Dalam Rangka Hari Film Nasional, Inilah Film-film Lokal yang Sukses di Kancah Internasional

www.kviff.com

Hari Film Nasional Indonesia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 30 Maret. Peringatan ini dimulai sejak 30 Maret 1950, yang merupakan tanggal pertama pengambilan gambar dalam film Darah dan Doa yang disutradarai oleh Usmar Ismail, yang dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia.

Usmar Ismail yang sebelumnya sempat bekerja di industri perfilman Belanda, merasa tidak betah dengan sistem yang diterapkan di perusahaan film tersebut. Setelah hengkangnya Usmar dari perusahaan Belanda, beliau berinisiatif untuk membuat rumah produksi yang diberi nama “Perfini” (Perusahaan Film Indonesia), dengan Darah dan Doa sebagai film pertamanya.

Film yang memiliki judul dalam versi asingnya yang dinamai Long March of Siliwangi tersebut dianggap sebagai film Indonesia pertama yang benar-benar digarap oleh orang Indonesia, mulai dari sutradara, aktor, dll. Untuk itu, film ini diresmikan sebagai film nasional Indonesia yang pertama, dan sekaligus menjadi tonggak dalam khazanah perfilman Indonesia.

Sejak tahun 1950 hingga 2017, tentunya sudah banyak sekali film-film nasional yang dirilis sebagai buah karya dari para sineas tanah air. Di antara film-film tersebut, sudah banyak pula yang berhasil mencetak prestasi tidak hanya di ranah nasional, melainkan juga di kancah internasional. Di bawah ini, kamu bisa lihat beberapa judul film Indonesia yang telah berhasil menembus pasar dunia. Dalam rangka hari film nasional, kamu harus tahu dan nonton film-film ini nih!

1. Tjoet Nja’ Dhien (1988)

indonesiafilmz.blogspot.com

Film yang disutradarai oleh Eros Djarot dan dibintangi oleh Christine Hakim ini merupakan film Indonesia yang pertama kali ditayangkan di Festival Film Cannes. Film yang mendapat banyak penghargaan ini menceritakan sejarah perjuangan Cut Nyak Dhien sebagai pahlawan nasional di zaman penjajahan Belanda.

2. The Mirror Never Lies (2011)

www.youtube.com

The Mirror Never Lies atau Laut Bercermin, disutradarai oleh Kamila Andini yang merupakan anak dari Garin Nugroho. Film ini membuktikan prestasi di kancah internasional dengan ditayangkannya film ini di berbagai festival seperti Festival Film Internasional Busan, Festival Film Internasional Vancouver, Festival Film Mumbai, Festival Film Internasional Tokyo, Festival Film Internasional Seattle, dan Festival Film Melbourne.

Film yang mengekspos kekayaan laut Wakatobi dan tradisi lokal suku Bajo ini diceritakan melalui sudut pandang tokoh Pakis (Gita Novalista), yang mencari ayahnya yang hilang di laut Wakatobi.

3. Daun di Atas Bantal (1998)

alchetron.com

Film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini pernah diputar di Festival Film Cannes, Festival Film Internasional Singapura, Festival Film Internasional Tokyo, dan Festival Film Asia Pasifik yang diadakan di Taipei, Taiwan. Film ini mengisahkan tentang realitas kehidupan anak jalanan yang direpresentasikan oleh tokoh Heru, Kancil, dan Sugeng.

4. Pintu Terlarang (2009)

www.youtube.com

Film yang digarap oleh Joko Anwar ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, karya Sekar Ayu Asmara. Film slasher yang menyoroti realitas halusinasi ala pengidap skizofrenia ini telah diputar di berbagai festival internasional seperti Festival Film Fantastis Internasional Puchon, Festival Film Internasional Bangkok, Festival Film After Dark Toronto, Festival Film Internasional Vancouver, dan Festival Film Internasional London.

5. Rumah Dara (2010)

www.youtube.com

Film slasher ini disutradarai oleh Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel, yang lebih akrab dikenal dengan panggilan “Mo Brothers”. Film yang mengisahkan tentang sekelompok muda-mudi yang terjebak di kediaman wanita misterius bernama Dara ini pernah ditayangkan di Festival Film Fantastis Internasional Puchon, Fantastic Fest di Amerika Serikat, dan Festival Film Jerman.

6. The Raid: Redemption (2011) dan The Raid 2: Berandal (2014)

www.youtube.com

Dua film yang menonjolkan aspek koreografi bela diri ini bahkan sempat dipuji-puji oleh aktor Hollywood Samuel L. Jackson, yang mengatakan bahwa kedua film yang dibintangi oleh Iko Uwais adalah film laga terbaik yang pernah dia tonton, bahkan mengalahkan The Expendables yang digarap oleh Sylvester Stallone.

7. What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013)

www.youtube.com

Film ini disutradari oleh Mouly Surya dan dibintangi oleh Nicholas Saputra yang berkolaborasi dengan Ayushita sebagai tokoh utama. Film ini mengisahkan percintaan antara Fitri (Ayushita) yang merupakan tunanetra dengan tokoh Edo (Nicholas Saputra) yang mengidap tunarungu. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Sundance.

8. Modus Anomali (2012)

www.youtube.com

Film garapan Joko Anwar yang mendapat banyak respon positif dari kritikus-kritikus film barat ini menceritakan sosok lelaki yang menemukan dirinya tengah terkubur di suatu hutan tanpa memiliki ingatan. Setelah menelusuri beberapa petunjuk di sekitarnya, dia mengetahui bahwa dirinya harus menyelamatkan kedua anak yang dia percaya sebagai anak kandungnya dari ancaman seorang pembunuh berdarah dingin.

9. The Witness (2012)

www.youtube.com

Film yang digarap oleh Muhammad Yusuf ini mengisahkan tentang seorang wanita bernama Angel (Gwen Zamora) yang kerap dihantui oleh mimpi buruk yang memperlihatkan seorang pria yang bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke mulutnya. Angel menduga bahwa mimpi tersebut memiliki hubungan dengan tragedi pembantaian seluruh anggota keluarganya, yang hanya menyisakan Angel sebagai saksi hidup yang selamat.

10. Lovely Man (2011)

www.youtube.com

Film yang berhasil menembus Festival Film Osaka ini menceritakan tentang seorang gadis pesantren bernama Cahaya (Raihaanun) yang pergi ke Jakarta untuk mencari ayahnya, Syaiful (Donny Damara). Setelah akhirnya bertemu dengan ayahnya, Cahaya pun kecewa karena ternyata ayahnya memiliki profesi sebagai waria.

11. Meraih Mimpi (2009)

www.youtube.com

Film ini merupakan film animasi 3 dimensi yang pertama kali dirilis oleh studio animasi Indonesia. Film yang diadaptasi dari novel berjudul Sing to the Dawn karya penulis asal Myanmar bernama Minfong Ho ini mengisahkan konflik-konflik yang dialami oleh Dana (diisi suaranya oleh Gita Gutawa) di lingkungan sekitarnya yang berkenaan dengan tradisi pernikahan, relasi antara tuan tanah dan pekerja, dsb.

12. Pasir Berbisik (2001)

outnow.ch

Film yang disutradarai oleh Nan Achnas ini mengisahkan perjuangan Daya (Dian Sastro Wardoyo) bersama ibunya, Berlian (Christine Hakim). Daya, yang tidak ingat dengan sosok ayahnya, Agus (Slamet Rahardjo), kerap merasa kesepian di lingkungan kampungnya yang jauh dari peradaban modern. Suatu saat, kampung tempat tinggalnya diserang oleh sekelompok orang yang tak dikenal, dan akhirnya Daya dan ibunya harus melarikan diri sembari terus berjuang untuk bertahan hidup.

Film nasional ini menunjukkan kebolehannya di kancah internasional dengan memborong banyak penghargaan di Festival Film Asia Pasifik.

 

13. Laskar Pelangi (2008)

www.youtube.com

Film garapan Riri Riza yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Andrea Hirata ini mendapat banyak respon positif setelah penayangannya di negara-negara yang tersebar di berbagai belahan dunia. Film ini mengisahkan kehidupan dari sepuluh murid di sekolah yang terletak di kawasan Belitung, yang secara khusus menyoroti perjuangan mereka dalam meraih mimpi.

14. Denias, Senandung di Atas Awan (2006)

www.youtube.com

Film yang diadaptasi dari kisah nyata seorang anak di Papua bernama Janias ini mengisahkan tentang perjuangan Denias (Albert Thom Joshua Fakdawer) untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti halnya anak-anak sebayanya yang tersebar di kawasan Indonesia lainnya.

15. The Photograph (2007)

www.youtube.com

Film yang disutradarai oleh Nan Achnas ini sempat masuk seleksi untuk perayaan Oscar tahun 2008 di kategori film asing, sayangnya film ini tidak lolos dalam proses kualifikasi. Film ini mengisahkan perjuangan Sita (Shanty), seorang penyanyi di sebuah bar karaoke. Sembari berusaha mencari uang agar dia bisa mengambil kembali anaknya yang hidup bersama neneknya, Sita pun harus menghadapi berbagai kekerasan seksual dari orang-orang di lingkungannya.

Gimana ulasan film di atas sebagai bentuk peringatan hari film nasional? Kamu udah nonton semua film di atas belum? Film-film di atas ini membuktikan bahwa film Indonesia pun memiliki daya saing di kancah internasional, tidak hanya asik sendiri di negerinya saja.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Menemukan Kecoa Mati, Orang Ini Memberikan Penghormatan Terakhir Bak Upacara Pahlawan Perang. Sungguh Khidmat! - Keepodotme

Menemukan Kecoa Mati, Orang Ini Memberikan Penghormatan Terakhir Bak Upacara Pahlawan Perang. Sungguh Khidmat! - Keepodotme

Eks Punggawa Chelsea Gabung dengan Tim Persib Bandung! Siapakah Dia?

Eks Punggawa Chelsea Gabung dengan Tim Persib Bandung! Siapakah Dia?

Tidak Semudah Itu Ferguso! Gadis Cilik Ini Harus Tanda Tangan Kontrak Dulu Sebelum Dibelikan iPhone oleh Orangtuanya - Keepodotme

Tidak Semudah Itu Ferguso! Gadis Cilik Ini Harus Tanda Tangan Kontrak Dulu Sebelum Dibelikan iPhone oleh Orangtuanya - Keepodotme

Aksi 313 Akan Digelar Besok, Simak Pendapat Para Tokoh-tokoh Penting Ini

Aksi 313 Akan Digelar Besok, Simak Pendapat Para Tokoh-tokoh Penting Ini

Kalau Kamu Langsung Berpikir Ngeres Ketika Melihat 10 Foto Ini, Berarti Memang Ada yang Salah dengan Otakmu! - Keepodotme

Kalau Kamu Langsung Berpikir Ngeres Ketika Melihat 10 Foto Ini, Berarti Memang Ada yang Salah dengan Otakmu! - Keepodotme

Inilah Alasan Driver Ojek Online Mendatangi Gedung DPR

Inilah Alasan Driver Ojek Online Mendatangi Gedung DPR

loading