Inilah Sosok Ahok yang Terbaca dari Pesan Surat yang Ia Tulis dalam Penjara

0SHARES

Tinggal di balik jeruji besi merupakan kondisi yang tidak mengenakkan. Terkurung dan tidak bebas berkarya itulah yang dirasakan Ahok saat ini. Terpidana kasus penodaan agama ini sempat mengajukan banding soal hukuman yang dikenakan pada dirinya selama 2 tahun. Tapi, niat pengajuan banding tersebut diurungkannya demi bangsa dan negara Indonesia tetap dalam keadaan aman.

Menurut lansiran dari beritasatu.com, keputusan pencabutan banding ini tidaklah mudah diambil oleh Ahok sekeluarga. Tapi, bagi mereka keputusan ini adalah keputusan yang baik. Ahok secara khusus juga menyerahkan putusan hukuman sepenuhnya pada Majelis Hakim.

Dalam pencabutan banding, Ahok juga menulis sebuah surat untuk para relawan dan pendukungnya. Surat ini dibacakan oleh Veronica Tan, selaku istri Ahok sambil berlinangan air mata saat jumpa pers di Warung Daun, Cikini pada tanggal 23 Mei 2017. Surat yang ditulis di balik jeruji besi Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok ini sungguh menyentuh hati.

Dari surat yang ditulisnya ini, terbaca sosok Ahok yang sebenarnya. Bagaimanakah sosok beliau? Mari kita telisik lebih dalam dari kalimat yang tertuang dalam surat.

1. Mencintai rakyatnya

Di dalam surat, ada tertulis: “...kepada relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai.” Kalimat ini menunjukkan bahwa beliau dalam kepemimpinannya sangat mencintai rakyatnya, secara khusus pendukungnya. Saking cintanya, warga Jakarta pasti tidaklah lupa dengan apa saja yang diperbuat Ahok selama jadi Gubernur, seperti: pengadaan KJP (Kartu Jakarta Pintar), pengubahan Kalijodo menjadi wahana edukasi, dan pengadaan transportasi wisata keliling Jakarta. Semua itu dilakukannya atas dasar cinta yang besar bagi rakyatnya, tidak ada motivasi yang lain.

2. Mudah berterima kasih

Ada juga kalimat yang menyatakan, “saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, bahkan dengan berkumpul dengan menyalakan lilin.Kalimat ini sungguh jelas menunjukkan bahwa Ahok itu adalah pribadi yang mudah berterima kasih. Bagi Ahok, dukungan yang sudah diberikan rakyat itu memberinya energi untuk bertambah kuat menghadapi kenyataan pahit yang ia alami saat ini. Rasa terima kasih dinyatakan Ahok karena dirinya merasa memang tidak mudah bagi seseorang bisa berkorban banyak hal, apalagi pendukungnya sudah terbukti setia padanya. Tidak hanya saat ada dalam masa senang, tapi di masa Ahok terpuruk pun, mereka tetap ada.

3. Mau belajar mengampuni

Saat mendengar pemberitaan Ahok di penjara, lawan Ahok dalam politik beberapa kali terlihat senang. Bahkan ada juga yang mengunggah foto syukuran setelah Ahok digiring ke rumah tahanan beberapa waktu yang lalu. Menghadapi kenyataan ini, Ahok tetap tegar, ia memilih untuk mengampuni. Hal ini pun tertuang juga dalam suratnya, “...saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini.” Sebagai pemimpin, ia mau belajar memaafkan orang-orang yang melukai hatinya. Jika pemimpin lain, mungkin saja akan berusaha membalas dengan berbagai cara. Tapi kali ini, Ahok tidak demikian.

4. Punya hati mendidik

Keputusan Majelis Hakim memang terasa pahit untuk diterima para pendukung Ahok. Makanya tak heran jika setelah itu banyak aksi warga yang menyentuh hati meminta keadilan ditegakkan di Indonesia. Aksi peletakan ratusan bunga papan, balon merah putih dan penyalaan lilin di Balai Kota juga bukan rahasia umum. Bahkan pendukung Ahok juga tidak segan-segan berunjuk rasa. Tapi sebagai seorang pemimpin yang punya hati kuat, ia menuangkan didikannya demikian: “...tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami, ...mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa.” Didikan seperti ini ada di pemimpin Indonesia yang lain gak ya?

5. Memiliki pondasi yang kokoh

Surat yang ditulisnya ditutup dengan kalimat, “...Gusti ora sare,” yang diterjemahkan dari bahasa Jawa: Tuhan tidak tidur. Tak hanya itu, ia juga mengutip ayat dalam Alkitab yang terambil dalam Mazmur 131:3 yang juga menguatkannya untuk meletakkan pengharapannya pada Tuhan sekarang dan selamanya. Mazmur 138:8a juga dikutipnya dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyelesaikan perkaranya. Terlihat jelas bahwa Ahok punya pondasi yang kokoh dalam beragama. Jadi, jangan khawatir ya! Ahok pasti kuat menjalani peristiwa yang menimpa dirinya ini.

Di balik mulutnya yang ceplas-ceplos pasti ada sisi baik dari sosok Ahok. Sisi baiknya juga kita bisa pelajari dari untaian kata yang dirangkai dalam kalimat suratnya. Jika kita bisa mengenang sisi baik seorang pemimpin negeri yang bisa menginspirasi kita, mengapa kita harus pusing berusaha untuk melenyapkan sisi baiknya dengan sebuah kesalahan?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Yuniar Dwi Setiawati
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES