Inilah Kemungkinan yang Terjadi Ketika Gerakan Basmi Tikus Pemprov DKI Jakarta Terealisasi

19 Oktober 2016
|Iswara Aji Pratama
9SHARES

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan menjalankan Gerakan Basmi Tikus. Gerakan tersebut dibuat karena populasi tikus telah berkembang sangat pesat di Jakarta dan menyebabkan penyakit. Jadi Pak Djarot ini ingin warga Jakarta bersama-sama meluangkan waktunya untuk membasmi tikus di sekitar lingkungan mereka. Uniknya, tiap orang yang berhasil dan sukses menangkap tikus akan diberi ganjaran uang sebesar Rp 20.000. Sungguh menggiurkan! Seperti yang dilansir dari Detik (18/10), warga gak perlu bawa tikus secara utuh, cukup bawa buntutnya aja. Gerakan ini masih wacana sih, tapi kayanya bakalan ada hal-hal baru yang muncul akibat gerakan ini deh. Ya kan orang Jakarta paling pinter ngakal-ngakalin sesuatu yang ujungnya duit. Nah Yukepo udah merangkum beberapa kemungkinan yang bakal terjadi ketika Gerakan Basmi Tikus ini terealisasi. Cekidot.

1. "Pemburu Tikus" akan menjadi lapangan pekerjaan baru

Mungkin pemerintah DKI Jakarta ingin mengurangi angka pengangguran di Jakarta sehingga membuka lapangan pekerjaan baru yakni Pemburu Tikus. Coba kita itung penghasilannya, kalo satu buntut Rp, 20.000, misalkan satu orang secara konsisten mampu memburu 10 tikus sehari. Kemudian dikalikan 30 hari, berarti gaji sebulan untuk pemburu tikus adalah Rp 6.000.000. GEDE BANGET! Kalah gaji hansip. 

2. Warung penjual racun tikus bakal kebanjiran pesanan

Wah warung-warung penjual racun tikus bakal diburu oleh banyak orang! Yang pasti mereka harus nambah stock racun tikus nih di warungnya. Malah bisa jadi indent pembelian racun tikus ini, jadi kaya beli mobil aja ya.

3. Bisa dipastikan gak ada tukang bakso yang pake daging tikus lagi

Gak ada lagi yang namanya bakso tikus karena daging tikusnya udah abis dikubur warga. Jadi untuk pecinta bakso, kalian bisa aman makan bakso dengan daging yang sebenernya, yakni daging sapi. 

4. Gak ada bangke tikus di jalan

Ini juga termasuk dampak positifnya. Para pengendara gak perlu repot menghindari dari bangkai tikus karena setiap tikus yang mati di jalan bisa dipastikan langsung diambil sama warga sekitar untuk ditukar menjadi uang. Ah bahagianya jalanan Ibu Kota menjadi bersih.

5. Rantai makanan terganggu

Tapi untuk sebagian besar kucing yang mencari penghidupan di kota, tikus udah menjadi makanan pokok. Nah ketika Gerakan Basmi  Tikus ini udah terealisasi, kemungkinan besar rantai makanan tersebut hancur. Mau makan apa mereka jadinya?

Nah kira-kira begitulan kemungkinan yang akan terjadi ketika gerakan ini mulai dijalankan. Ada positif dan negatifnya sih. Ya semoga kebijakan Pemprov DKI Jakarta ini bisa membawa Jakarta lebih baik lagi, ya! Oh ya, kamu ternak tikus gih, lumayan buntutnya bisa jadi duit. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Iswara Aji Pratama
Gak Punya Quote Nih!
9SHARES