Bolehkah Para Suporter Membawa serta Menyalakan Flare di Dalam Stadion?

www.yukepo.com

Lagi dan lagi sepak bola Indonesia dirundung duka. Pada hari Sabtu, tanggal 2 September 2017, salah seorang suporter tim nasional Indonesia, Catur Yuliantono, tewas usai mendukung timnas Indonesia berlaga melawan timnas Fiji dalam ajang pertandingan persahabatan internasional di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Catur tewas usai wajahnya terbakar akibat letusan flare yang dinyalakan oleh kelompok suporter lain. Pada saat kejadian, Catur yang duduk di tribun timur tengah berdiri untuk memberikan apresiasi atas kerja keras yang dipertontonkan oleh para pemain timnas di sepanjang pertandingan. Nahas, ketika tengah mengapresiasi kerja keras dari para pemain, muncullah flare yang ditembakkan oleh kelompok suporter lain yang diduga berasal dari tribun selatan dan tepat mengenai wajahnya. Seketika, wajah Catur terbakar dan para suporter lain yang berada dekat dengan Catur segera memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan jaket serta kaos untuk dapat memadamkan api yang tengah membakar wajah Catur. Sementara itu, penonton lain terlihat mencari-cari air agar dapat memadamkan api tersebut. Petugas medis pun dengan segara datang memberikan pertolongan dan Catur langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra, Bekasi Barat. Namun, sesampainya di sana, Catur dinyatakan telah tewas oleh tim dokter ketika masih berada dalam perjalanan. 

www.yukepo.com

Sejatinya, Catur adalah suporter timnas biasa. Ia adalah penggemar berat timnas Indonesia serta Irfan Bachdim, salah seorang punggawa timnas. Di setiap pertandingan yang dimainkan oleh timnas, Catur selalu hadir di dalam stadion guna memberikan dukungan kepada para pemain timnas yang tengah bermain. Namun, di dalam stadion jugalah nyawa dari pria asal Duren Sawit, Jakarta Timur, ini harus berakhir akibat terkena letusan flare yang ditembakkan oleh kelompok suporter lain. Dengan kejadian ini, pantaskah flare menjadi benda yang amat terlarang untuk dibawa ke dalam stadion serta digunakan ketika tim tengah bertanding?

www.altravita.com

Perdebatan mengenai boleh atau tidaknya flare ini dibawa oleh kelompok suporter menjadi polemik tersendiri bagi persepakbolaan di Indonesia. Jika kita menilik pada sejarah penggunaan flare dalam dunia sepak bola, benda ini biasanya dibawa serta digunakan oleh kelompok suporter garis keras (ultras). Kelompok suporter ini pertama kali lahir pada tahun 1968 di Negara Italia. Kelompok suporter yang menamai dirinya Fossa dei Leoni ini merupakan salah satu kelompok suporter dari tim AC Milan. Pada setiap pertandingan yang dimainkan oleh AC Milan, kelompok suporter ini selalu membawa serta menyalakan flare sebagai bentuk dukungan serta luapan emosi mereka atas tim AC Milan. Melihat tahun kelahiran dari kelompok suporter ini, tampaknya penggunaan flare di dalam stadion sudah menjadi budaya dalam sepak bola dunia.

sportige.com

Namun, jika kita melihat lebih jauh, banyak dampak buruk yang diakibatkan oleh flare tersebut. Misalnya saja pada contoh kasus meninggalnya seorang penonton akibat flare ketika tengah menikmati pertandingan antara AEL FC dan PAOK FC dalam lanjutan Liga Super Yunani pada tanggal 26 Oktober 1986. Lebih dekat lagi, pada Februari 2013 di Bolivia, seorang suporter bernama Kevin Beltran meninggal dunia akibat terkena lemparan flare. Seperti yang dikutip dari laman ESPN, dokter yang menangani Beltran menyatakan bahwa sang anak menderita luka serius di bagian organ kepala akibat api yang masuk melalui matanya. Sungguh mengerikan, bukan?

www.yukepo.com

FIFA sendiri selaku federasi tertinggi dalam sepak bola sebenarnya telah menyatakan bahwa flare atau suar itu dilarang untuk dibawa ke dalam stadion. Hal itu tercantum di dalam regulasi FIFA pada bab ke-7 tentang Emergency Service pada pasal yang menjelaskan tentang flares and fireworks. Poin yang terdapat pada pasal tersebut secara garis besar menyatakan bahwa tim manajemen keselamatan dan keamanan stadion harus mengadopsi dan menegakkan kebijakan yang jelas dengan melarang penonton membawa suar, kembang api atau bentuk kembang api lainnya ke stadion dan hal itu harus dinyatakan secara jelas dalam kode etik stadion. Meskipun FIFA telah melarang penggunaan flare, namun pada kenyataannya, masih saja ada kelompok suporter yang menyalakan flare di dalam stadion, terutama ketika tim tengah bertanding. Apakah ini sebagai salah satu bentuk kelalaian dari para petugas keamanan? Apa mungkin karena para penontonnya yang cerdik sehingga dapat dengan mudah mengelabui para petugas kemananan tersebut?

Semoga dengan meninggalnya Catur Yuliantono, sepak bola Indonesia bisa semakin lebih baik lagi, terutama untuk para suporter yang diharapkan ke depannya dapat bersikap lebih dewasa dan bijaksana. Semoga kepergian Catur ini tidak menjadi sia-sia. Semoga.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
4 Rekomendasi Wisata Kebun Apel Terbaik di Kota Malang - Keepodotme

4 Rekomendasi Wisata Kebun Apel Terbaik di Kota Malang - Keepodotme

Belum Move on, Banyak Netizen Edit Foto Pernikahan Raisa dan Hamish. Koplak!

Belum Move on, Banyak Netizen Edit Foto Pernikahan Raisa dan Hamish. Koplak!

10 Film Drama Korea Romantis yang Bikin Siapa Aja Baper dan Mupeng - Keepodotme

10 Film Drama Korea Romantis yang Bikin Siapa Aja Baper dan Mupeng - Keepodotme

Jodoh Memang Misteri. Dari Ngojek Online, Berujung ke Pelaminan. Kisahnya Sweet Banget!

Jodoh Memang Misteri. Dari Ngojek Online, Berujung ke Pelaminan. Kisahnya Sweet Banget!

Ngeri! Bosan Sama Kanibalisme, Pria ini Serahkan Diri Ke Polisi Sambil Bawa Potongan Tubuh Manusia - Keepodotme

Ngeri! Bosan Sama Kanibalisme, Pria ini Serahkan Diri Ke Polisi Sambil Bawa Potongan Tubuh Manusia - Keepodotme

Bibir Bertabur Berlian ala Anniesa Hasibuan ini Ramai Dijadiin Meme. Super Kocak!

Bibir Bertabur Berlian ala Anniesa Hasibuan ini Ramai Dijadiin Meme. Super Kocak!

loading