram? Sedangkan beras yang sering ditemui di warung-warung, hanya diberi harga maksimal kurang lebih Rp 13.000,- per kg untuk kualitas yang paling baik.

Sebenarnya, beras digolongkan ke dalam kelas medium dan premium hanya berdasarkan penampilan fisiknya saja. Misalnya, varietas IR64, seperti yang digunakan oleh PT IBU, dapat digolongkan ke dalam kelas premium hanya karena tampilan fisiknya yang lebih bersih dan butirannya yang cenderung utuh, tidak patah, atau pecah. Sedangkan bagi beras dari varietas yang sama, namun butirannya tidak utuh dan penampilannya kurang bersih, digolongkan ke dalam kelas medium. Hal ini telah ditentukan dalam deskripsi mutu sesuai SNI nomor 6128-2008.

Dari sisi kandungannya, kelas medium dan premium tidak memiliki perbedaan apapun. Hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menurutnya, kualitas medium dan premium itu sama saja karena bersumber dari satu varietas yang sama. Kecuali jika berasal dari varietas yang berbeda seperti beras Rojo Lele atau Menthik Susu yang memang merupakan varietas unggul. Perbedaan kelas premium dan medium hanya terletak pada penampilannya saja.

Tidak dipungkiri, IR64 memang merupakan varietas unggul juga, namun varietas IR64 karena telah mendapat subsidi pemerintah, baik kelas medium maupun premium telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di angka Rp 9.000,-. Sehingga PT IBU dinilai telah mengambil keuntungan hingga 200 persen yang dapat mencekik konsumen Indonesia.

Dan menimbulkan kerugian bagi negara. Selain itu, deskripsi kandungan nutrisi dalam kemasan beras ‘Maknyuss’ dan ‘Cap Ayam Jago’ juga dinilai telah membohongi konsumen karena beras yang digunakan adalah varietas IR64 yang tidak akan berubah nilai kandungannya meski telah melalui proses pemolesan.

Sebagai bahan pangan pokok, beras mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, pemerintah melakukan subsidi dan upaya penetapan HET. Apa yang dilakukan oleh PT IBU ini selain mencekik konsumen dengan harga yang tinggi, juga dapat menyebabkan inflasi jika dibiarkan terlalu lama karena dapat mendorong harga produk-produk lain untuk turut naik.

Selama ini, perbedaan harga dengan varietas yang sama dari satu produsen ke produsen lain hanya berdasarkan pada kemasannya saja. Jadi, jangan mau tertipu kemasan, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
289SHARES