Inilah Fakta-fakta Ular Piton Raksasa yang Memangsa Petani di Sulawesi Barat

11 Januari 2018
|Fatwah Diniaty
2 KSHARES

Berita seorang petani yang ditelan bulat-bulat oleh ular piton raksasa kini sedang viral. Petani yang diketahui bernama Akbar ini ditelan secara utuh oleh seekor ular tepat di kebun kelapa sawit miliknya di desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Diketahui pada hari sebelumnya korban pergi ke kebun untuk memanen kelapa sawit miliknya, tetapi sampai keesokan harinya ia tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga pun memutuskan untuk mencari korban di kebun, dan alangkah terkejutnya, bukan Akbar yang ditemui melainkan seekor ular piton raksasa dengan perut buncit. Lebih terkejutnya lagi, saat perut ular piton itu dibelah terlihat sosok Akbar yang sedang terbujur kaku. Namun tahukah kamu mengenai fakta-fakta ular piton raksasa tersebut? Langsung aja yuk kita cari tahu faktanya berikut ini.

1. Ular piton bukanlah ular berbisa

Ular piton bukanlah ular yang mengeluarkan racun atau bisa, jadi tak perlu takut jika menemui ular ini di hutan, semak, ataupun di tempat-tempat lainnya. Ular tersebut tidak akan mematok dan mengalirkan racun ke dalam tubuhmu, ia hanya akan melilitkan tubuhnya, dan lilitannya pun tidak akan sampai membunuhmu jika kamu tidak panik. Namun jika kamu panik maka ular piton akan semakin mengencangkan lilitannya di tubuhmu, karena ular piton dapat mendeteksi getaran kepanikan dari tubuhmu.

2. Ular piton memiliki rahang yang kuat dan fleksibel

Jangankan untuk memangsa hewan-hewan kecil seperti kelinci, babi hutan, dan rusa, tubuh petani, Akbar pun bukanlah masalah besar bagi sang ular untuk menelannya secara utuh dan bulat-bulat, karena ular piton tersebut memiliki rahang yang kuat dan fleksibel. Tidak seperti manusia, rahang bawah ular tidak menyatu satu sama lain antara kanan dan kiri, itulah sebabnya ular piton mampu membuka mulutnya secara lebar sehingga mangsanya dapat masuk ke dalam perut ular tersebut.

3. Habitat ular di hutan

Ular piton merupakan hewan yang memiliki habitat atau tempat tinggal di daerah hutan, padang rumput, semak belukar, maupun daerah-daerah yang dekat dengan sumber air. Ular piton menyukai tempat dengan suhu hangat tetapi dengan tingkat kelembaban yang tinggi, maka tak jarang ular terkadang memasuki rumah warga, karena rumah warga merupakan tempat dengan suhu dan kelembaban dianggap sesuai dan cocok untuk tempatnya berganti kulit serta tempat tinggal ular tersebut.

4. Manusia bukanlah mangsa ular piton

Makanan ular piton yang sebenarnya adalah hewan-hewan hutan yang ada di sekitarnya, seperti tikus, kelinci, ayam, babi hutan, dan rusa. Sangat jarang bila ditemukan ular memangsa manusia. Jikapun ular tersebut memangsa manusia maka bisa jadi itu disebabkan karena ia tidak menemukan hewan-hewan yang merupakan mangsanya sehari-hari. Oleh karena itu, ular tersebut menjadi sangat kelaparan, sehingga apapun makhluk hidup pertama yang ia temukan maka akan langsung menjadi sasaran mangsanya.

5. Ular piton mendeteksi mangsanya dari panas tubuh

Dalam berburu dan mencari mangsa, ular piton ini biasanya menggunakan radar alaminya, yaitu dengan mendeteksi panas tubuh hewan yang akan menjadi mangsanya. Ular ini mengetahui jenis-jenis hewan yang akan menjadi mangsanya, biasanya adalah hewan hewan yang bertubuh kecil yang mudah untuk dilahap.

6. Ular piton melumpuhkan mangsa dengan lilitannya

Ular piton tidak melumpuhkan mangsanya dengan bisa atau racun, ia melumpuhkan mangsanya dengan melilitnya hingga lemas. Lilitan piton mampu meremukkan tulang-tulang mangsanya dan membuatnya lemas. Di saat mangsanya sudah lemas, itu adalah saat-saat yang tepat untuk ular menelannya secara utuh ke dalam perutnya yang besar. Lamanya piton melumpuhkan lawannya tergantung dari ukuran piton dan lawannya itu sendiri. Ular piton raksasa mampu melumpuhkan lawannya lebih cepat bila dibandingkan dengan ular piton biasa.

7. Ular piton bukanlah ular penyerang

Ular piton bukanlah ular yang suka menyerang manusia. Apabila ia bertemu manusia, maka ia akan cenderung untuk menghindarinya. Ular tidak dapat melihat dan mendengar dengan jelas, bahkan untuk ular piton raksasa sekalipun. Maka dari itu, apabila kamu menemukan ular cukup diam, tenang, dan jangan bergerak, maka ular tersebut akan langsung berjalan melewatimu. Ular tidak akan menyerang bila kamu tidak memberikan gerakan provokatif yang membuatnya terasa terancam. 

Ular piton sebenarnya bukanlah hewan berbahaya, karena ular piton bukanlah hewan penyerang. Ia hanya akan melumpuhkan lawannya disaat dirinya merasa terancam. Apabila kamu menemukan ular piton di hutan, bahkan bila menemukan ular piton raksasa sekalipun, harap tenang dan jangan membuat gerakan tiba-tiba yang bisa membahayakan dirimu sendiri. Diharapkan untuk selalu waspada dan berhati-hati di mana pun kamu berada.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Fatwah Diniaty
Gak Punya Quote Nih!
2 KSHARES