Memperingati Tragedi Trisakti yang Masih Menggoreskan Luka Hingga 19 Tahun Lamanya

12 Mei 2017
|Fatwah Diniaty
0SHARES

Tepat pada hari Selasa, 12 Mei 2017 mahasiswa Trisakti berkumpul untuk mengenang tragedi memilukan yang terjadi 19 tahun silam. Tragedi tersebut terjadi pada tahun 1998 di mana krisis moneter menimpa Negara Indonesia, sehingga seluruh rakyat Indonesia turun ke jalan untuk menuntut rezim Soeharto turun dari jabatannya setelah lebih dari 30 tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia karena dinilai sudah tidak mampu lagi untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia.

Dalam demonstrasi besar-besaran tersebut, para mahasiswa dari Universitas Trisakti ikut berdemo. Demonstrasi tersebut diadakan pada pagi hari dengan agenda melakukan longmarch menuju gedung DPR/MPR untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka. Nahas, di tengah perjalanan, insiden mengenaskan terjadi. Entah apa alasannya mahasiswa Trisakti ditembaki polisi hingga menewaskan empat orang mahasiswa Trisakti, yakni adalah Heri Hertanto dari Fakultas Teknologi Industri (1977-1998), Hafidin Royan dari Fakultas Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Sipil (1976-1998), Elang Mulia Lesmana dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur (1987-1998), dan Hendriawan Sie dari Fakultas Ekonomi (1975-1998).

Kejadian tersebut jelas menampar seluruh komponen yang ada di Universitas Trisakti, mereka harus kehilangan empat mahasiswa terbaiknya, sampai saat ini luka itu masih tergores di tengah-tengah mahasiswa Trisakti. Begitupun dengan para dosen Trisakti yang masih terbayang wajah-wajah mahasiswanya yang tewas pada saat demonstrasi 1998. Bukan hanya para mahasiswa dan dosen, tampaknya keluarga korban sampai saat ini masih mencari keadilan, sebab kejadian ini sudah tergolong ke dalam kejahatan manusia dan pelanggaran HAM. Nah, untuk kalian yang ingin tahu bagaimana kejadian memilukan ini terjadi, mari kita simak detik-detik terjadinya tragedi Trisakti.

1. Aksi damai

Mahasiswa mulai bergerak pada pukul 11.00, aksi itu diberi nama aksi damai yang digelar di dalam kampus Universitas Trisakti. Aksi damai diadakan untuk menunjukan keprihatinan terhadap kondisi Negara pada saat itu yang sedang mengalami krisis moneter, aksi damai dihadiri oleh sejumlah dosen, pegawai, serta alumni Universitas Trisakti. 

2. Masa turun ke jalan

Pada pukul satu setelah aksi damai mulai tidak kondusif lagi karena datangnya sejumlah aparat keamanan, para mahasiswa mulai turun kejalanan. Mahasiswa melakukan long march dari jalan Jend. S. Parman menuju Gedung MPR/DPR. Namun, sejumlah aparat menghalanginya dan meminta mahasiswa menghentikan aksi tersebut. 

3. Negosiasi mahasiswa

Terjadi negosiasi antara pihak mahasiswa dengan aparat kemanan terkait aksi mahasiswa yang menginginkan dibukakan jalan untuk menuju gedung MPR/DPR. 

4. Demonstarasi di gedung wali kota Jakarta Barat

Hasil negosiasi menunjukan bahwa mahasiswa harus menghentikan aksi long march ke gedung DPR/MPR. Akhirnya mahasiswa melakukan demonstrasi di depan bekas kantor Wali Kota Jakbar. Berbagai orasi meraka lakukan, dan mereka terus menerus melakukan negosiasi dengan sejumlah aparat yang sedang berjaga-jaga. Pada pukul 16.30 polisi mulai memasang garis polisi di sekitaran aksi demo. Aparat mulai meminta mahasiswa membubarkan diri. 

5. Negosiasi dan aksi penembakan

Mahasiswa kembali melakukan negosiasi dengan aparat, dan didapatlah kesepakatan bahwa mahasiswa akan membubarkan diri. Namun, saat mahasiswa berangsur-angsur kembali untuk membubarkan diri, salah satu oknum tak bertanggung jawab meneriaki mahasiswa dengan kata-kata kotor sehingga memancing kembalinya masa, dan saat itulah  terjadi kekacauan antara mahasiswa dengan aparat. Tiba-tiba suara letusan peluru terdengar dari arah belakang barisan aparat kepolisian, sontak mahasiswa berlarian tunggang  langgang untuk menyelamatkan diri. 

6. Bentrok aparat dan mahasiswa

Bentrok antara aparat kepolisian dan mahasiswa tidak bisa terelakan lagi, suasana mencekam menyelimuti seisi kampus Trisakti. Terjadi pemukulan, penembakan, bahkan pelecehan seksual terhadap mahasiswa. Korban terus berjatuhan baik dari kepolisian maupun dari mahasiswa, teriakan kemaharahan mahasiswa terdengar bersautan. Tangisan para mahasiswi yang melihat sodara-sodaranya yang telah terkapar menambah pilu situasi kampus. Menjelang malam, kondisi mulai mereda dan korban luka dan tewas segera dilarikan ke RS Sumber Waras. 

Itulah serentetan kejadian tragedi Trisakti yang terjadi pada tahun 1998 silam, sampai saat ini keadilan bagi korban-korban yang tewas masih belum tercapai, dan peringatan Tragedi Trisakti yang dilakukan oleh mahasiswa Trisakti pada saat ini adalah sebagai bentuk rasa sedih yang masih membekas di kampus Trisakti.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Fatwah Diniaty
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES