Inilah Profil Suryo Utomo, Dosen ITB yang Hilang Setelah dari Terminal Leuwipanjang

15 Mei 2017
|Fatwah Diniaty
0SHARES

Hampir sepekan ini masyarakat sedang dihebohkan dengan hilangnya seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Suryo Utomo, pada Rabu 10 Mei pekan lalu. Menurut keterangan sang Istri, Ratna Oktiviani, Suryo dinyatakan hilang setelah mengantar ibunya ke terminal Leuwipanjang, Bandung pada pukul  06.00 WIB. Orang tua Suryo dikabarkan akan kembali ke Kota Bogor.

Pasca berita kehilangan Suryo beredar di berbagai media, polisi sektor Ciranjang, Cianjur, berusaha mencari hingga akhirnya menemukan mobil milik Suryo dengan merk Toyota Vios perak bernomor polisi F 1031 DC. Menurut penuturan polisi sektor Ciranjang, Lubis Syafril, mobil tersebut terparkir di sekitar rest area Cisoko dengan kunci masih menggantung di dalam mobil tersebut.

Pada Sabtu, 13 Mei 2017, polisi menemukan sesosok mayat di waduk Cirata, Cianjur, yang diduga adalah jasad dari Suryo Utomo dengan kondisi mayat terdapat luka patah dan luka bakar di bagian kaki. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan serta memanggil pihak keluarga guna memastikan jasad misterius tersebut, akhirnya didapatkan hasil yang cukup mencengangkan. Ternyata jasad tersebut adalah jasad dari Suryo Utomo yang selama ini hilang bagai ditelan bumi.

Nah, untuk kalian yang ingin mengetahui siapa itu Suryo Utomo, Yukepo telah merangkum riwayat hidup Suryo yang mungkin saja menjadi salah satu petunjuk dari kematiannya.

1. Pendidikan Suryo Utomo

Suryo Utomo dikenal sebagai salah satu dosen di perguruan tinggi ternama Institut Teknologi Bandung (ITB), kini Suryo menginjak usia ke-30 tahun. Suryo pernah mengenyam pendidikan di dua perguruan tinggi ternama yakni ITB dan Unpad, dia menyelesaikan kuliah di Fakultas Ekonomi pada tahun 2008, dan Akuntansi Profesi pada tahun 2009, sedangkan gelar magister dia peroleh di Universitas Padjadjaran pada tahun 2012, sehingga kini Suryo mempunyai tiga gelar sekaligus yakni S.E., AK., M.AK.

2. Bergabung di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB

Dilansir dari Detik.com Suryo bergabung dengan SBM ITB pada tahun 2010 silam, dia mengajar beberapa mata kuliah di ITB, di antaranya adalah Keuangan Perusahaan, Akuntansi Keuangan, Manajemen Keuangan, Audit dan Kontrol Keuangan. 

3. Bekerja di perusahaan

Sebelum bergabung di SBM ITB, Suryo pernah bekerja sebagai karyawan di kantor Akuntan Publik untuk mengaudit keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selain itu Suryo juga merangkap sebagai konsultan di bidang Akuntansi dan Perpajakan. Dia sangat tertarik bekerja di bidang pasar modal dan perbankan syariah. 

4. Pribadi yang baik hingga pernah pingsan tanpa sebab

Menurut penuturan salah satu rekan korban di SBM ITB, Sukmayani, Suryo adalah sosok yang baik. Selama ini Suryo tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun. Namun, menurut keterangan keluarga, Suryo pernah mengalami pingsan tanpa sebab dan tidak sadarkan diri hingga dua hari lamanya di rumah sakit Borromeus. 

5. Memiliki riwayat hilang ingatan

Ternyata Suryo Utomo pernah memiliki riwayat hilang ingatan, hal ini diperoleh dari kesaksian Ibunda Suryo Utomo yakni Ika Rini Astuti. Ika mengaku penyakit tersebut diderita anaknya sejak April 2017 lalu, namun Ika tidak menjelaskan secara detail terkait dengan penyakit anaknya tersebut. 

Itulah profil singkat dari Suryo Utomo yang dikenal baik di mata keluarga dan teman-temannya. Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian dari Suryo, sedangkan pihak keluarga masih menunggu kejelasan dari penyidik terkait penyebab kematian Suryo Utomo. Semoga kasus kematian dosen ITB ini dapat segera terungkap.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Fatwah Diniaty
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES