Nyoman, Sang Pawang, Dililit Lalu Dibanting Oleh Gajah Peliharaannya Sendiri

29 April 2017
|Fatwah Diniaty
0SHARES

Semua hewan di dunia ini sejatinya memiliki naluri liar, meski telah dijinakkan sekalipun oleh seseorang yang ahli di bidangnya. Sudah banyak kasus tentang hewan yang menyerang pawangnya sendiri, bahkan sampai menghilangkan nyawa sang pawang. Baru-baru ini telah terjadi penyerangan hewan terhadap seorang pemilik kebun binatang di kota Bali ini, dia diserang oleh hewan peliharaannya sendiri hingga tak berdaya dan meninggal sesaat setelah mengalami penyerangan tersebut.

Dilansir dari Tribunews.com, pada tanggal 28 April 2017 telah terjadi insiden mengenaskan yang menimpa seorang pemilik kebun binatang yang bernama I Nyoman Levi Suwitha yang berusia 50 tahun, di Desa Bakas, Bali, di lokasi tempat dia bekerja. Kejadian mengenaskan tersebut berawal saat Nyoman ingin memberi makan seekor gajah peliharaannya sendiri pada pukul 10.20 WITA, di wahana wisata rafting dan mini zoo di Desa Bakas.

Awalnya Nyoman pergi dari Denpasar, Sanur, ke kampung halamannya di Bakas Levi Rafting and Elephant Tour tempat usahanya sendiri. Sesampainya di sana Nyoman langsung memberi makan seekor gajah jantan asal Lampung. Tragisnya, pada saat memberi makan kepada gajah tersebut, tiba-tiba tubuh Nyoman dililit oleh belalainya dan dibantingkan ke tanah hingga terkapar tak berdaya. Melihat kejadian tersebut, dua orang staf bergegas menolongnya dan langsung membawa Nyoman ke RSUD Klungklung untuk mendapatkan perawatan. Sayang, nyawa Nyoman tidak tertolong dan dia dinyatakan tewas sesaat sebelum Nyoman sampai di rumah sakit.

Berkaca dari kejadian ini, kita bertanya-tanya apa yang salah dengan gajah tersebut? Kenapa gajah tersebut bisa sampai menyerang manusia? Kali ini YuKepo akan membahas fakta-fakta mengenai perilaku gajah tersebut. Simak yuk!

1. Habitat gajah

Gajah adalah hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai jenis habitat, mulai dari gurun, semak-semak, hutan, hingga di atas pegunungan. Mereka umumnya hidup di sekitar sumber air, mereka hidup berkelompok dan sering melakukan migrasi dari tempat satu ke tempat lain untuk menemukan air. Dalam satu hari mereka bisa melakukan perjalanan 10 sampai 20 km, mereka juga dapat berkelana hingga 325 km untuk mencari makanan dan sumber air lokal.

2. Makanan dan kehidupan gajah

Dalam satu hari gajah dapat mengonsumsi makanan hingga 150 kg makanan dan 40 liter air. Gajah memakan tumbuh-tumbuhan seperti daun, rumput-rumputan, buah-buahan, hingga akar-akaran. Sesi makan gajah terbagi menjadi 3 bagian, mulai dari malam, siang, hingga sore hari. Bila siang hari tiba, gajah paling senang menghabiskan waktunya di bawah-bawah pohon rindang, dan gajah hanya memerlukan tidur 3-4 jam perharinya. Gajah juga paling senang bermair air di dalam genangan-genangan seperti sungai atau danau. 

3. Bedanya gajah betina dengan gajah jantan

Tenyata ada perbedaan yang signifikan antara kehidupan gajah betina dan gajah jantan, bila telah dewasa gajah jantan akan menghabiskan hidupnya dalam kesendirian. Sedangkan gajah betina dia akan menghabiskan kehidupannya secara berkelompok, hidup bersama-sama kelompok dan keluarga, mereka akan mengangkat pemimpin dari gajah betina yang tertua di kawanan mereka. 

4. Komunikasi dan kecerdasan

Gajah adalah hewan yang sangat pintar, mereka memiliki volume otak yang besar yang membuatnya dapat melakukan hal-hal yang mungkin mamalia lain tidak bisa lakukan. Kelebihan lainnya, gajah juga dapat berkomunikasi menggunakan gelombang infrasonik hingga jarak 4-5 km. 

5. Gajah adalah hewan yang cukup agresif

Gajah adalah hewan yang sangat peduli dengan kawanannya satu sama lain, gajah akan menjadi sangat agresif bila dia merasa terganggu, stres, terancam, ataupun salah satu kawanannya ada dalam keadaan bahaya. Sepeti gajah yang terdapat di Taman Nasional Aberdare, Kenya, seekor anak gajah di serang oleh seekor badak, alhasil badak tersebut tewas dibunuh oleh kawanan gajah.

6. Perilaku seksual gajah

Setelah dewasa, gajah akan mengalami fase peningkatan testosteron yang disebut juga dengan musth, periode awal gajah akan mengalami fase musth pada usia 15 tahun. Seekor gajah muda akan mengalami musth pada musim kemarau antara bulan Januari hingga Mei, sedangkan seekor gajah tua akan mengalami musth pada musim hujan antara bulan Juni hingga Desember. Pada fase-fase inilah gajah akan sangat agresif.

7. Gajah dan manusia

Gajah dan manusia sejatinya telah berhubungan sejak zaman peperangan dulu, gajah dijadikan mesin tempur oleh orang-orang zaman dulu. Gajah pun telah dijadikan sebagai hewan pekerja. Bahkan sampai saat ini di berbagai tempat dan negara, gajah masih digunakan sebagai mesin pembantu bahkan sebagai bahan ekploitasi pendulang rupiah. Mereka akan dilatih untuk menerima setidaknya 30 perintah. Dan pada fase musth gajah akan dipisahkan dan dirantai karena dianggap sangat berbahaya. 

Itulah tujuh penjelasan mengenai perilaku gajah, kita sudah bisa menebak, seharusnya gajah berada di habitatnya masing-masing dan melakukan segala aktivitas sesuai dengan hukum alam yang ada. Namun, kenyataannya masih banyak gajah-gajah yang terkurung dan tidak bisa melakukan hal yang sebagai mana mestinya. Semuanya kembali kepada kamu, kamu yang bisa menilai semuanya.    


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Fatwah Diniaty
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES